Bisakah Aku Melihatmu Lagi

Bisakah Aku Melihatmu Lagi
Youra Cemburu


__ADS_3

Han Ji-Eun berdiri di depan cermin. Tersenyum sangat bangga. Dia memakai gaun malam yang indah dan sangat terbuka. Menunggu kedatangan Putra Mahkota di dalam bilik itu dengan rasa tidak sabarnya.


"Apa menurutmu, dia akan tertarik?" tanya Dayang Nari pada pelayannya. "Tentu saja. Kami sudah meminta salah satu pelayan menaburkan obat itu di dalam cangkir beliau diam-diam," jawab mereka sangat percaya.


Para pelayan sudah mengatur tentang jumlah lilin yang menyala. Suasana remang-remang, dengan aroma menggoda yang ditaburkan pada tiap sudut kamarnya. Han Ji-Eun mengatur posisi duduknya. Menciptakan suasana yang lebih sensual. Menyilangkan kakinya hingga kedua pahanya terlihat.


Baju itu sangat tipis tanpa dalaman, dengan belahan dada yang terlalu terbuka. Memperlihatkan lekuk tubuh indahnya. Para pelayan menggerai rambut indah Han Ji-Eun yang sedikit basah. Mengatur sebaik mungkin agar terlihat lebih menggoda. Pemerah bibir yang menambah pesona itu menghiasi wajah cantiknya.


Setelah seluruh rencana manis itu diaturnya, salah seorang pelayan yang memberi kabar malah langsung menghancurkannya.


"Yang Mulia Putra Mahkota tidak bisa datang. Beliau masih tidak enak badan."


****


"Yang Mulia Permaisuri, Putra Mahkota tidak datang ke kediaman wanita itu."


Youra yang saat itu sedang berjongkok pasrah langsung berdiri karenanya. Dia menghapus air matanya dan menatap pelayan itu. "Benarkah?"


Para pelayan tersenyum senang, "Benar, Yang Mulia."


Entah kenapa, ada perasaan lega yang langsung membuat Youra tersenyum. Namun, belum lagi lama berita itu sampai, Dayang Nari tiba-tiba saja hadir dengan wajah paniknya.


"Yang Mulia, Selir Han ... Beliau nekat melanggar moral dan datang ke istana Putra Mahkota, menuntut malam pertamanya."


***


Para pelayan Putra Mahkota terutama Kasim Cho sangat terkejut. Malam itu, Selir Han datang dengan rambut terurai yang seharusnya tidak boleh dilihat oleh orang lain. Tanpa alas kaki, dia benar-benar terburu-buru hingga gelang kakinya berbunyi keras.


"Nona, apa yang Anda lakukan?" para pelayan Han Ji-Eun mengejar, berusaha membujuknya untuk kembali.


Para opsir penjaga gerbang istana Putra Mahkota mencegatnya. Berdiri sejajar di depannya. "Maaf Selir Han, saat ini Putra Mahkota sedang tidak bisa ditemui."

__ADS_1


Han Ji-Eun tidak peduli, dia menabrak para opsir dan para pelayan penuh emosi. Lancang menerobos bilik Putra Mahkota. Putra Mahkota saat itu sedang bersandar di ranjangnya. Sangat terkejut, melihat bagaimana perempuan yang tak diinginkannya masuk tanpa meminta izin darinya. Cepat-cepat Putra Mahkota memakai penutup wajahnya kembali.


"Yang Mulia, Anda tidak bisa menolak malam pertama kita lagi!" teriak Han Ji-Eun bersimpuh di lantai. Kasim Cho langsung keluar dari dalam bilik itu, saat melihat Han Ji-Eun segera membuka pakaiannya.


"Keluar dari kamarku." Putra Mahkota memberi perintah, melotot marah pada sikap lancang wanita itu. Han Ji-Eun tak peduli, dia membuka jubahnya. "Han Ji-Eun!" teriak Putra Mahkota mencegah perbuatan memalukannya.


Tubuh Han Ji-Eun hanya berlapiskan sutra tipis. Tanpa pakaian dalam sama sekali. Dia menegakkan kepalanya, dan mulai menatap Putra Mahkota. Putra Mahkota meraih buku di sebelahnya, segera membuka buku itu untuk memalingkan muka.


Han Ji-Eun tidak terima terus diabaikan. Dia membuka pakaiannya di depan Putra Mahkota. Menurunkan pakaiannya sampai ke perut, hingga setengah bertelanjang. Memperlihatkan bagian dada penuh pesona itu. Sayang sekali, Putra Mahkota tak memperdulikannya.


