Bisakah Aku Melihatmu Lagi

Bisakah Aku Melihatmu Lagi
Menemui Putra Mahkota


__ADS_3

Para pelayan saling berpandangan iba. Youra meraba-raba dinding kediamannya untuk menopang jalannya yang mulai gelap. Ada sesuatu yang mencengkram jantungnya. Kenyataan pahit yang tak pernah ingin dia dengar.


"Lee Youra, sampai kapan kau terus menyakiti aku?"


"Jika tidak bisa mencintai aku, tidak bisakah sedikit saja kau mengasihani aku?"


"Kita berpisah, hanya jika aku mati."


Bruk!


Youra terpuruk jatuh ke atas ubin kediamannya. Menggenggam dadanya erat-erat. Betapa sedihnya, kehilangan seseorang setelah jatuh cinta padanya.


"Yang Mulia, Anda sangat tidak sehat." Para pelayan membantu Youra berdiri. Youra tak peduli. Dia meraih jubah mewahnya, menutupi seluruh tubuhnya.


"Tolong antar aku bertemu kakakku di belakang istana," lirih Youra sangat sesak.


Mereka semua mengantar Youra bersamaan. Air mata mereka menciptakan deras yang jauh lebih buruk dari hujan. Malam yang begitu dingin. Gerimis perlahan-lahan membasahi mereka. Di belakang istana seorang pria berparas tampan dengan bekas luka di dahinya sedang berdiri hujan-hujanan.


Youra tak pikir panjang saat melihat wajah itu. Ia berlari masuk ke dekapan sang kakak. "Kakak!"


Youra menumpahkan seluruh air mata itu dalam pelukan sang kakak. Begitu putus asanya, bahkan wajah Lee Young pun tak dapat berbohong soal kenyataan yang terjadi. "Kumohon, bawalah aku bertemu dengannya. Selama ini, aku bahkan tidak pernah memperlakukannya dengan baik. Kakak ... tolonglah aku ..." Youra memohon pilu dalam pelukan itu. Terisak hingga suaranya tak terdengar lagi. Dayang Nari mendekat pada Youra, menutupi kepala dan wajahnya. Mereka kembali ke istana secepatnya, agar tak ada yang mengetahui.


"Ayo, kita akan menemui suamimu."


Youra masuk ke dalam tandu yang sudah kakaknya siapkan. Mereka mengiring Youra sangat lama. Hujan adalah satu-satunya yang menghambat perjalanan mereka. Youra dengan rasa tidak sabar itu terus saja menyatukan kedua tangannya. Terus saja berdoa tiada henti.


Tiba-tiba, Young meminta para pengangkat tandu berhenti. "Ada yang mengikuti kita." Young berbisik dari luar. Dia membuka tandu Youra, "Kita harus berjalan kaki. Kita harus mengecoh mereka," bisik Young lebih menegangkan. Para pengangkat tandu memutar rute mereka. Sementara Young membawa Youra ke sisi lain.


Young membuka jubahnya, melapisi sang adik lebih tertutup lagi. "Ayo," Young membawa Youra dalam dekapannya. Wajah sang adik sangat pucat. Jelas, Youra sangat takut kehilangan Putra Mahkota. Dia pasti sedang bergulat dengan rasa menyesalnya. Mereka menuruni lembah yang curam. Sangat gelap dan menakutkan. Namun, Youra sangat semangat dan tidak menyerah sedikitpun.


Tak lama setelahnya, mereka sampai di sebuah gubuk gelap yang tengah diawasi oleh banyak orang berpakaian yang sama dengan kakaknya. "Apa kita sudah sampai?" tanya Youra dengan napas sesaknya.

__ADS_1


Lee Young mengangguk. Youra lantas berlari ke dalam gubuk itu tertatih-tatih. Lee Young ikut mengejarnya.


"Yang Mulia ... "


Semua orang yang ada di dalam lantas memandang ke arah pintu. Lee Young mendekat setelahnya. "Aku telah membawa istri Putra Mahkota," sapa Young.


Semua orang membungkukkan tubuh mereka pada Youra. Di tengah sana seorang pria terbaring lemah, tak sadarkan diri. Youra berlari mendekat. Semua yang ada di dalam termasuk Young keluar meninggalkan mereka berdua di dalam.


***


Di istana, kepergian Youra sampai ke telinga Ratu Kim (berubah gelar menjadi Ibu Suri) yang sedang terbaring sakit. Meski begitu, dia tak pernah menyerah memikirkan cara untuk menyingkirkan Youra dari sana.


"Tutup semua gerbang istana! Katakan pada semua orang bahwa ratu telah kabur dari sini! Dan pastikan dia tidak bisa lagi kembali!"


Ratu mengeluarkan titah untuk menjebak Youra.


***


Sedangkan saat itu di gubuk, Youra tengah bersimpuh di sebelah tubuh suaminya yang tak sadarkan diri. Air matanya satu persatu membasahi pertemuan itu. Wajah sang suami sangat pucat. Di tangannya ada banyak luka yang saling bertaut. Perut Putra Mahkota tak berhenti mengeluarkan banyak darah. Memang tak lagi menunjukkan kemajuan, keadaan Putra Mahkota tak lagi memiliki sebuah harapan. Bibir merah Putra Mahkota bahkan ikut memutih.


