
Saat yang bersamaan raja merasakan tekanan yang begitu berat di dadanya. Sangan sulit baginya memutuskan hukuman yang paling adil untuk orang-orang yang selama ini sangat ia percaya tidak akan berkhianat. Lee Young memandang ke arah singgasana dan merasa sangat iba. Pasti berat bagi raja untuk menghukum keluarganya sendiri.
Sebelum masuk pada hukuman terberat, Sekretaris Negara membacakan hasil keputusan raja untuk Ha Sun, suami Putri Shin yang merupakan mata-mata musuh.
"Selanjutnya hukuman untuk Ha Sun, putra tunggal Kepala Menteri Keuangan dan Perpajakan yang terlibat dalam kasus pencurian informasi istana, penipuan identitas, penggelapan uang pajak, pengkhianatan, penjualan gadis dibawah umur kepada negeri musuh, serta kejahatan pribadi seperti pemerkosaan hingga menyebabkan kematian, menculik, menggugurkan bayi, dan kekerasan terhadap istri yang merupakan putri raja satu-satunya ... secara resmi dijatuhkan hukuman kurungan bawah tanah minimal seumur hidup, atau hukuman gantung sebagai keputusan terakhir!"
TOK! TOK!
Hukuman untuk kejahatan kelas akhir tingkat menengah itu resmi selesai dibacakan. Selanjutnya para opsir berlarian masuk, membawakan kertas keputusan terakhir raja soal empat tersangka berat hari itu.
Raja memejamkan matanya, berusaha keras menahan tangisnya untuk keputusan yang satu ini.
"Baik, yang terakhir adalah keputusan untuk empat terdakwa dengan kasus terbesar sepanjang sejarah. Kita mulai dengan membacakan hasil putusan akhir untuk Putri Shin, putri sulung raja yang terlibat dalam pembunuhan mendiang Yang Mulia Ratu Kim. Kepada para petugas, mohon tersangka dibawa masuk."
Semua orang menyatukan kedua tangan mereka. Mereka tahu itu adalah keputusan yang berat bagi raja, dan mereka tahu keputusan apa yang tepat untuk Putri Shin. Namun, mereka masih berharap untuk sebuah keajaiban, mengingat betapa mulianya Putri Shin di mata semua orang. Sangat cantik, sangat cerdas, ceria, ramah, rendah hati, dan suka berbagi. Rasa sakit itu tidak hanya dirasakan oleh keluarga saja, tetapi juga oleh hampir seluruh rakyat.
Pangeran Hon dan Pangeran Yul tak dapat lagi menahan tangis, saat kakak mereka dibawa masuk dengan pakaian lusuh yang tidak mencerminkan dirinya sama sekali. Perut Putri Shin sudah membesar. Hari ini atau beberapa hari lagi, mungkin dia akan segera melahirkan. Sayang sekali, dia harus menikmati sisa terakhir kehamilan kemarin di dalam penjara.
Jung Hyun mengepal erat tangannya, melihat gadis yang sangat dia cintai berwajah pucat dengan perut sebesar itu. Bagaimanapun juga, Putri Shin sedang mengandung bayinya.
__ADS_1
Raja terjatuh dari singgasana. Kasim Cho dan Jung Hyun memapah raja untuk kembali berdiri. Raja terisak hingga giginya terlihat. Mungkin pedih, karena selama ini Putri Shin adalah orang yang sangat sangat berharga dan sangat baik kepadanya. Bayangkan saja, saat seluruh orang membencinya ... kakak perempuannya itulah satu-satunya orang yang menyayanginya. Mengajaknya bermain, menyisirkan rambutnya, membawanya keluar, dan satu-satunya orang yang tak takut menceramahinya.
"Putri Shin, Anda sudah siap?" tanya Sekretaris Negara. Putri Shin hanya mengangguk, sesekali menyeka air matanya.
Jung Hyun memejamkan matanya. Sangat sulit baginya menahan tangis yang sejak tadi ingin tertumpah.
"Baik, kita akan membacakan hasil keputusan terakhir hari ini."
"Putri Shin, putri pertama istana sekaligus putri satu-satunya raja yang telah lama menjadi teladan bagi banyak masyarakat telah terbukti melakukan kejahatan terberat dalam sejarah, yakni menyembunyikan kasus pembunuhan yang telah terjadi kepada mendiang Ratu Kim. Hukuman pancung yang sudah ditetapkan, yang akan dilaksanakan setelah beliau melahirkan, secara resmi dibatalkan!"
Semua mata lantas terbelalak tak percaya. Raja negeri ini benar-benar bermurah hati. Padahal akibat kesalahan Putri Shin itu, raja jadi hidup menderita selama bertahun-tahun.
"Dibatalkan?"
Putri Shin langsung tersentak, memegangi perutnya dengan tangis yang menyeluruh.
