Akibat Hasrat Terlarang (Suami untuk Ayunda)

Akibat Hasrat Terlarang (Suami untuk Ayunda)
Berendam di malam hari


__ADS_3

Tania berteriak kesetanan ketika orang suruhannya memperlihatkan foto kemesraan Dika bersama Vivian. Dia bahkan melemparkan ponsel milik orang suruhannya sampai hancur berkeping-keping.


"Di mana lokasinya!!" Tanyanya penuh penekanan. Dia tidak ingin si pembantu mendengar pembicaraan juga rencananya.


"Apartemen Cleopatra. Saya tidak bisa masuk untuk memeriksa."


"Oh kebetulan." Tania meraih ponselnya lalu menghubungi kontak milik Pak Wira.


📞📞📞


"Ayah. Aku boleh menginap di apartemen Cleopatra?


"Kenapa tiba-tiba? Apa Dika mengusir mu?


"Tidak Ayah. Aku ingin menenangkan perasaan ku.


"Daripada ke apartemen. Lebih baik menginap di rumah Ayah. Ini sudah malam.


"Tidak mau. Aku ingin ke sana.


"Besok saja sayang.


"Aku mau sekarang.


Terdengar dessahan lembut lolos dari rongga hidung Pak Wira. Dia tahu jika keinginan Tania harus dan wajib di lakukan.


"Ayah antar ya. Sekalian memberikan kartu kuncinya.


"Hm iya. Aku tunggu Yah. Cepat ya.


📞📞📞


Orang suruhan Tania bergidik ngeri ketika melihat dengan mudahnya Tania merubah mimik wajahnya. Tapi dia tidak perduli dengan hal itu. Karena Tania selalu membayarnya dengan tarif tinggi.


"Kau boleh pulang. Besok ponselnya akan ku ganti." Ujar Tania seraya berdiri.


"Lalu rencana untuk malam ini?"


"Itu urusanku. Pulanglah." Si pesuruh mengangguk patuh lalu pergi." Bibik!" Teriak Tania memanggil.


"Iya Non." Jawab Bibik dari dapur. Dia berlari kecil untuk memenuhi panggilan Tania." Ada apa Non." Sesuai permintaan, Tania tidak ingin di panggil Nyonya tapi Nona. Dia merasa jika panggilan Nyonya cocok untuk wanita paruh baya.


"Tolong belikan HCL. Aku melihat toko di depan gang menyediakan itu." Pinta Tania menyodorkan uang 100 ribu.


"Untuk apa Non?"


"Jangan banyak tanya!! Cepat belikan dan antar ke kamar! Pastikan kantung kreseknya berwarna hitam! Kalau nanti Ayah bertanya, bilang saja itu susu! Paham!" Bibik mengangguk patuh lalu bergegas berjalan keluar daripada harus banyak berprotes dan membuat kemarahan Tania semakin menjadi.


🌹🌹🌹





Sepanjang perjalanan, Samuel menceritakan bagaimana kehidupan sekolahnya dulu. Bukan hanya berparas tampan tapi Samuel berhasil meraih beberapa prestasi dari mata pelajaran olahraga sampai matematika.


Sementara Ayu sendiri, hanya mendengar tanpa balik bercerita tentang kehidupan sekolah yang cenderung datar. Ayu bukanlah siswa berprestasi namun dari segi fisik, dia populer.


Banyak temannya juga Kakak kelas yang mengagumi dirinya. Itu alasan kenapa sang Ayah menjaganya dengan ketat. Dia takut terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.


Ketika sang Ayah mulai sedikit memberikan kebebasan, dia mengenal Dika dan langsung menjalin hubungan tanpa mengetahui seluk beluk tentang sifat Dika sesungguhnya.


"Kamu memanfaatkan situasi Mas." Tanya Ayu memperlihatkan wajah datar.


"Itu dulu Babe. Em.. Bagaimana dengan dirimu?"


"Tidak ada. Otakku hanya standar saja. Aku mengambil kuliah karena perintah Almarhum Ayah. Itupun tidak berjalan baik."

__ADS_1


"Bukan itu yang ku maksud. Berapa kali kamu berpacaran?" Ayu menghela nafas panjang. Mengingat kesalahannya dalam memilih pasangan, padahal kala itu sangat banyak lelaki yang mencoba mendekatinya.


"Hanya dengannya. Itu terjadi ketika aku duduk di bangku SMA, tepatnya setelah ujian Nasional."