Youra meraih tangan pucat itu, menggenggamnya mesra. "Suamiku ... " Youra memeluk tangan Putra Mahkota. Akhirnya tangisnya kian memecah. Bahkan seluruh pemuda yang sedang berdiri di luar gubuk ikut menangis karena mendengar.


"Yang Mulia, aku berjanji ... aku berjanji, aku tidak akan menyakiti Anda lagi. Waktu itu, Anda ingin aku menggenggam tangan Anda kan? Mulai sekarang aku akan selalu melakukannya."


Youra kembali menggeser tubuhnya. Pelan-pelan meraih wajah Putra Mahkota. Menyentuhnya mesra. "Anda bilang, Anda suka melihat aku menggerai rambutku. Aku akan menggerai rambutku, setiap kali kita bertemu."


Youra melabuhkan kepalanya bersandar di dada bidang Putra Mahkota. Dia memeluk tubuh lemah itu sangat erat, tak ragu sedikitpun. "Anda dingin sekali, Yang Mulia. Anda pernah memintaku untuk memeluk Anda kan? Sekarang aku sudah melakukannya. Apa Anda tidak dapat merasakannya? Bangun ya, suamiku, ya?"


Sangat lama Youra memeluk tubuh itu. Dia bahkan tak ingin melepaskannya.


"Yang Mulia, aku dengar Anda sangat suka kue beras, kan? Aku akan membuatkannya sendiri dengan tanganku. Aku sangat pandai memasak, apa Anda tidak ingin mencoba masakan istri Anda?"

__ADS_1


Youra mengangkat kepalanya. Dia menghapus air matanya cekatan. "Anda tampan sekali, Yang Mulia." Youra meraba wajah Putra Mahkota sangat lembut, tersenyum sambil menangis melihatnya. "Yang Mulia, Anda marah padaku ya? Makanya Anda tidak mau bangun? Aku tidak punya hubungan apapun lagi dengan pria lain. Tolong, berikanlah aku kesempatan menjadi istri yang baik untuk Anda." Youra sangat putus asa, saat menyadari tubuh itu terlalu pucat untuk memperlihatkan tanda-tanda kehidupan.


"Yang Mulia ... "


"Kumohon bangunlah. Aku mencintai Anda."


Youra menundukkan tubuhnya, tanpa keraguan. Malam itu, angin menjadi saksi menyedihkan mereka. Youra perlahan-lahan mendekatkan wajahnya pada Putra Mahkota. Gadis malang itu, mencium bibir suaminya yang terlelap panjang, untuk pertama kalinya.


***


Dayang Nari mengirimkan pesan dari istana. Ratu Kim telah menutup semua gerbang. Beliau mengumumkan kepergian Youra dari istana. Saat ini, istana Youra sedang dikawal ketat oleh pengawal. Menjebak Youra agar tidak kembali ke istana. Ratu Kim mengirim petugas untuk mencari Youra dan menuntutnya atas kepergiannya dari istana.


"Untuk saat ini, permaisuri Putra Mahkota tidak boleh pergi dari sini. Para petugas istana sedang mencarinya. Ratu telah mengetahui kepergian permiasuri. Ini pasti ada yang sudah mengkhianati kita." Jung Hyun menyampaikan pendapatnya pada para pengawal.


***


Lee Young mendekati gubuk itu, hendak memanggil adiknya karena tak keluar sejak tadi. "Youra," panggil sang kakak. Tidak ada jawaban apapun dari dalam. "Youra, apa kau baik-baik saja?" sekali lagi Young memanggil, tetapi tetap tidak ada jawaban. Young akhirnya memutuskan untuk mengintip sedikit.


Menyedihkan, pemandangan yang dia lihat sangat menyedihkan. Youra terlelap di sebelah suaminya. Dia memeluk tubuh dingin itu di bawah selimut dengan kasih sayang.


***


"Apa dia sekejam itu, hingga begitu sangat menyesal?" tanya Young pada Jung Hyun.


Jung Hyun menundukkan wajahnya. Bahkan tak sanggup mengatakan atas apa yang sudah Youra lakukan pada Putra Mahkota selama ini.


"Putra Mahkota sangat kacau, setelah menemukan surat yang dikirim Permaisuri Lee untuk pria lain. Pasti Putra Mahkota sangat terluka. Beliau bahkan jatuh sakit setelahnya. Permaisuri tidak pernah mengunjungi suaminya."


"Apa itu artinya, Youra berbohong soal kehamilannya?" tanya Young curiga.


"Tabib istana membenarkannya, tapi rasanya tidak mungkin. Karena permaisuri selalu menolak kedatangan Putra Mahkota ke kediamannya."

__ADS_1


Jawaban Jung Hyun melempar jauh pikiran baik Young. Saat ini, ada hal yang jauh lebih mengancam daripada semua yang telah terjadi. Jika Youra berbohong soal kehamilannya, itu artinya Youra harus bersiap mendapatkan hukuman mengerikan jika ketahuan. Dan jika Youra benar hamil, itu sudah pasti bukan anak Putra Mahkota.


Tampaknya Jung Hyun membaca pikiran Young, hingga akhirnya mereka saling melempar pandangan.


__ADS_2