
Perkataan Putri Shin menggemparkan semua orang. Mereka semua mencoba menggali lebih dalam kesadaran. Ha Sun yang sedang diikat mulai lagi tertawa cekikikan. Putri Shin tak mau memandang wajah suami gilanya itu. Dia hanya terus menatap Jung Hyun sembari mengelus perutnya yang membesar. Jung Hyun yang melihat ibu dari anaknya yang tampak menyedihkan benar-benar sangat kesulitan menahan diri untuk tidak memeluknya.
"Kak, ini bukan saatnya bercanda." Raja bergegas membantu kakaknya berdiri. Namun, kalimat Putri Shin selanjutnya sekali lagi menghentikan langkah sang adik.
"Adikku, sebelum aku mengatakan semuanya ... berjanjilah terlebih dahulu padaku," jawab Putri Shin.
Raja tak menjawab apapun, dia hanya terpaku di tempat merasakan tekanan yang cukup berat pada hatinya. "Kakak apa yang ..."
"Karena kau diam saja, aku menganggapmu telah berjanji," potong cepat Putri Shin.
Putri Shin yang sedang bersimpuh di hadapan raja, memutar tubuhnya menghadap para menteri.
Dia tersenyum sekali lagi pada semua orang, pada Jung Hyun, menatap Pangeran Hon dan para rakyat. Dia menatap perutnya yang membesar, kemudian mencari keberadaan Pangeran Yul yang ternyata tidak datang.
Berakhir memandangi adiknya yang sudah duduk di singgasana, tersenyum padanya cukup lama, baru kemudian dia mulai berbicara.
"Aku sudah mengkhianati langit. Aku sudah mengkhianati Anda, Yang Mulia."
"Putri Shin? Apa maksudnya?" Raja mencoba menghentikan Putri Shin yang terlihat aneh. Pangeran Hon terus saja memandangi sang kakak dengan tatapan yang menyedihkan.
"Aku telah menutupi kebenaran selama lebih dari dua puluh tahun." Suara Putri Shin terdengar tercekat di dada.
***
"Yang Mulia, Putri Shin sudah hadir menjadi saksi di lapangan." Salah seorang pelayan Ibu Suri memberikan laporan dari lapangan yang dari tadi ditunggu.
Ibu Suri hanya bisa pasrah. Dia menyandarkan tubuhnya di tepi ranjang, tersenyum dengan air mata. "Biarkan saja dia, Dayangku. Biarkan putriku melakukan keinginannya."
__ADS_1
Para pelayan Ibu Suri yang sejak tadi sudah terisak, semakin tersedu-sedu.
***
Di lapangan itu, semua orang mematung menatap Putri Shin. Putri Shin menarik dalam napasnya sebelum bercerita.
"Dahulu kala ... ada seorang gadis tak berdosa berusia 5 tahun yang sangat senang menanti kelahiran adik pertamanya. Dia berlari dan terus saja berdoa untuk keselamatan adiknya. Namun, gadis kecil itu tidak tahu bahwa dia telah melakukan dosa. Dia berlari dan tertawa sepanjang hari. Dia bahagia tiada henti. Hingga akhirnya gadis kecil itu berubah urung, saat kenyataan mulai dia mengerti."
"Yang Mulia ..." panggil Putri Shin pada adiknya.
"Aku, sang gadis kecil adalah orang yang sudah menutupi kematian Ibunda Ratu," tambah Putri Shin. Semua orang terbelalak, terperanjat, terhantam keras oleh kenyataan yang menyedihkan. Mereka semua kebingungan lantaran tidak mengerti. Yang mereka tahu, ratu yang sekarang telah menjadi Ibu Suri itu saat ini masih hidup.
Putri Shin menatap semua orang. "Ibuku, dulu dia adalah wanita yang berhati baik. Dia menyisir rambutku, menyuapkan aku makanan, menggendongku saat aku mengantuk. Dia menjahitkan pakaianku, memotong kukuku, dan memandikan aku. Dia membacakan aku dongeng, membawaku bermain di taman, menangis saat aku demam, dia mengajarkan aku tentang cinta. Dia, ibuku ..." Putri Shin menyeka air matanya, sebelum melanjutkan. Pemandangan itu membuat semua orang ikut menangis.
"Dia ibuku yang baru saja aku ceritakan ... adalah ratu yang saat ini kalian kenal. Ratu ... yang sudah membunuh ibu kandung Yang Mulai Raja."
Suara halilintar menggelegar menyentrum seluruh jantung setiap orang.