"Oh. Mengesankan sekali. Aku rasa dia sekarang sedang berada di siklus puber kedua." Ayu tidak merespon ucapan tersebut karena malas dengan topik pembicaraan.


Mobil Samuel terparkir dan keduanya pun turun. Mereka berjalan masuk dengan kedua tangan yang saling menggenggam. Walaupun telapak tangan berkeringat, tapi tidak dapat di pungkiri kalau Ayu menikmati nya.


"Aku benar-benar lelah hari ini." Eluh Ayu menyingkirkan tangan Samuel dari pundaknya kemudian duduk lemah di sofa.


Samuel hanya tersenyum simpul lalu berjalan menuju belakang untuk membuka pintu yang mengarah pada kolam renang. Dia menghampiri sebuah bak mandi berukuran satu meter lalu memutar kran air hangat. Tidak lupa, beberapa aroma terapi di tambahkan, sebagai ritual agar malam ini Ayu bisa tidur nyenyak.


Sepertinya harus libur dulu. Dia terlihat lelah sekali.


Samuel kembali berjalan masuk dan meletakkan handuk kimono ke pangkuan Ayu.


"Buka bajumu." Pintanya seraya melepaskan kaos yang di pakai.


"Langsung Mas." Tanya Ayu panik. Dia menyangka jika Samuel ingin mengajaknya bercinta.


"Apanya yang langsung?" Saliva Ayu tertelan kasar mendongak ke Samuel yang sudah bertelanjang dada. Tubuhnya tidak seberapa berisi namun otot-otot besarnya cukup membuat fantasi liar Ayu mulai mengelabuhi.


"Jangan berpura-pura tidak tahu Mas." Celetuk Ayu berpaling. Dia ingin menghindari godaan mengiurkan di depannya.


"Hm." Samuel duduk di samping Ayu lalu berusaha membantunya untuk melepaskan sweater.


"Biasanya pakai pemanasan Mas."


"Katamu lelah. Kenapa membahas pemanasan? Apa kamu ingin."


"Tidak Mas. Tapi ini?" Ayu menutup bagian depan tubuhnya dengan menyilangkan kedua tangan ketika Samuel berhasil melepaskan sweater.


"Masih saja malu." Handuk kimono di pakaikan sembarangan. Samuel tersenyum dengan sorot mata ke arah celana panjang Ayu." Perlu ku bantu untuk membukanya." Tawar Samuel menimpali.


"Biar aku." Ayu mengenakan handuk kimono lalu berdiri dan melepaskan celana panjangnya.


Kedua tangan Ayu melingkar ke leher, sementara tangan Samuel menopang bagian bawah tubuh Ayu.


"Kemana kita Mas?"


"Berendam."


"Be berendam malam-malam begini?"


"Yub. Agar tidurmu nyenyak."


Tubuh Ayu turun tepat di samping bak mandi. Samuel melummat bibir Ayu sejenak sebelum akhirnya mempersilakan Ayu masuk ke dalam air beraroma buah tersebut.


"Kamu saja Mas. Aku tidak terbiasa berendam malam-malam begini."


Kesabaran ekstra harus kembali Samuel perlihatkan. Dia masuk terlebih dahulu lalu mengulurkan tangannya.


"Temani aku berendam." Pinta Samuel tersenyum. Dia memercikkan air hangat ke wajah Ayu." Ini air hangat." Imbuhnya menjelaskan.


"Mas tidak bilang." Celetuk Ayu mulai melangkah.


"Seharusnya kamu mencobanya dulu baru berprotes." Dengan gerakan cepat, Ayu menanggalkan handuk kimono nya lalu masuk ke dalam Bak. Keduanya duduk sejajar sambil menikmati pemandangan kolam renang di hadapannya." Kalau lelah, aku selalu melakukan ini. Selain menghilang rasa capek, hati juga ikut membaik." Samuel mulai memberikan pijatan lembut pada kaki Ayu untuk memenuhi janjinya tadi.


"Wangi sekali Mas."


"Aroma tubuh mu lebih wangi." Ayu tersenyum, kepalanya menunduk memperhatikan tangan kekar Samuel yang sedang memijatnya." Aku tidak akan melakukan pemanasan malam ini. Tapi besok pagi, kamu harus memberikannya." Sungguh itu bukan masalah besar bagi Ayu. Dia sedang berusaha menyerahkan sisa hidupnya untuk Samuel.


"Kalau Mas ingin ya lakukan saja." Jawabnya pelan.


"Aku selalu ingin."

