
Ratu tak terima perlakuan lancang putranya. Dia berpikir licik untuk terus menyingkirkan Youra. "Panggilkan 10 tabib terbaik! Wanita pengkhianat ini telah menipu kita semua! Dia tidak pernah hamil!"
Pengumuman Ratu Kim menggema hingga ke langit. Tak menyangka Ratu Kim senekat itu melanggar batas sosialnya sebagai seorang ratu. Dia melanggar batasan moral untuk memeriksa Youra secara paksa di depan banyak orang. Para menteri terperangah. Berharap kebohongan Youra segera terbongkar.
Youra meremas gaunnya di dalam jari-jemari. Jantungnya berdegup kencang. Dia akan segera dipermalukan di hadapan banyak orang. Hukuman mati sedang menggerayanginya.
"Yang Mulia, memeriksa Ratu Lee di depan umum adalah bentuk penghinaan. Apa yang Anda lakukan?" bantah cepat Pangeran Hon sebelum para tabib yang baru saja tiba memeriksa Youra.
"Pangeran Hon!" teriak ratu dari singgasana, tersulut emosi yang luar biasa.
Pangeran Hon tak menoleh pada ibunya. Masih berdiri di depan Youra dengan kegagahan yang membuat orang takut padanya. Akibat perlakuannya, para opsir mengepung Pangeran Hon.
"Mundur! Aku bilang mundur!" perintah ratu kepada para pengawal karena takut putra bungsunya itu kenapa-kenapa. Para pengawal akhirnya mengalah. Melepaskan Pangeran Hon melindungi Youra.
"Cepat periksa gadis bodoh itu!" Teriakan ratu makin menjadi-jadi.
Pangeran Hon akhirnya menepi, memberikan ruang kepada para tabib untuk segera memeriksa. Youra memandangi Pangeran Hon dengan wajah pucat yang ketakutan. Sayang sekali, Pangeran Hon yang tidak tahu apa-apa tak bisa melindungi Youra. Dia membiarkan para tabib memeriksa lantaran karena percaya Youra benar-benar hamil.
Satu persatu tabib itu memeriksa. Mereka saling melempar pandangan satu sama lain. Para menteri yang menyaksikan hanya bisa harap-harap cemas. Menyatukan kedua tangan mereka berharap Youra benar-benar terpojokkan.
Tak lama setelah itu, tabib kepala maju beberapa langkah dari tempatnya berdiri. Membungkukkan tubuhnya kepada ratu.
"Yang Mulia Ratu ... "
Kalimat pertama tabib itu merapuhkan seluruh tulang-tulang Youra. Rasanya, darah itu terpompa deras tak terarah. Dia tak tahan lagi untuk mendengar kenyataan pahit yang akan segera dia terima. Youra memejamkan matanya, sudah pasrah.
"Yang Mulia Ratu Kim, benar-benar tengah mengandung bayi Putra Mahkota, Yang Mulia."
DEG
Seketika, jawaban para tabib itu membuat Pangeran Hon dan para pelayan Youra menghela napas lega. Youra yang tadinya memejamkan mata, pelan-pelan membuka matanya.
Yang Mulia ...
Youra menyentuh perutnya setelah itu, sampai air matanya tak terasa mengalir jatuh. Ia melabuhkan pandangannya kepada perutnya yang ternyata telah berisi benih cintanya dan Putra Mahkota.
Yang Mulia, Anda ada dimana? Aku ... aku sekarang benar-benar telah mengandung bayi Anda. Kumohon kembalilah ... aku bisa apa, tanpa Anda?
__ADS_1
Youra tiba-tiba saja menangis keras di tengah-tengah lapangan yang luas. Tangisnya berhasil mencuri perhatian para menteri.
"Apa?!" Ratu teriak dari singgasana. "Kalian membohongiku?!" tambah ratu terbelalak. Para tabib mengernyitkan dahi. "Apa yang telah kami sampaikan adalah kebenaran, Yang Mulia. Ratu Lee benar-benar sedang mengandung."
Sekali lagi Youra merasa sangat terpukul. Pikirannya kacau tatkala kenyataan yang mestinya menyenangkan malah membuat Youra semakin kesakitan. Hamil, tapi tidak tahu kabar dan keberadaan suaminya, membuatnya semakin tak kuat untuk menopang hidup.
Ratu Kim sempoyongan, dia hampir saja tumbang.
Pangeran Hon kemudian menarik tangan Youra naik ke singgasana. Pemandangan luar biasa ini menimbulkan banyak spekulasi.
"Lihat! Dia menyentuh tangan janda Putra Mahkota! Apa jangan-jangan mereka punya hubungan?!" Silih berganti mereka menuangkan pemikiran yang tidak-tidak. Ratu sangat sesak melihat kedua tangan yang saling menggenggam naik ke atas singgasana.
Membungkuknya Pangeran Yul pada Youra, menambah rasa sakit di hati Ratu Kim. Ratu Kim menghempaskan meja yang berisi hidangan hingga semua orang meringis. Dia berjalan angkuh bersama para pelayannya meninggalkan singgasana.
Youra menghela napas panjang, diikuti bubarnya pertemuan pagi itu. Para menteri masih curi-curi pandang pada Youra. Benar-benar tidak menyangka Pangeran Hon bertindak di luar nalar. Benar-benar tidak menyangka, Youra hamil adalah benar.
"Pangeran Hon, Anda tidak perlu mengorbankan diri Anda untukku." Youra membuka suara dengan mata berkaca-kaca, setelah sekian lama tenggorokannya seolah tercekat.
