Bisakah Aku Melihatmu Lagi

Bisakah Aku Melihatmu Lagi
Aku adalah Milik Anda, Suamiku


__ADS_3

Angin bertiup kencang, menerbangkan puing-puing bangunan dan sesampahan yang saling bertabrakan. Hujan ikut turun menyertai awan gelap yang mengerikan itu. Sangat kencang. Mungkin, badai benar-benar datang.


"Yang Mulia Ratu, Putri Shin sudah beranjak dari sini. Suaminya telah datang menjemputnya. Anda beristirahatlah. Mengenai pelaksanaan hukuman untuk Kasim Cho, Dayang Nari, dan pengawal pribadi Putra Mahkota, semuanya harus ditunda dulu. Badai benar-benar akan terjadi, Yang Mulia." Salah seorang penasehat bagian kiri datang memberikan tanggapan mengenai situasi. Ratu Kim yang hampir saja tumbang membawa langkah pasrahnya menjauh dari singgasana. Dibantu oleh para pelayan setia.


Hari sudah malam. Malam yang mengerikan itu terasa sangat menakutkan. Namun, semua kengerian itu tidak berlaku untuk Pangeran Yul dan Ara yang sedang menuai kasih di dalam bilik mereka. Suami yang selama ini tidak pernah menganggapnya ada, perlahan-lahan mulai menunjukkan rasa kasih. Ara terbuai dalam hangatnya kasih sayang sang suami yang terus saja dia impikan.


***


Putra Mahkota sedang dilarut hasrat yang menggelora. Dia benar-benar menginginkan wanita yang amat dicintainya itu seutuhnya. Wanita yang telah dia cintai selama bertahun-tahun lamanya. Wanita yang saat ini telah menjadi istrinya adalah hak yang dapat ia sentuh sepuasnya.


"Lee Youra ... Sayangku." Panggilan dengan napas berat itu berhembus mesra di atas tubuh Youra.


Tepat setelah Youra meneguk minumnya, Putra Mahkota menggeser meja berisi penuh hidangan itu dengan keras karena sudah tidak dapat lagi menahan diri.


Dia menindih Youra di bawah tubuhnya yang wangi dan gagah. Youra terbaring pasrah, napasnya sesak tak terarah. Mata bulatnya nan indah melotot tajam pada wajah tampan suaminya. Dadanya yang berisi dan sangat disukai sang suami naik turun, semakin membuat Putra Mahkota bergairah.


Putra Mahkota menurunkan pandangannya. Menelusuri seluruh titik yang ada pada tubuh indah istrinya. Mulai menggapai dan menerka-nerka soal rasa yang telah lama disimpannya. Menjelajah liar hingga ia tersenyum tipis saat melihat bagian-bagian yang membuatnya sangat penasaran. Wajah penuh gairah Putra Mahkota yang sedang tersenyum nafsu benar-benar membuat Youra terpesona.


Putra Mahkota mengembalikan pandangan ke wajah sang istri. Dia merapikan rambut Youra yang sedikit menutupi wajah cantiknya. Membelai wajah itu, hingga tak ada satupun rambut yang menghalangi cantik wajah permaisurinya. Matanya menyatu, mulai memandangi bibir Youra dengan cara yang berbeda. "Sayangku, katakan padaku siapa yang memilikimu?"

__ADS_1


"Anda. Aku adalah milik Anda, Suamiku." Tak terasa Youra mengikuti seluruh kata hatinya dengan napas yang masih tersenggal. "Sebut namaku. Aku tidak pernah mendengarmu menyebut namaku." Putra Mahkota membelai mesra leher jenjang Youra yang menggoda.


Youra terpaku, menelan ludahnya sendiri. Saat tangan Putra Mahkota mulai menjelajah liar kemana-mana. "Youra ... kenapa kau diam saja? Kau tidak tahu nama suamimu sendiri?"


Youra masih membatu, karena tangan Putra Mahkota mulai membuka pita yang mengait gaun di dadanya. Karena Youra tidak menjawab, kembali Putra Mahkota menatapnya sedih. "Youra ... kau kejam sekali."


"Baek Hyeon. Pangeran Baek Hyeon, adalah Putra Mahkota yang sudah menjadi suamiku," pungkas Youra cepat. Putra Mahkota tersenyum, kembali melanjutkan ritualnya membuka pakaian Youra.


Youra yang mulai terpancing, menekuk tinggi lututnya. Hingga tidak sadar, kini pahanya tersingkap semua. Putra Mahkota melirik ke bawah sana. Pada kaki indah yang tak sengaja menyentuh bagian sensitifnya.


"Ma-maaf, maaf Suamiku." Youra semakin sesak dibuatnya, saat menyadari tak sengaja menyenggol bagian istimewa suaminya. "Kenapa harus minta maaf, pada yang telah menjadi milikmu?" Suara berat Putra Mahkota yang menggoda membuat suhu tubuh Youra meningkat.


Tak perlu pikir panjang bagi Putra Mahkota untuk menikmati bibir wanitanya yang memerah. Dia membawa bibir itu masuk ke dalam cintanya. Memainkan keadaan itu dengan insting liarnya sebagai seorang suami. Dia menguasai bibir Youra, hingga mengeluarkan suara desahan khas jantan yang dia miliki. Sangat jelas, Putra Mahkota benar-benar mencintai wanita itu. Tangannya sibuk membuka satu persatu pengait gaun Youra. Hingga akhirnya, dua bagian empuk yang sangat disukai sang suami telah terlihat semuanya, tanpa sehelai benang.


