Bisakah Aku Melihatmu Lagi

Bisakah Aku Melihatmu Lagi
Kembalinya Sang Pewaris Tahta


__ADS_3

"Yang Mulia ..."


Seluruh mata membeliak menatap kedatangan seorang pria yang turun dari tandu mewah. Pria yang selama ini memakai penutup wajah, kali ini dia berjalan di hadapan semua orang tanpa penutup wajahnya.


"Selamat datang, Yang Mulia Raja." Serentak suara itu bersahut-sahutan sembari membungkukkan setengah tubuh. Para rakyat menangis tersedu-sedu, sementara para menteri saling melempar takut. Youra masih berdiri di tempat, air matanya menetes jatuh tiada henti.


"A-apa itu? Apa itu benar-benar Yang Mulia Raja?" bisik para menteri saling melempar pandang.


"Tidak mungkin. Jelas-jelas dia tewas di tangan musuh," sambung yang lainnya.


"Bagaimana bisa kita mempercayai itu? Wajahnya bahkan tidak pernah kita lihat. Semua orang tahu dia buruk rupa. Bagaimana mungkin dia bisa setampan itu?" Terus-terusan para menteri menolak kenyataan.


"Wah! Terkutuklah aku membenci Sang Pewaris Tahta. Seluruh rumor buruk itu sudah jelas palsu dan penuh kebohongan! Raja kita berwajah tampan dan berhati mulai! Hidup Yang Mulia!"


"Hidup, Yang Mulia Raja Baek Hyeon!" Jawab serentak para rakyat yang menangis bahagia.


Sebelum pemuda itu tiba di hadapan Youra, ia berhenti sejenak untuk mendengar suara rakyat. Ini pertama kalinya dia mendengar rakyat menyebut namanya, setelah bertahun-tahun lamanya mereka menghujat dan menghinanya.


Waktu seolah berjalan lambat, bagai adegan gerak lambat dalam sebuah pemutaran DVD. Pemuda itu berjalan cepat ke arah Youra yang menangis dengan perut yang sudah membesar. Dia berhenti sejenak di hadapan gadis itu, hanya sekedar melihatnya menangis.


Youra terisak-isak bahkan semakin menjadi-jadi. "Kenapa lama sekali?" tanya Youra tersenggal-senggal. Pemuda itu menyeka air mata Youra yang habis bertumpahan sembari tersenyum.


"Kenapa Anda lama sekali meninggalkan aku?" Youra tak mau lama-lama menahan diri. Tak peduli meski sedang diperhatikan banyak orang, dia mendekat pada suaminya dan langsung memeluknya. "Anda tega sekali padaku!" Youra memukul-mukul dada suaminya saat berada dalam dekapan hangat tubuh yang sangat dirindukannya.


Pemuda itu melihat dengan jelas perut Youra yang membesar. "Permaisuriku, apa ini ..."


"Ya, aku sedang mengandung putra Anda." Jawaban Youra lantas membuat pemuda itu berjongkok, mengecup perut sang istri dengan sangat gembira. Dia kembali berdiri melabuhkan kecupannya lagi di dahi sang permaisuri. Semua rakyat menangis haru melihat dua orang yang saling mencintai itu berpelukan.


Hong Jin-Yi tersenyum senang, lalu memutar tubuhnya untuk pergi dari tempat itu secepatnya. Ada perasaan senang sekaligus sakit melihat bagaimana pujaan hatinya kembali ke istana.

__ADS_1


"Hong Jin-Yi." Suara berat itu menghentikan langkah Jin-Yi yang mulai menjauh. Dia segera memutar tubuhnya menghadap raja dan ratu. "Terimakasih," sambung pemuda itu padanya.


"Setiap kandidat istri Putra Mahkota yang tidak terpilih dilarang untuk menikah dengan pemuda manapun karena status tradisi. Dan aku ... aku membebaskan statusmu. Menikahlah dan hiduplah lebih baik." Perkataan mutlak sang raja berhasil membuat Hong Jin-Yi kembali tersenyum. Dia membungkukkan tubuhnya untuk undur diri.


Saat itu seluruh orang berteriak kagum.


"Hidup Yang Mulia Raja dan Ratu!"


"Hidup Yang Mulia Raja dan Ratu!"


Belum lama suara kebahagiaan itu mengudara, para menteri bersiap melakukan penolakan. "Tunggu! Bagaimana mungkin kami percaya kalau orang ini adalah raja?"


"Benar! Jika beliau memang raja, apa buktinya? Jelas-jelas dia dikabarkan tewas! Kami bahkan tidak pernah melihat wajahnya!" Kalimat penolakan yang keluar dari mulut para menteri ditepis Sekretaris Negara dengan cepat.


"Ratu telah menjadi saksi di hadapan kita semua! Dan aku bersedia menjadi saksi di hadapan kalian semua!" pungkas Sekretaris Negara. Seluruh menteri akhirnya menundukkan kepala karena malu. Sementara itu, Perdana Menteri Han hanya diam saja mematung di tempat. Pada saat itu rakyat tak berhenti berteriak, hingga malam terlihat lebih indah dari sebelumnya. Langit dihiasi bintang-bintang yang berkelipan. Bahkan terlihat jauh lebih baik dari malam-malam sebelumnya. Pulangnya sang pewaris memang begitu sangat mengesankan. Banyak air mata yang tumpah karena kebahagiaan itu tiada tandingnya.