DEG
DEG
DEG
Tak terasa air mata mengalir begitu saja dari pelupuk raja dan Pangeran Hon. Jung Hyun terperanjat oleh pengakuan tak terduga Putri Shin yang mengejutkan.
"Ibuku yang baik hati, adalah orang yang sudah meracuni Yang Mulia Ratu Kim selama berbulan-bulan sejak kehamilannya. Beliau juga orang yang sudah mengirimkan sihir agar ratu sakit-sakitan."
__ADS_1
"Ibuku yang baik hati, hanya seorang selir yang telah lama jatuh cinta pada raja. Seorang selir yang sangat mencintai raja. Seorang selir yang setiap malam berdoa agar raja mencintainya. Wanita pertama yang menikah dengan raja. Dia sangat cemburu, saat raja membawa wanita lain ke istana ini sebagai ratu, hingga dia sangat marah dan gelap mata."
"Ibuku, seorang selir yang dulunya diangkat raja secara diam-diam menggantikan Ratu Kim yang meninggal dunia sesaat setelah melahirkan Putra Mahkota yang sangat kalian benci. Semua itu raja lakukan, agar orang-orang tidak mempercayai ramalan tentang malapetaka yang dibawa atas kelahiran Putra Mahkota. Ya, Ibuku hanya seorang ratu palsu yang sudah menipu kalian semua."
Semua orang yang tidak tahu menjadi sangat terpukul dan terkejut.
"Dan aku, aku lah yang sudah menutupi semua kenyataan. Aku, Putri Shin yang kalian anggap bermoral dan berbudi luhur ... adalah seorang penipu yang menutupi tabir."
Pangeran Hon yang berdiri pun langsung terhenyak ke tanah.
Terus menerus Putri Shin bersuara. Semua air mata tak dapat terbendung lagi, hingga suara yang terdengar hanya isak tangis orang-orang.
"Dan aku, aku adalah putri kecil yang bodoh, yang mau saja ditipu oleh Ibuku sendiri. Aku berlari dengan gaun mewahku menuju kediaman seorang peramal, menukar isi ramalan Pangeran Yul dan Putra Mahkota. Aku melakukan itu, karena aku tidak tahu apapun. Saat itu, aku pikir hanya sebuah surat yang tidak memiliki arti. Aku yang bodoh ini baru menyadari semuanya ketika Pangeran Hon telah lahir. Saat itu aku tidak sengaja mendengar ibuku dan dayangnya bercerita, saat itu pula aku mulai membencinya."
Putri Shin menarik napasnya.
"Saat aku mengetahui kebenaran, aku menjadi ketakutan. Aku sangat takut. Aku terpaksa menutupi semua itu karena aku tidak ingin kehilangan siapapun. Sekarang, aku sudah tidak tahan lagi menanggung beban berat ini sendirian. Aku tidak kuat lagi, Yang Mulia. Dosa ini terlalu berat untuk kutanggung cukup lama. Aku sudah tidak kuat lagi." Terisak keras Putri Shin menangis di tengah-tengah lapangan.
Putri Shin berdiri pelan-pelan, dia mendekati adiknya yang sedang terbungkam dengan deraian air mata. Youra yang saat itu merasa sesak berusaha keras mengontrol perasaannya yang meluap sedih.
"Yang Mulia, Adikku Sayang," panggil Putri Shin pada raja.
"Kau boleh membenciku sepuasmu. Aku tahu, aku akan dihukum mati karena ini. Tapi aku mohon, tolong jangan benci adik-adikmu. Pangeran Yul dan Pangeran Hon ... mereka tidak tahu apa-apa. Jangan hukum mereka."
Putri Shin meraih tangan adiknya yang sedang disiksa rasa sakit. Menggenggam tangan raja itu sangat lama. "Tadi, kau sudah berjanji padaku. Tolong biarkan bayi yang ada di dalam perutku ini dilahirkan dulu. Setelah itu, aku siap dihukum mati."
Banyak orang yang tumbang ke tanah. Mereka tak habis pikir dengan kenyataan yang baru saja mereka dengar. Putri Shin berani sekali mengungkap kebenaran yang bahkan tak pernah dicurigai oleh siapapun. Dosa yang menggentayanginya membuatnya kesakitan dan tersiksa sendiri.
__ADS_1
"Aku tidak akan memaksamu mengasihani Ibuku lagi. Aku hanya ingin kau tumbuh menjadi raja yang berbeda. Menjadi raja adil yang tidak seperti Ayah. Hukumlah aku, meski aku adalah kakakmu ... tapi aku adalah seorang pengkhianat. Aku sudah menipumu dan negeri ini."