__ADS_1


"Ku berikan setelah berendam."


"Katamu lelah?"


"Aku ingin menjadikan kepuasan mu sebagai kebahagiaan ku. Menyiapkan keperluan mu sebagai bentuk bakti ku. Tapi aku juga menginginkan perhargaan darimu untuk seumur hidup, bukan seumur jagung." Pinta Ayu pelan.


Dia ingin belajar mencoba melupakan kesakitan nya, dengan memulai hidup baru bersama Samuel.


Semoga saja pernikahan ini bukan sekedar pembelajaran, tapi takdir yang sebenarnya. Ku anggap pernikahan kemarin adalah kesalahan.


"Aku akan mengabulkannya selama aku masih bisa bernafas."


Dengan ragu dan canggung, Ayu menundukkan kepalanya lalu menempelkan bibirnya pada pipi Samuel.


Lummatan bibir memang sering mereka lakukan ketika Samuel mengawali. Sementara kecupan yang Ayu berikan sekarang adalah kali pertama untuknya.


Mata Ayu terpejam, menghirup kuat aroma kulit pipi Samuel seraya memanjatkan doa agar Tuhan senang tiada menjaga pernikahannya.


Samuel sendiri juga menghentikan gerakan tangannya yang tengah memijat dan merasakan bagaimana sensasi ciuman pertama yang Ayu berikan malam ini.


Ciuman itu terasa begitu dalam sampai-sampai hati Samuel ikut terasa hangat.


"Terimakasih. Aku hanya memiliki ucapan itu untuk membalas." Bisik Ayu menjauhkan wajahnya.


"Sama-sama Babe. Rasanya berdebar-debar ketika kamu melakukannya. Kamu tidak ingin memeriksanya?" Jawab Samuel berusaha menggoda. Dia menurunkan bokongnya ke satu tangga lebih rendah lalu menggeser tubuhnya lurus sejajar dengan Ayu dengan posisi membelakangi.


Kedua tangan Ayu di tuntun untuk melingkar di lehernya sehingga posisi kepala keduanya sejajar karena perbedaan tinggi tubuh.


"Kamu merasakannya?" Tanya Samuel sesekali menoleh lalu mengecup lembut pipi Ayu yang berada tepat di sampingnya.


"Kamu hidup Mas. Jadi berdebar-debar." Jawab Ayu menggoda.


"Ah selalu saja Babe. Aku sebenarnya orang yang tidak sabaran tapi aku belajar sabar darimu."


"Sabar apa? Kamu memaksaku."


"Itu lain cerita. Aku takut tidak tahan lalu berbuat dosa. Jadi perkenalannya kita lakukan setelah menikah."


"Oh begitu. Sekarang kamu lebih sabar?"


"Ya." Ayu ikut tersenyum melihat rona merah pada wajah Samuel dari samping.


Aku lelah tapi pasrah. Jika dia sabar menolak godaan ku. Semoga itu bisa membuat ku semakin yakin untuk memberikan sisa cinta ku padamu. Tapi kalau kamu tidak sanggup menahannya? Semoga hasrat itu selamanya di tujukan untuk ku.


Dengan gilanya Ayu melepaskan pengait bra dan melemparkannya sembarangan. Akibat dari perbuatannya, kedua benda kenyal miliknya menempel pada punggung Samuel yang langsung menyadari sentuhan tersebut.


"Why Babe?" Kekeh Samuel mengira jika Ayu menginginkan sebuah percintaan.


"Jangan dulu bahagia Mas."


"Kenapa kamu melepaskan itu? Kamu berusaha menggodaku?"


"Ya."


"Tentu saja aku tidak tahan." Samuel berbalik badan dan sudah memposisikan kepalanya untuk menikmati sesuatu yang menggantung di hadapannya.


"Berarti kamu tidak seberapa mencintai ku." Sontak Samuel mengehentikan gerakan kepalanya.


"Kenapa begitu?"


"Sentuh artinya tidak mencintai ku. Bukankah Mas tahu aku lelah?" Samuel kembali terkekeh menyadari kejahilan Ayu.


"Lantas, kenapa di buka Babe?"


"Sedikit pembuktian."

__ADS_1


"Huft oke." Samuel tersenyum simpul seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia sempat melirik ke benda kenyal tersebut, sebelum akhirnya kembali pada posisi semula. Aku akan membuktikan jika perasaan cintaku lebih besar daripada sekedar menuruti hasrat..


🌹🌹🌹


__ADS_2