Bisakah Aku Melihatmu Lagi

Bisakah Aku Melihatmu Lagi
Pembunuh Lee Young


__ADS_3

"Aku tidak akan menyesal bersikap buruk padanya, karena aku tahu jelas siapa orang yang akan menikah denganku."


Terulang kembali dalam memori kecil Youra perkataan Putri Shin sebelum beliau menikah dengan Ha Sun. Ternyata Putri Shin benar, pemuda itu tidak baik dan hanya bersandiwara untuk menyelesaikan misinya.


Raja mengepal erat tangannya karena geram. "Apa itu benar?" tanya raja pada Ha Sun. Ha Sun tak menjawab, dia masih senyum-senyum sendiri entah kenapa. "Aku tanya apa itu benar?! Apa benar kau sudah menyakiti Kakakku?! Kau membuang semua anakmu?!" teriak raja.


"Memangnya ... Anda pikir wanita kotor itu tidak punya dosa?" Sangat berani pemuda itu melawan raja dengan sebuah kalimat mengejutkan.


Perkataan Ha Sun membuat Kasim Cho segera menoleh pada Jung Hyun yang tampak sangat gugup. Dia tahu, Jung Hyun adalah orang yang sudah menghamili Putri Shin.


"Apa maksudmu?!" teriak raja sekali lagi.


Ha Sun yang mulai gila berdiri setelah berlutut. "Putri Shin! Putri yang kalian anggap paling bermoral itu, dia mengandung anak pria lain! Dia mengkhianati pernikahan kami!" teriak Ha Sun dengan senyum mengerikan.


"Tutup mulutmu bren*sek!" Jung Hyun mendekatkan pedangnya pada leher Ha Sun.


Suara rakyat terdengar tumpang tindih. Ada yang percaya dan ada pula yang tidak. Namun, kenyataan tentang perginya Putri Shin entah kenapa menambah kepercayaan rakyat soal perkara kekerasan yang Ha Sun lakukan.


"Bawa pria gila ini menepi, tahan dan biarkan dia tertawa sepuasnya hingga persidangan selesai," perintah raja menghela napas.


Youra menggenggam tangan suaminya yang mulai bergetar. "Suamiku, tenanglah." Sentuhan manis sang istri menambah kekuatan untuk dirinya sendiri bagi raja.


***


Seluruh opsir tiba-tiba saja berlarian mengawal lebih ketat lagi. Mereka berbaris rapi tepat di depan para menteri yang tampaknya ingin mengawal seseorang. Semua orang kebingungan lantaran terlihat begitu menegangkan.


"Delapan tahun yang lalu ... telah terjadi percobaan pembunuhan yang melibatkan Tuan Muda Lee Young, putra sulung Penasehat Negara yang merupakan kakak kandung Yang Mulia Ratu, hingga beliau dikabarkan tewas." Kasim Cho kembali membacakan kasus berikut yang akan segera diungkapkan.

__ADS_1


"Raja telah berhasil menemukan bukti dan kebenaran yang terjadi," sambung Kasim Cho. Saat itu, huru hara diantara para menteri mulai bergejolak. Mereka memutar mata mereka ke segala arah yang mencurigakan. Perdana Menteri Han langsung saja melabuhkan tatapannya kepada Kepala Menteri Perang yang terlihat gugup. Mencurigakan.


"Silakan masuk!" teriakan raja yang mengejutkan membuat semua orang menoleh ke arah pintu utama istana.


"I-itu ... tidak mungkin! Tidak mungkin!"


"Teman, tolong pukul aku agar aku yakin ini bukan mimpi."


"Apa aku sudah gila? Apa aku salah atau itu memang ... "


Drap! Drap!


Langkah kaki seorang pria menghantam keras seluruh menteri. Pemuda berpakaian serba hitam, dengan pedang yang berada di antara sabuknya berjalan mendekat. Pemuda yang sangat terkenal itu kembali datang.


Sebelum melangkah lebih dekat dengan singgasana, pemuda itu menolehkan sedikit wajah kepada para menteri. Memberikan senyuman maut yang menampar kesadaran mereka semua.


"Selamat datang, putra mendiang Penasehat Negara, Tuan Muda Lee Young. Pemuda bangsawan kelas atas yang populer dengan banyak prestasi, yang masih hidup," sambut raja.


"Apa?!!!!"


Lee Young berjalan gontai saja dengan perasaan berkecamuk. Dia memasuki tempat itu dengan perasaan penuh dendam yang luar biasa panas. "Terimakasih, Yang Mulia." Lee Young berdiri di tengah.


