Akibat Hasrat Terlarang (Suami untuk Ayunda)

Akibat Hasrat Terlarang (Suami untuk Ayunda)
Kegilaan Tania yang menular..


__ADS_3

Karena pertemuan yang tidak sengaja terjadi tadi pagi, membuat hubungan antara Samuel dan Ayu sedikit akrab meski anggapan keduanya begitu berbeda.


Samuel ingin memiliki Ayu dan menjadikannya pasangan hidup, sementara Ayu sendiri hanya menganggap Samuel sebagai teman.


Meski sempat ada ketertarikan namun hal itu tidak membuat Ayu melupakan statusnya yang masih syah sebagai Istri Dika.


"Aku tidak percaya kamu anak baru." Nina menatap sinis ke arah Ayu. Dia merasa cemburu saat dengan gamblang Farel menunjukkan perhatiannya.


"Kenapa begitu?"


"Kamu terlihat spesial di mata Farel." Ayu tersenyum aneh saat menyadari wajah tidak suka Nina yang di perlihatkan.


"Aku sudah bersuami. Itu hanya perasaan mu saja."


"Bersuami atau tidak. Jika memang penggoda tetap saja menjadi penggoda!!" Nina berjalan pergi meninggalkan Ayu yang tidak sanggup berkomentar apa-apa.


"Kenapa orang di sekitar menjadi gila." Eluhnya mencoba tidak perduli pada Nina yang masih menatapnya dari jauh. Tadi Mas Samuel, sekarang Nina. Ah melelehkan sekali. Andai saja aku punya perhiasan dari mendiang orang tuaku. Aku akan menjual itu agar aku bisa menuntut cerai dari Mas Dika. "Loh. Hei mau kemana?" Ayu berdiri tegak ketika melihat beberapa temannya bersiap membereskan bangku padahal masih menunjukkan pukul enam.


"Pulang lah Ay. Kamu tidak baca pengumuman di sana." Menunjuk ke arah papan pengumuman yang tertempel di samping kulkas.


"Tidak. Memangnya kenapa?"


"Pak Ridwan menyuruh kami menutup Cafe nya lebih awal."


"Untuk apa?"


"Kata Mas Farel sih, akan ada pertemuan penting setelah ini."


"Astaga, kenapa aku tidak tahu. Ya sudah aku akan mengambil tas." Ayu berjalan ke belakang namun langkahnya di hadang Farel. Sontak Ayu terkejut seraya memundurkan tubuhnya.


"Jangan pulang dulu."


"Katanya pulang cepat Mas."


"Iya tapi aku ada perkerjaan sedikit untuk kamu."


"Apa itu Mas?"


"Ikut aku." Dengan terpaksa Ayu mengekor apalagi sebenarnya dia tidak ingin pulang ke rumah karena merasa muak dan malas bertemu Dika.


Seketika wajah Ayu terkejut saat melihat suasana dapur yang teramat kotor dengan cucian piring yang menumpuk.


"Tolong bereskan ini dulu, baru kamu boleh pulang." Ayu mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Samuel yang sejak tadi tidak terlihat.


Sengaja, Farel menyibukkan Samuel dengan berbagai perkerjaan. Farel berdusta dan mengatakan jika perkerjaan yang di lakukan Samuel adalah perintah dari Pak Ridwan.


"Semua ini Mas?" Menunjuk ke arah dapur.


"Nanti ku bantu. Tolong ya soalnya tadi Faris pulang cepat." Untuk melancarkan rencana jahatnya. Farel memulangkan Faris agar Ayu bisa sibuk dan tetap tinggal sampai Cafe benar-benar sepi.


"Ya sudah Mas." Untung saja di beri perkerjaan. Kalau pulang lebih awal. Aku malas bertemu Mas Dika. Tapi, kemana Mas Samuel ya? Aku tidak melihatnya sejak tadi.

__ADS_1


Samuel sendiri kini berada di gudang belakang yang terpisah dengan bangunan utama. Farel menyuruhnya memeriksa bahan makanan dan juga minuman di kulkas besar yang terdapat di sana.


"Minum dulu." Tiba-tiba Farel menyodorkan minuman mineral yang tutupnya tidak bersegel. Harusnya Ayu menyadari itu namun karena dia tidak memiliki fikiran buruk sehingga dengan polos minuman itu di terima.


"Biar ku simpan untuk nanti."


"Minum sekarang. Kamu terlihat haus." Farel bukan asal menebak. Sejak tadi siang dia sengaja mengosongkan minuman yang di sediakan untuk pegawai.


"Iya Mas. Terimakasih." Ayu membuka tutup botol lalu meneguknya dan menyisakan sedikit air di dalamnya.


"Sama-sama. Aku akan membersihkan sebelah sana. Pukul setengah tujuh Pak Ridwan akan datang."


"Oh ya Mas. Biar saya yang mencuci piringnya."