"Putri Shin, adalah salah satu orang yang sudah menyelamatkan nyawa raja dari berbagai ancaman. Beliau meletakkan bunga di atas kuburan mendiang Ratu Kim setiap hari. Memiliki banyak kontribusi sejak remaja. Beliau adalah satu-satunya putri yang dikirim ke Dinasti Qing guna belajar dan berhasil mempersaudarakan dua negara sekaligus. Menyumbangkan 70 persen kekayaannya untuk rakyat. Menggali sumur secara gratis di tengah pemukiman tanpa sepengetahuan istana. Membangun panti untuk anak dan lansia terlantar. Pembangunan rumah sakit umum yang dibiayai selama lebih dari 7 tahun olehnya juga memperoleh berkah luar biasa untuk negeri. Bersama Pangeran Hon dan Tuan Muda Jun, ikut membiayai lokasi pemasaran kebudayaan. Putri Shin, meletakkan tanda tangannya di atas batu pelestarian hutan kawasan pinggiran. Oleh karenanya, istana telah menerima lebih dari seribu tanda tangan petisi penolakan hukuman mati untuknya. Lebih dari separuh masyarakat menolak hukuman mati."
"Dan, tanpa terikat oleh bujukan dari pihak manapun, raja secara mutlak memutuskan tidak ada hukuman mati untuk Putri Shin!"
__ADS_1
"Hukuman berubah berdasarkan undang-undang yang berlaku. Secara terhormat, Putri Shin resmi diusir dari istana! Seluruh gelar dan fasilitas akan segera dicabut! Beliau diusir dari istana tanpa membawa apapun! Gelar bangsawan dan Putri Raja yang melekat pada Kim Shin-Ah atau yang biasa kalian kenal sebagai Putri Shin resmi dicabut! Putri Shin akan segera dikirim sebagai budak setelah melahirkan. Namun, beliau tidak diasingkan dan tidak pula dikirim jauh dari negeri. Jika status budaknya telah ditebus, beliau berhak hidup dan tinggal dengan bebas di negeri ini kembali sebagai rakyat biasa, bukan lagi putri raja, atau bukan pula bangsawan!"
Entah kenapa keputusan raja membuat Putri Shin tersenyum lega. Dia menangis tersedu-sedu tetapi seperti sangat lepas dan bahagia. Dikirim sebagai budak memang menyedihkan, tapi setidaknya dia masih bisa melihat anaknya nanti.
Raja mendekat pada sang kakak, memeluknya untuk yang terakhir kalinya. "Kakak, maafkan aku. Hanya ini yang dapat aku lakukan untuk menyelamatkanmu," terisak raja memeluk kakaknya.
Putri Shin menyentuh kedua pipi adiknya itu. "Jangan seperti itu. Aku sudah lelah menjadi seorang putri. Terkadang menjadi budak membuatku penasaran." Putri Shin menghapus air mata raja dengan jempolnya. "Jadilah raja yang adil dan baik seperti dirimu. Apa kau ingat saat kau masih kecil? Aku memukul lenganmu karena sudah menangis. Jadi berhentilah menangis, agar aku tidak memukul wajahmu juga." Meski dalam keadaan yang menyedihkan, Putri Shin masih sempat bergurau dengan adiknya.
Jung Hyun memandangi wajah kekasihnya, ikut tersenyum bersamanya dari kejauhan.
Sekretaris Negara mengambil kembali kertas yang lain, setelah Putri Shin diiring menjauh dan raja kembali ke singgasana.
"Selanjutnya untuk Ibu Suri atau yang kalian kenal dulu sebagai Ratu Kim, telah terbukti melakukan pembunuhan berencana kepada mendiang Yang Mulia Ratu Kim terdahulu. Kejahatan ini termasuk sebagai tindakan pengkhianatan dan pemberontakan, berdasarkan undang-undang yang berlaku. Hukuman mati dengan meminum racun adalah satu-satunya, tetapi raja secara istimewa menggunakan Hak Grasi (Hak khusus baginya untuk mengurangi atau meniadakan hukuman bagi tersangka yang dijatuhkan hukuman mati) kepada Yang Mulia Ibu Suri. Oleh karena itu, hukuman itu masih dalam observasi dan pertimbangan! Hukuman akan segera diumumkan setelah peninjauan berakhir!"
Mendengar raja yang masih mempertimbangkan hukuman mati untuk Ibu Suri membuat semua orang tak habis pikir. Raja terlalu berbaik hati untuk orang yang sudah menghancurkan hidupnya. Pangeran Hon, Pangeran Yul, san Putri Shin merasa malu dan terpojok.
"Berikutnya, untuk Perdana Menteri Han! Bawa pelaku berat ini masuk!"
Kreet!!
__ADS_1
Pintu utama istana dibuka. Para opsir menyeret Perdana Menteri Han masuk ke lapangan, berikut dengan Jun.