Bisakah Aku Melihatmu Lagi

Bisakah Aku Melihatmu Lagi
Keputusan Ratu Lee


__ADS_3

Hari ini Youra memimpin rapat. Ratu Kim hanya bisa memaksakan diri untuk pasrah dalam biliknya. Dengan angkuh Youra masuk melalui tengah pintu pertemuan. Disambut oleh salam penghormatan yang menggema.


Para menteri memandang penuh curiga, lantaran Youra bisa kembali dengan bantuan Pangeran Hon yang sangat tidak terduga. Wajah Youra sangat pucat. Bersama salah seorang pelayan dia memegang sebuah kertas yang tampaknya berisi sebuah keputusan.


Mata Youra sembab, sedikit menghitam. Mungkin karena dia tidak tidur dengan baik atau karena menangis semalaman. "Hari ini aku hanya ingin mengumumkan satu hasil keputusan." Youra menarik napas panjang, sebelum melanjutkan. "Bahwa ... "


Para menteri bergidik ngeri. Takut Youra kembali membuat keputusan yang tidak-tidak. "Bahwa aku yang akan memimpin tahta yang kosong untuk beberapa waktu ini."


"Apa?!" Para menteri saling berpandangan. "Yang Mulia ... bagaimana mungkin seorang wanita ... "


"Ini keputusanku yang mutlak!" Youra menoleh pada Perdana Menteri Han. "Ratu Kim resmi bergelar Ibu Suri. Tidak ada lagi yang mengagungkan beliau sebagai ratu. Karena tahta saat ini berada di tanganku."


"Tapi, Yang Mulia ... "


"Yang melanggar kesepakatan ini, dianggap sebagai pemberontak. Dan satu lagi ... " potong Youra cepat.


Para menteri melotot pada Youra. Mereka takut wanita itu akan kembali mengeluarkan keputusan yang merugikan bagi mereka.


"Dengan ini, aku tegaskan ... kasus penyelidikan untuk terdakwa Kasim Cho dan Jung Hyun akan dilanjutkan, karena adanya bukti palsu yang memberatkan." Youra membuka kertas yang telah dia bawa tadi. "Jung Hyun dijatuhkan hukuman mati atas tuduhan kasus pencemaran nama baik Putra Mahkota. Hal demikian dikatakan sebagai tindakan seorang pengkhianat yang patut dijatuhkan hukuman mati. Namun, biar kutanya satu hal pada kalian semua."


Youra terlihat sangat sesak saat memulai kata-katanya. Dia menuruni anak tangga singgasananya perlahan-lahan. "Mengumpat Putra Mahkota, menghujatnya, tidak melakukan tindakan apapun saat beliau terhina, tidak membantu petugas mencabut kertas berisi kebohongan tentangnya, menolak kepemimpinan beliau, menyebarkan gosip palsu di sekitar istana, menyebarkan fitnah keji kepada masyarakat, mengambil pajak atas nama beliau, menyusun siasat untuk melengserkan beliau, menuding beliau tidak bisa punya anak, melakukan perzinahan dengan anak sesama pejabat, melakukan pertemuan dengan Dinasti Qing secara diam-diam, menyusun strategi untuk menyerang perbatasan kawasan timur tanpa persetujuan Putra Mahkota, memakai nama beliau untuk mengendalikan tanah hak milik negara, dan ... " Setelah sudah Youra membaca isi kertas itu, kemudian dia kembali memandang para menteri.


Suamiku ...


"Sekarang katakan padaku, siapa diantara kalian yang merasa tidak pernah melakukan apa yang aku sebutkan barusan? Berikan pembelaan, maka aku akan mengampuninya. Namun, jika ketahuan berbohong ... bukan hanya kalian, anak istri dan menantu kalianpun akan dihukum gantung." Youra menuruni tangga terakhir, meneteskan air mata kemarahan. "Apa orang-orang seperti itu, yang kalian anggap bukan Pengkhianat? Apa kalian pernah melihat Jung Hyun dan Kasim Cho melakukan hal yang aku sebutkan tadi?! Jawab!" Para menteri terkejut-kejut lantaran suara Youra yang sangat lantang terdengar menakutkan.


... terimakasih.


Youra berjalan ke tengah. Tepat di hadapan para menteri yang jumlahnya ratusan orang, dia memutar tubuhnya memandangi satu persatu wajah mereka dengan deraian air mata. "Aku ... " Youra menarik panjang napasnya sekali lagi.


__ADS_1


"Kasus perampokan yang terjadi pada keluargaku, pada keluarga Tuan Lee Tae Hwon ...


... penyelidikannya resmi dibuka!"


Berkat Anda, aku bisa membalaskan ketidakadilan ini.


Seluruh mata membeliak tak terarah. Mereka saling berpandangan. Sahut menyahut melontarkan penolakan kepada Youra yang saat itu berdiri di tengah. "Yang Mulia ... itu tidak bisa dilakukan! Kasus itu sudah lama ditutup! Itu tidak akan pernah terjadi!"


SET!


Youra mengacungkan sebilah pedang di hadapan menteri yang baru saja bersuara. Dia menatap lama menteri itu. "Angkatlah lidahmu sekali lagi, melainkan aku akan memotongnya berikut dengan tenggorokanmu!" Satu persatu tetesan air mata itu terjatuh dari pelupuk. Suasana menjadi menegangkan.