Rakyat bersorak bahagia, lantas berbondong-bondong menghiasi istana dengan teriakan dan nyanyian mereka untuk merayakan pulangnya sang pewaris yang telah lama dikabarkan meninggal. Pertemuan mengharukan itu hanya berjalan singkat lantaran keamanan Youra dan raja dalam keadaan yang masih berbahaya.


***


"Raja telah kembali!" Seluruh opsir berlarian menyebar berita kebahagiaan itu ke seluruh titik tak terkecuali.


Jung Hyun dan Kasim Cho lantas saling berpandangan. "Yang Mulia Raja ... Putra Mahkota ... benar-benar telah kembali?" tanya Jung Hyun terperangah.


Seorang opsir dengan wajah sembabnya mendekat ke sel. "Benar. Raja Baek Hyeon telah kembali." Akhirnya tangis di penjara ikut pecah.


***


Di kediaman raja, Youra duduk memojok di sudut ranjang suaminya. "Permaisuriku, kau marah padaku?" tanya raja (Putra Mahkota yang telah berubah gelar). Raja menarik wajah Youra untuk memandangnya. Menggoda wanitanya untuk berhenti merengut.

__ADS_1


"Jangan memalingkan wajahmu, Permaisuriku." Perkataan sang suami membuat Youra kembali memandang wajahnya. "Mengapa Anda tidak mengirimkan pesan atau kabar? Aku sangat takut kehilangan Anda." Youra melabuhkan tubuhnya di dada bidang suaminya yang sedang duduk bersandar.


Raja membalas pelukan itu lebih erat. "Maafkan aku. Maafkan aku, Permaisuriku." Raja mengecup kepala sang istri dengan cinta. Kerinduan terdalam yang telah lama mereka simpan.


"Suamiku," panggil Youra.


"Hm?" balas raja yang masih sibuk mengecup dahi istrinya.


"Bagaimana Hong Jin-Yi membawa Anda kembali?" tanya Youra penasaran. Raja menarik bibirnya. Dia membawa Youra berbaring dalam pelukannya. Sambil mengelus-elus perut permaisurinya, raja mulai memandang wanita yang sangat dicintainya itu untuk segera bercerita.


"Aku tidak begitu ingat apa yang terjadi. Seseorang berusaha membunuh dan melenyapkan aku, tetapi beberapa prajurit yang dikirim Hong Jin-Yi menyelamatkan aku. Dia sangat berjasa dalam negeri ini. Dia mengirimkan beberapa prajurit untuk menjaga kita secara diam-diam, dan menukar emas dengan ladang pertanian yang dijajah negeri musuh."


Youra mendongak melihat wajah suaminya. "Anda baik-baik saja selama ini, kan?" tanya Youra. "Aku tidak pernah dalam keadaan baik jika permaisuriku tidak ada." Wajah polos sang raja terlihat begitu tulus. Seperti biasa, dia selalu saja berbicara dengan wajah seriusnya. Bukan sekedar gombalan atau kata-kata manis belaka, beliau selalu tulus dan jujur tiap kali berbicara. "Jangan berkata seperti itu, aku sedang serius Suamiku."


"Aku tidak bisa makan dan tidak bisa tidur karena tidak ada Lee Youra. Aku takut terjadi sesuatu yang buruk pada wanita yang sangat kucintai ini. Dan aku bisa sedikit tenang, setelah mendapat kabar bahwa istriku dibawa oleh Pangeran Hon." Raja mendekatkan wajahnya pada sang istri, menatap lekat lekuk bibir indah sang permaisuri.


"Kau yakin, ingin hidup di istana? Jika kau tidak yakin, aku akan melepaskan tahta ini untukmu dan anak kita."


Pertanyaan ini, mungkin akan menjadi pertanyaan terakhir tentang pilihan paling sulit. Hidup di istana memang sangat menyedihkan dan menyakitkan. Mereka hidup kesepian dan tidak punya teman, tidak seperti orang-orang yang hidup di desa. Jika hidup di desa, mereka bisa sepuasnya menikmati hidup singkat ini dengan jalan yang mereka pilih sendiri, tetapi ...


"Rakyat membutuhkan pemimpin seperti Anda, Suamiku." Youra meraih wajah suaminya. "Bersama-sama, aku siap mendampingi Anda di istana ini selamanya. Mari kita ubah kehidupan suram di istana ini menjadi lebih berwarna. Dan ungkap semua kebenaran secepatnya."


"Kau yakin?" tanya sang raja sekali lagi.


Youra mengusap wajah suaminya dengan tatapan cinta. "Ya, aku yakin."


"Yang Mulia!" Baru saja raja ingin mencium istrinya, tiba-tiba raut Youra berubah sedih. "Kita tidak bisa bermain-main seperti ini. Jung Hyun dan Kasim Cho tidak bisa dilepaskan karena bukti palsu yang sangat memberatkan. Dan kakakku ... kakakku hilang dari penjara. Kita harus segera bertindak." Hampir saja Youra lupa karena terbawa emosi rindunya.


Raja menahan Youra untuk tak beranjak dari sana. "Tenanglah, Lee Young bersamaku. Aku sudah menyusun segalanya."

__ADS_1


__ADS_2