"Keluar dari kamarku, atau kuperintahkan para opsir untuk membawamu keluar dengan penampilan seperti itu." Putra Mahkota santai saja mengatakannya, sambil membuka lembaran buku itu satu persatu.


Han Ji-Eun semakin tidak menerima, kali ini air matanya ikut jatuh karena marah. Dia berdiri, berjalan mendekati ranjang Putra Mahkota. Naik, dan merangkak pelan menuju sisi sang suami.


Kini Han Ji-Eun benar-benar dekat dengan Putra Mahkota. Tangannya yang nakal hendak menarik penutup wajah Putra Mahkota, tetapi Putra Mahkota langsung menahan tangan itu untuk membuangnya. "Pergi dari sini, sebelum kau mempermalukan dirimu sendiri," sekali lagi Putra Mahkota mengusir.


Han Ji-Eun tak mau kalah, dia malah tersenyum licik. Berpikir menjadi lebih liar lagi dari sebelumnya. Tetapi ...


***


"Keluar kau dari kamar suamiku!"


Mengejutkan. Youra yang selama ini bahkan tidak pernah datang ke bilik Putra Mahkota, lancang saja masuk menerobos para pelayan. Sangat sakit saat melihat Putra Mahkota sedang menggenggam tangan wanita itu.


Han Ji-Eun yang melihat Youra datang malah semakin menjadi-jadi.


"Yang Mulia, wanita ini sudah melakukan pelanggaran besar. Dia menggunakan obat perangsang, memasang jimat, dan diam-diam datang ke peramal mulai memasang ritual untuk menyingkirkanku." Menggebu-gebu Youra menjelaskannya. Dia sangat cemburu hingga napasnya sangat sesak.


Han Ji-Eun malah semakin mendekat pada Putra Mahkota. Tangannya menyentuh lengan Putra Mahkota. Youra meliriknya hingga otaknya mendidih.


"Itu semua tidak benar, Yang Mulia. Dia lah yang sudah melakukan pelanggaran. Dia berhubungan dengan pria lain di luar istana." Han Ji-Eun membalas dengan suara yang menggoda, memainkan taktik liciknya. Mendengarnya, hati Putra Mahkota kembali terluka parah.

__ADS_1


Youra sudah tidak tahan. Dia melangkah cepat, dan menarik rambut Han Ji-Eun hingga gadis itu tertelentang dan tidak menyentuh Putra Mahkota lagi. Putra Mahkota bahkan tak dapat mengedipkan matanya, merasa tidak percaya. Dia terus menatap Youra yang sedang marah-marah.


"Seret wanita ini keluar!" teriak Youra pada para pelayan yang berjaga.


Para pelayan masuk, bergegas membawa Han Ji-Eun keluar untuk diadili akibat pelanggaran moral yang berhasil diketahui oleh Youra.


Napasnya terus saja naik turun, sedang Putra Mahkota masih saja di atas ranjang itu dengan wajahnya yang tertutup, menatap Youra begitu lama.


"Pergi dari sini."


"Apa?" tanya Youra tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


"Aku bilang, pergi dari sini." Sekali lagi Putra Mahkota memberikan perintah.


"Anda mengusirku?" tanya Youra sekali lagi.


"Bukankah kau tidak pernah menginginkanku?" jawab Putra Mahkota.


Youra membatu. Putra Mahkota benar-benar mengusirnya. Putra Mahkota beranjak dari ranjangnya. Dia mendekati Youra yang sedang tersulut emosi. " Kau cemburu? Katakan padaku, bahwa kau seperti ini karena takut kehilanganku."


Youra membalas tatapan itu, tapi mulutnya terkunci rapat, tak menjawab apapun. "Lee Youra, aku tidak akan memaafkanmu lagi."


Putra Mahkota masih menatap mata wanita yang sangat dicintainya itu.


"Pelayan! Bawa wanita ini keluar dari kamarku!"


Para pelayan datang, segera menyeret Youra keluar. "Aku tidak mau!" teriak Youra memberontak.


Youra memaksa lepas dari penahanan para pelayan, dia berlari mendekati Putra Mahkota. Memegang lengannya. "Yang Mulia, mengapa Anda mengusirku?" lirih Youra tak menyangka.


"Aku tidak mengusirmu. Kau lah yang menginginkannya."

__ADS_1


__ADS_2