"Aku ... ratu negeri ini bersumpah! Akan kubuka seluruh tabir yang telah kalian tancapkan sejak lama!"


TUS!


Youra menancapkan pedangnya di atas tempatnya berdiri.


Yang Mulia ... Anda dimana?


***


Menguningnya langit mencuri perhatian seluruh orang. Rakyat berhamburan keluar dari kediaman. "Badai berakhir! Badai berakhir!"


Jung Hyun berdiri dari duduknya. "Kasim Cho! Lihatlah langit tiba-tiba saja menguning! Keadilan ... keadilan akan segera tiba!" Semuanya akan segera kembali pada jalannya!"


Kasim Cho menjinjit untuk melihat ke arah luar. Tampaklah langit yang selama ini gelap seperti malam, lambat laun kian menjadi cerah. Air matanya tak berhenti mengalir. "Tampaknya, negeri ini telah menemukan tuannya."


Kasim Cho bersimpuh di atas lantai sel karena terharu!. Berlinangan air mata bersamaan Jung Hyun yang sedang bersedih. Tiba-tiba saja Kasim Cho terkesiap. "Jika kau dan aku, serta Tuan Muda Lee Young masuk penjara ... kenapa Pangeran Hon bebas dari penahanan?" tanya Kasim Cho dengan wajah risaunya.


Jung Hyun spontan menoleh pada Kasim Cho. "Pangeran Hon dalam bahaya! Anda benar! Semua yang berhubungan dan membela Putra Mahkota dilenyapkan. Saat ini Pangeran Hon sedang mencari Putra Mahkota. Karena itu, pasti ada seseorang yang ingin mencelakai beliau!"

__ADS_1


"Pengawal!" teriak Jung Hyun dari balik sel. Salah seorang opsir yang berada di pihak mereka mendekat. "Ada apa, Tuan?"


"Tolong cepat cari Pangeran Hon! Pastikan dia tidak meninggalkan istana!" balas Jung Hyun. Opsir itu pun berlari panik secepat kilat.


Saat yang bersamaan, seorang dayang berteriak. "Dayang Nari sudah sadar, cepat bawa dia bersembunyi di bilik Ratu Lee!" Seluruh dayang Youra berlari menuju tempat Dayang Nari dirawat. Tampaknya ada hal genting yang sedang mereka persiapkan.


***


Di sisi lain Istana, Ibu Suri (Ratu Kim) berlari meninggalkan kediaman menuju kediaman Pangeran Yul dengan wajah panik ketakutan. Para dayang dan opsir mengejar beliau hingga sampai di kediaman Pangeran Yul.


"Ibu?" heran Pangeran Yul. Ini pertama kalinya sang ibu keluar dari istana. Ratu Kim dengan napas tersenggal-senggal memegang pundak putranya dengan kekalutan luar biasa, hampir saja terjatuh. Pangeran Yul menahannya.


"Adikmu ... selamatkan dia! Seseorang akan melenyapkan Hon karena sudah membawa Ratu Lee kembali! Cepat!" Sesaaat setelah ratu menyampaikan hal menegangkan itu, dia pun terjatuh lemah tak sadarkan diri.


"Hon?" Pangeran Yul tak perlu pikir panjang untuk segera menyusul Hon di desa Timur.


Beberapa pemanah yang entah di utus oleh siapa berlarian menuju Desa Timur untuk menyerang Pangeran Hon. Pangeran Hon yang tidak tahu apa-apa itu berjalan santai saja menyisir desa tanpa ada kecurigaan. Dia sedang menyusun strategi untuk menemukan Putra Mahkota. Hidup atau mati.


Mengendap-endap mereka mengikuti pangeran tak berdosa itu, hendak membunuhnya. Saat itu, Pangeran Yul bahkan menabrak apa saja yang ada di hadapannya karena terburu-buru untuk menghentikan langkah sang adik.


"Hon!" Teriakan Pangeran Yul yang sangat keras, berhasil mengejutkan Pangeran Hon dan musuh yang hendak melepaskan panah-panah mereka. Pangeran Hon terkejut, tatkala sebuah panah hampir saja menembus dadanya.


"Lari!" tambah Pangeran Yul.


***


Note :


Hai pembaca setia semua, tidak lama lagi Novel ini akan mendekati tamat. Menurut kalian, siapa nih yang sudah membunuh ayah dan ibu Youra? Dan siapa dalang di balik pembunuhan yang terjadi pada Lee Young? Dan, kalian lebih suka Youra hidup di desa, atau di istana nih?


Semoga hasilnya sesuai harapan kalian ya.

__ADS_1


Terimakasih sudah selalu datang. Ditunggu kelanjutannya ya 💞💞💞 Semoga tidak bosan. Maaf kalau ada keterlambatan 💞💞💞💜 Untuk yang udah vote, komen, like, dan yang kasih tips terima kasih banyak berkali-kali author sampaikan, kepada kalian semua 💜 Semoga kebaikan kakak semua mendapat balasan yang jauh lebih dari apa yang sudah kakak berikan untuk author, Aamiin. Jangan lupa jaga kesehatan ya❣


__ADS_2