Farel tersenyum ganjil menatap Ayu yang mulai mencuci piring. Sejak tadi pagi hasratnya mudah tersulut akibat fikiran kotor yang sudah membayangkan bagaimana rasanya bisa bercinta dengan Ayu.


Farel sampai reservasi sebuah kamar hotel agar rencana busuknya tidak terendus oleh Samuel juga kekasihnya.


Sebentar lagi kau akan kepanasan dan minta ku puaskan..


____________________________________________


Apartemen Tania


Kamar Tania terlihat berantakan dengan minuman keras dan berbagai bungkus cemilan yang berserakan di meja.


Sepulang dari perkerjaan, Dika di paksa untuk mampir ke apartemen Tania dan berakhir kecanduan seperti yang terlihat.


Tania sengaja mengenakan baju seksi untuk memberikan sensasi baru pada percintaan terlarang yang mereka lakukan. Sesuai rencana, Dika terbuai dengan cara Tania melayaninya.


Di kamar mandi, dapur, ruang makan, bahkan kini Dika kembali mengangkat tubuh Tania lalu memasukkan miliknya dengan posisi duduk seraya menonton acara televisi.


Sosok Ayu terlupakan begitu saja. Kini Dika tengah sibuk memuaskan dirinya dan tidak ingin berhenti melakukannya.


"Katanya mau pulang?" Ledek Tiara seraya menikmati hantaman kuat senjata Dika yang menyeruak masuk.


"Aku akan bermalam di sini asalkan."


"Ah asalkan apha?"


"Kita lakukan di teras. Aku ingin menikmati sensasinya." Tiara terkekeh di tengah dessahan. Nafasnya memburu begitupun Dika yang terengah-engah merasakan kenikmatan.


"Emm yah sayang. Terserah.. Kita lakukan di manapun asal kamu tetap tinggal."


"Kita akan melakukan ini semalaman."


Kewarasan Dika terkikis hanya karena matanya di tutupi oleh kesempurnaan. Tubuh molek Tania membuatnya tidak sanggup menolak. Dia bahkan memuji-mujinya, memuja kulit berkilau Tania ketika tengah berkeringat seperti sekarang.


__________________________________________


"Sudah Pak." Ujar Samuel berdiri seraya mengedarkan pandangannya ke sekitar yang terlihat bersih.

__ADS_1


Waduh! Mas Farel sudah pergi apa belum? Kenapa tidak memberi tahu? Aku mencari alasan apalagi..


"Sebaiknya minumannya di pindahkan saja ke tempat semula Mas." Samuel membuang nafas kasar seraya menatap tajam Bimo.


"Jangan bermain-main Pak! Saya sudah memindahkan itu dua kali!!"


"Maaf Mas. Saya hanya menjalankan tugas. Tamu yang datang katanya penting dan akan memeriksa semuanya. Sementara saya tidak kuat jika harus mengangkat itu sendiri." Menunjuk ke tumpukan kardus minuman.


"Tapi jangan seperti ini Pak." Tiba-tiba ponsel Samuel berdering. Dia merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponsel jadul dari dalam sana.


📞📞📞


"Ada apa?


Tanyanya seraya menjauh sebab itu adalah panggilan dari Dimas.


"Tuan kemana?


"Di gudang.


"Orang suruhan saya bilang jika wanita itu sedang dalam masalah.


"Apa maksudmu?


"Saya tidak mengerti bagaimana pastinya Tuan. Sebaiknya Tuan periksa sebab semua pegawai di pulangkan.


📞📞📞


Panggilan terputus. Sam melihat jam yang terdapat di layar ponselnya.


Kenapa di pulangkan? Pandangannya beralih pada Bimo yang tengah menatapnya penuh selidik. Apa mereka berusaha menyibukkan ku?


Samuel melangkahkan kakinya keluar. Cepat-cepat Bimo mengikuti untuk mencegah.


"Mau kemana Mas."


"Saya haus." Jawab Samuel asal.


"Di sana ada minuman Mas."


"Kau terlihat mencurigakan!!!" Teriak Samuel geram. Langkah terhenti lalu menatap Bimo tajam.


"Mencurigakan apa Mas?"


"Jangan berpura-pura bodoh!" Samuel menyambar ponsel di tangan Bimo lalu menghancurkannya dengan cara membantingnya. Itu adalah upaya agar Bimo tidak mengadu.


"Loh Mas ponsel saya."


"Kalau kau terbukti bersekongkol! Akan ku jebloskan kau ke penjara!!" Seakan sudah bisa menebak. Samuel melontarkan jawaban asal-asalan yang sanggup membuat tubuh Bimo bergetar.


"Saya hanya di suruh Mas." Samuel mengalihkan pandangannya dan melanjutkan langkahnya menuju bangunan utama yang berjarak 50 meter." Aduh bagaimana ini! Kalau di penjara, bisa di gugat cerai aku!!!" Umpat Bimo memilih pergi daripada harus terlibat lebih dalam.

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa dukung cerita ini ya.. Terimakasih 🥰


__ADS_2