Youra terhanyut. Tak sadar mulai mengikuti permainan penuh emosi dengan cinta. Dia menyilangkan tangannya di belakang tubuh suaminya. Memeluknya, membalas ciuman itu dengan cara yang sama. Tangan mungil itu membuat rambut suaminya kusut. Ia benar-benar menikmati.


Setelah selesai bermain dengan bibir Youra, Putra Mahkota menurunkan bibirnya sampai ke leher Youra. Wanita itu menekan keras rambut suaminya hingga mendesah. Tapi, saat Putra Mahkota hendak melabuhkan bibir itu di dada Youra, Youra malah menahan tubuh suaminya. "Ss-suamiku ... "


"Jangan. Jangan menolakku lagi." Alis Putra Mahkota menunjukkan raut kecewa. Baru saja dia berada pada puncak kejayaannya sebagai seorang pria, Youra malah menghentikan itu tiba-tiba.

__ADS_1


"Apa pintu itu sudah dikunci?" Putra Mahkota menoleh sebentar, sebelum akhirnya mengangguk cepat. Dia tak ingin berlama-lama menahan diri, langsung saja melanjutkan aktivitasnya. Namun, Youra masih menahannya. "Sayang ... apa tidak sebaiknya, kita lakukan di atas tempat tidur?" tanya Youra sesak.


Pertanyaan Youra menyadarkan Putra Mahkota yang buta oleh gairah. Mereka masih di lantai tempat dimana mereka makan sejak tadi. Membuat Putra Mahkota kembali tersenyum. Dia menggendong tubuh Youra naik ke atas alas tidur, membaringkannya dengan lembut dan berhati-hati. Gaun Youra tak lagi menutupi lekuk tubuhnya. Dia terbaring di atas alas tidur itu dengan gaun yang telah terbuka semuanya. Putra Mahkota berdiri, membuka satu persatu pakaiannya. Dia kembali menindih tubuh Youra, tapi kali ini berada di bawah selimut tanpa apa-apa.


"Lee Youra, bolehkah aku memilikimu?" tanya Putra Mahkota sembari meraba-raba yang ada di balik selimut itu.


"Hmmpp ... bo-boleh. Boleh, Ss-suamiku." Youra menyilangkan tangannya di leher Putra Mahkota, seolah meminta diperlakukan lebih dari itu. "Kau tidak akan menyesal, atau membenci suamimu kan?" tanya Putra Mahkota sekali lagi menaruh harapan yang lebih. Youra menggeleng cepat. Raut wajahnya membuat Putra Mahkota semakin yakin untuk menerobos benteng pertahanan sang istri yang masih kokoh.


Dan sesuatu yang selama ini pangeran tampan itu inginkan, akhirnya terjadi. "Ternyata benar, aku memang yang pertama," bisik Putra Mahkota di telinga Youra dengan hembusan yang membuat Youra makin tak kuasa.


Putra Mahkota tak menginginkan wanita manapun selain Youra. Tak pernah membayangkan bercinta dengan gadis manapun selain Youra. Dia melakukan ini karena cinta. Setelah lama berkhayal soal kerinduan yang ingin segera ia lepaskan membuatnya sangat bahagia.


"Hmm, hah ... Sayangku." Dua tubuh itu telah menyatu menjadi satu di malam badai yang dingin dan menggairahkan. Lilin yang menemani mereka ikut padam, seolah mendukung hubungan yang sangat intim itu. "Sekarang, kau benar-benar adalah milikku." Putra Mahkota menciumi wajah cantik istrinya berkali-kali. Mengangkat tubuh gadis pasrah itu sambil bermain api. Youra tak dapat bersuara. Suaminya terlalu gagah, membuatnya menggeliat terus menerus. Suara desahan mereka bersahut-sahutan. Untung saja ini jauh di dalam hutan.


"Aku sangat mencintaimu. Sangat mencintaimu, permaisuriku." Putra Mahkota yang kuat bahkan mampu mengarahkan Youra sesuai keinginannya. "Sayangku berjanjilah untuk benar-benar mencintaiku. Kumohon jangan sakiti aku lagi, jangan tinggalkan aku. Aku benar-benar bisa mati." Putra Mahkota yang terlalu bahagia sampai menangis karena sangat menikmati. Dia sangat bahagia, karena selama ini Youra selalu menyakitinya. Youra memeluk tubuh pria yang telah membuatnya jatuh cinta itu di atas tubuhnya. Putra Mahkota melabuhkan dirinya di dalam pelukan Youra. Di bawah selimut, setelah asik bermain bersama gelapnya malam.


***


Catatan : Mohon maaf jika isi konten ini mengecewakan atau mengandung unsur yang dewasa. Maaf karena belakangan ini ceritanya hanya tentang keromantisan para pasangan saja 🤭😅😅 Semoga suka. Dan jangan lupa berikan komentar, like, dan votenya terimakasih kakak semua 💜

__ADS_1


__ADS_2