Bisakah Aku Melihatmu Lagi

Bisakah Aku Melihatmu Lagi
Kabar Buruk


__ADS_3

Putri Shin duduk termenung di dalam rumahnya. Satu persatu pengkhianatan datang menyusup ingatannya yang suci. Melepas lara memang tak lagi mungkin, tapi dia tak juga dapat mengelak dari takdir. Saat ini, sedang sangat berduka. Bukan hanya soal kematian ayah dan adiknya, tapi juga soal kenyataan bahwa dia adalah istri dari seorang pengkhianat. Istri dari seseorang yang membuatnya hampir melupakan Jung Hyun. Ha Sun, pria yang selama ini bersikap baik padanya, nyatanya pria berhati busuk yang berpura-pura.


Tiba-tiba Putri Shin merasa pusing. Ada sesuatu yang menyakiti perutnya. Ia meraih tiang-tiang rumah sebelum akhirnya tergeletak di lantai. Para pelayan yang melihatnya lantas mengejar. Memanggil tabib secepat mungkin.


"Apa yang terjadi dengan Tuan Putri?" tanya salah seorang pelayan pada tabib setelah selesai memeriksa.


Tabib itu tersenyum, memberikan gambaran baik soal kondisi Putri Shin. Ia meraih lengan dingin itu, menyentuhnya kokoh. "Selamat Tuan Putri, Saat ini Anda sedang mengandung. Mohon jaga kesehatan Anda dengan baik." Tabib itu kembali meletakkan tangan Putri Shin, setelahnya meracik beberapa herbal.


"Ha-hamil?" tanya Putri Shin. Putri Shin mencoba meraih kesadaran sekeras mungkin. Sesuatu yang tidak dapat dia mengerti adalah tentang kenyataan yang sebenarnya. Berita yang seharusnya membuatnya bahagia, malah akan menciptakan penderitaan baru yang lebih mengerikan. Fakta tentang apa yang ada dibaliknya benar-benar tidak dapat dihindari.


"Bagaimana bisa?" bisiknya tak percaya.


Pelayan pribadi Putri Shin seolah tergembok. Ada sesuatu yang sangat janggal dan aneh. Putri Shin tidak pernah tidur dengan Ha Sun. Lantas, anak siapa yang ada di rahim Putri Shin?


"Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana ini?" cemas Putri Shin bersahut-sahutan dengan wajah pucatnya.


"Tabib, boleh aku minta tolong satu hal padamu?" bisik Putri Shin terdengar aneh.


Tabib itu kebingungan, hanya bisa mengangguk ketakutan. "Tolong jangan beritahu siapapun soal kehamilanku. Bisakah aku mempercayaimu?" Wajah Putri Shin menunjukkan kekhawatiran berlebih. Tabib itu tercengang sangat lama, baru kemudian ia mengangguk cepat.


"Baik Putri. Baik," jawabnya sangat yakin.


***


Langit tak pernah menunjukkan lagi cerah. Sejak kabar kematian raja dan Putra Mahkota, langit seolah ikut berduka. Youra terus saja memandangi istana sang suami yang kosong. Dia tak pernah ingin meninggalkan kediamannya, meski seharusnya sudah berpindah ke istana Barat, tempat dimana ratu baru seharusnya tinggal.

__ADS_1


"Apa sudah ada kabar dari Jung Hyun?" tanya Youra kepada Dayang Nari. Sekali lagi Dayang Nari menggeleng. Petunjuk besar, soal betapa buruknya keadaan Putra Mahkota. Setelahnya Dayang Nari menyerahkan sebuah surat, yang dikirim langsung oleh Lee Young, kakak Youra.


"Apa ini?" tanya Youra.


Wajah Dayang Nari sangat buruk untuk menjawab semua pertanyaan itu. Youra melabuhkan tubuhnya di atas ranjang, segera membacanya. Dan,


"Putra Mahkota telah diracuni oleh seseorang selama lebih dari 10 tahun. Kasim Cho juga menemukan jimat yang ditanam di kediaman beliau, tepatnya di bawah tangga terakhir bilik Putra Mahkota. Youra, kami tidak bisa lagi melakukan apapun. Mohon jaga dirimu baik-baik. Kakak akan kembali mengirimkan surat."


Youra meremas surat itu. Meremuknya hingga membuatnya tak sadar telah menumpahkan banyak air mata. Tak perlu pikir panjang untuk bertindak, Youra melangkah cepat saat itu juga menuju istana PutraMahkota. Sangat cemas. Suasana begitu tegang sehingga seluruh pelayan dapat merasakan betapa besar aura kemarahan itu.