Kasim Cho kembali mengangkat kertasnya. "Dengan ini, raja akan mempertimbangkan hukuman terberat yang pantas ditujukan untuk pelaku yang telah merencanakan pembunuhan terhadap Tuan Muda Lee Young. Menghilangkan kesadaran beliau selama bertahun-tahun lamanya. Dengan bukti yang berhasil dikumpulkan oleh raja sendiri, dibantu oleh Pangeran Hon mendapatkan informasi terperinci. Bukti semakin berat, karena ternyata korban masih hidup dan dapat memberikan keterangan." Habis sudah kertas itu dibaca. Kasim Cho menutup kertas itu, lalu mulai bersuara sembari menatap para menteri.


"Kepada pelaku terberat kita hari ini, orang yang terlibat dalam 5 kasus besar. Penyelundupan, perampokan, pencemaran nama baik, penjualan gadis di bawah umur sebagai budak, dan perencanaan pembunuhan yang beliau lakukan terhadap putra mendiang Penasehat Negara, maka aku panggilkan ... Kepala Menteri Perang sekaligus Ayah Mertua Pangeran Yul, serta ayah kandung jenderal istana--Won Bin--dan ayah dari menantu istana, istri Pangeran Yul ... dengan motif utama kejahatan adalah agar putranya berhasil meraih gelar tanpa saingan. Oleh karena itu, Anda dijatuhkan hukuman berat! Dan hukuman mati sebagai pertimbangan yang sedang dibicarakan!" teriak Kasim Cho setelah membaca.


DUAR!

__ADS_1


"Ha?! Apa? Apa aku tidak salah dengar?" Semua orang sangat terkejut. Rakyat malah semakin heboh karena tidak mempercayai apa yang mereka dengar.


Terbongkarnya kedok busuk Kepala Menteri Perang membuat Perdana Menteri Han spontan melotot tajam padanya.


Kepala Menteri Perang tidak terima, beliau melakukan penolakan terhadap tuduhan-tuduhan yang raja layangkan. "Yang Mulia! Itu semua tidak benar! Bagaimana mungkin aku membunuh putra temanku sendiri?!" bantah cepat Kepala Menteri Perang.


Raja tersenyum, "Kau masih menolak kenyataan? Padahal utusanku saat itu adalah orang yang sudah menyelamatkannya," jawab raja.


Lee Young menoleh pada orang yang sudah menghilangkan masa mudanya selama bertahun-tahun lamanya. Lelaki tua yang tampaknya suci tak berdosa itu bertekuk lutut di hadapan raja. Dia meringkuk meringis di tepi kaki Lee Young. "Bagaimana bisa? Aku tidak mungkin membunuh putra temanku sendiri. Kau tahu betapa aku dan Penasehat Negara dulunya sangat akrab, kan?" tangisnya berdalih.


"Itu semua fitnah! Fitnah keji!"


Suara teriakan berasal dari sudut lapangan. Won Bin, sang putra yang menghadiri persidangan itu bergegas maju menghadap raja. "Itu semua tidak mungkin! Ayahku bukan orang yang seperti itu. Ayahku tidak pernah melakukan kecurangan. Itu semua tidak mungkin terjadi!" bela putranya.


Raja memandangi kedua orang yang telah lama mengabdi untuk istana itu. Beliau melemparkan pertanyaan pada dua orang saksi. "Bagaimana, Pangeran Hon? Anda menyetujuinya?" tanya raja.


Pangeran Hon mengangguk, "Semua bukti sudah jelas, Yang Mulia." Lalu raja melemparkan pertanyaan terakhir pada Lee Young. "Bagaimana menurutmu sebagai korban, Tuan Muda Young?" tanya raja. Saat itu, Youra terperanjat tak percaya pada drama menyedihkan itu. Rasanya tidak mungkin, karena Kepala Menteri Perang adalah ayah dari sahabatnya sendiri, Ara.


Apakah itu ... alasan Ara menjauh? Dia hanya tidak ingin terlibat dan tidak ingin melibatkanku.


"Yang Mulia, hamba menyerahkan seluruh putusan itu kepada Anda. Hamba sudah memberikan pernyataan mengenai hal ini. Hamba hanya ingin keputusan yang adil. Jika memang bukti-bukti sudah sangat tepat, tetapi pelaku tidak ingin mengaku, bukankah hukuman terberat akan berlaku untuk seluruh keluarga?" jawab Young penuh hormat.


Youra berkeringat, dia tahu hukuman itu akan menyeret sahabatnya juga karena ayah dan kakaknya tidak mau mengaku. "Yang Mulia, apa itu artinya ... Ara dan bayinya yang tidak berdosa akan dihukum?" tanya Youra sedih.


"Ya, itu akan berlaku bagi pelaku yang memberikan keterangan palsu," jawab raja.


***

__ADS_1


#Akan ada boom update (update banyak episode), ditunggu ya. Terimakasih semuanya, maaf tidak sempat balas komentar. Semoga semuanya dilancarkan rezekinya. Aamiin ❣❣❣


__ADS_2