"Keluar kalian semua!" teriak Youra di depan istana Putra Mahkota. Para pelayan dan opsir istana keluar berhamburan.


"Yang Mulia, mohon tenangkan diri Anda." Pelayan Youra sambung menyambung mengeluarkan suara.


"Aa-ada apa, Yang Mulia?" tanya Kasim Cho bergidik takut.


Saat itu, para pelayan hanya saling melempar pandangan. Tak lama, seorang remaja yang masih belia datang mendekat, bersujud pada Youra.


"Hamba. Hamba yang mengantarkan makanan untuk beliau, Yang Mulia." Remaja itu terbata-bata tak kuasa. Dia sangat ketakutan.


Youra tak menyangka, seseorang telah melibatkan anak kecil untuk membunuh Putra Mahkota. "Siapa orang sebelummu?" tanya Youra sekali lagi berupaya memelankan suaranya. Remaja belia yang tidak tahu apa-apa itu hanya bisa menggeleng pelan.


"Beliau adalah Kasim San, yang Mulia. Beliau sudah tidak bekerja lagi disini." Salah seorang pelayan bantu menjawab.


"Berikan alamatnya kepada Kasim Cho. Aku akan ke dapur istana." Youra lantas meninggalkan tempat itu secepat kilat.

__ADS_1


***


Di dapur istana, Youra benar-benar menunjukkan betapa tinggi posisinya. Dia langsung saja masuk menuju para koki dan pelayan yang bekerja disana.


"Katakan padaku, siapa koki dan pelayan yang bertugas memasak dan menyiapkan hidangan untuk Putra Mahkota?" Youra sangat tangguh. Dia berusaha keras menahan amarah itu pergi jauh.


Para koki dan pelayan yang ketakutan hanya bisa menoleh pada orang yang Youra maksud. Seorang koki dan beberapa pelayan yang sudah senior datang mendekat. "Kami, Yang Mulia. Kami adalah koki dan pelayan khusus memasak untuk raja dan Putra Mahkota."


Koki itu sudah renta. Dia seorang lelaki berwajah polos yang tampaknya tidak tahu apapun. "Siapa di antara kalian yang sudah bekerja lebih dari 10 tahun?" tanya Youra tenang.


Beberapa orang mengacungkan tangan. Mereka semua adalah orang-orang yang sudah berumur dan tidak muda lagi. Wajah itu tampak polos dan suci. Sangat setia dan berbakti. Namun, Youra masih tak habis pikir. Jika pelakunya bukan dari pelayan atau dapur istana, berarti ada seseorang yang selalu menyelinap dan memasukkan racun itu ke dalam makanan Putra Mahkota. Itu artinya, pelaku itu pasti salah satu dari senior istana yang sudah mengenal dan bisa membedakan mana hidangan untuk Putra Mahkota dan mana hidangan untuk raja.


Youra memberikan senyuman palsu termanis yang belum pernah dia tunjukkan. "Aku membutuhkan biodata kalian untuk melakukan perombakan pangkat. Tolong berikan kartu identitas kalian kepada pelayanku." Youra beranjak dari sana secepatnya.


Sebenarnya, aku tak lagi kuat. Saat itu, aku benar-benar telah jatuh cinta padanya. Pada orang, yang mereka yakini tak ada lagi di dunia ini.


***


Langit sudah menggelap. Malam datang mendekat hati yang sengsara. Hujan memang tahu tempat yang tepat. Langitpun ikut menangis bersama Youra. Youra yang saat itu tengah menatap istana sang suami, spontan menoleh saat Dayang Nari masuk dengan wajah cemas yang berlebihan.


Sebuah surat kembali dikirimkan oleh Lee Young malam itu. Youra sangat tidak sabar membuka surat itu. Harapannya, kabar baik akan segera tiba menghampiri. Nyatanya,


"Youra ... Tabib Nam tidak bisa menyelamatkan Putra Mahkota. Kakak menunggumu di belakang istana. Malam ini, jika kau ingin berjumpa dengannya."


Seluruh harapan itu tak mungkin lagi bisa dimiliki. Hancur. Semuanya hampir saja membuat Youra mati kesakitan karena sangst sedih.

__ADS_1


Kumohon, jangan tinggalkan aku.


__ADS_2