Pangeran Hon membalikkan badannya menghadap Youra. "Kakak Ipar, aku melakukan ini bukan karena Anda atau Kak Hyeon. Aku melakukan ini demi rakyat. Mereka akan menderita, tanpa pemimpin yang adil dan baik untuk mereka. Lagipula sekarang Anda benar-benar sedang mengandung pewaris tahta."
Pangeran Hon kemudian membungkukkan tubuhnya, sebelum beranjak dari sana. Youra terpaku jauh dalam mimpi buruk. Dia kembali ke kediamannya sembari menggenggam perutnya slama mungkin.
Youra memperhatikan satu persatu para pelayan, menyadari tak ada dayang kesayangannya disana. "Dimana Dayang Nari?" tanya Youra masih dengan tangisnya.
Para pelayan saling melempar pandang. Tak ada yang berani membuka suara. Youra curiga dengan seluruh tatapan itu. Dia menyentuh salah satu bahu pelayannya yang lain. "Jawab pertanyaanku," lirih Youra tersedu-sedu.
"Dayang Nari ... Dayang Nari ... mereka sudah menyiksanya lebih dari 40 hari, Yang Mulia. Mereka mengurung Dayang Nari di penjara bawah tanah." Menangis para pelayan itu bercerita. Mengisahkan satu persatu kejadian mengerikan yang terjadi selama kepergian Youra.
Malam itu juga, Youra melangkah cepat menuju penjara bawah tanah. Langsung membawa kunci sel penjara untuk melepaskan Dayang Nari dari sana. Dia punya hak melakukan apa saja, karena dia adalah ratu kerajaan yang sah.
***
"Cepat panggilkan tabib!" Youra menemukan Dayang Nari dalam keadaan yang mengkhawatirkan. Napasnya tersenggal-senggal dengan tubuh yang tak dapat lagi digerakkan. Ada banyak darah dan makanan yang berserakan di lantai kurungannya.
Mereka membawa Dayang Nari keluar dari sana, untuk mengobatinya. Sementara Youra terpojok oleh kesendirian, oleh ketakutan. Ditambah kabar mengejutkan datang menyapanya di pagi hari yang menakutkan.
***
__ADS_1
Youra berusaha mencari cara untuk dapat melepaskan Jung Hyun dan Kasim Cho yang dituduh telah melakukan pengkhianatan. Bukti-bukti palsu telah memberatkan mereka, sehingga Youra kesusahan untuk mengeluarkan dua orang tersangka yang dijatuhkan hukuman mati.
Youra terisak-isak memakan makanan yang dihidangkan. Padahal, dia tak pernah benar-benar bisa makan. Bahkan tak pernah benar-benar bisa tidur. Yang dipikirkannya hanya tentang kandungan yang harus dia jaga. Setelah sekian kali menguatkan diri dan memberikan keyakinan sendiri bahwa sang suami masih hidup, Youra akhirnya tertampar hebat oleh dua kenyataan pahit yang datang di pagi hari.
"Yang Mulia ... istana menemukan jasad Putra Mahkota."
DEG
Youra terhuyung-huyung menuju kediaman Putra Mahkota saat mendengar kabar menyedihkan itu. Dia berlari menerobos keramaian yang mencengkram kesunyian di istana Putra Mahkota.
"Yang Mulia!" teriak mereka bersamaan melihat Youra berlari tanpa alas kaki dan gaun kehormatan.
Di depan istana, telah berdiri Pangeran Yul yang sedang termangu bersandar di dinding. Sementara di dalam sana, terdengar tangis bersahut-sahutan. Salah satunya, Pangeran Hon yang goyah. Mereka membopong tubuh Pangeran Hon yang lemah beranjak dari sana. Ada juga Ratu Kim yang sedang bersandiwara dengan air mata di sudut sana, seolah-olah merasa kehilangan padahal dia berpesta.
"Yang Mulia." Salah seorang pelayan mencoba mencegah Youra untuk mendekati mayat itu. Hanya saja, Youra mengamuk untuk mendekat pada jasad suaminya.
Semua mata tertuju pada Youra, kala takdir mencengkam kedua tali yang telah diputus bersamaan. Youra terhenyak di tepi ranjang suaminya.
Yang Mulia, Sayangku ...
Youra menyentuh dadanya sekuat tenaga. Meremuknya hingga tak lagi berbentuk. Air matanya mengalir kala tangan itu merayap di tepian ranjang yang dingin dan beku. Youra membuka penutup jasad itu dengan perasaan yang tercabik-cabik.
Tangannya bergetar takut. Tapi ...
Ini bukan suamiku.
Youra menghela napas saat melihat wajah hancur yang tertutup. Youra sangat tahu tubuh suaminya. Dan dengan jelas dia melihat, itu bukan tubuh Putra Mahkota.
Tak lama setelah itu, tampak olehnya seorang pelayan yang memberikan kode untuk terus bersandiwara sedang berdiri di belakang banyak orang. Dia kembali menoleh keluar, tersenyum tipis setelah menyadari ternyata Pangeran Hon juga sedang berpura-pura. Itu artinya, masih ada kemungkinan Putra Mahkota masih hidup, meski sangat kecil sekali karena tak ada yang tahu siapa yang telah menculik sang pewaris tahta.
Youra mengikuti permainan licik itu dengan cara yang licik pula. Melihat Ratu Kim yang menangis heboh membuat Youra semakin pandai bersandiwara mengalahkan tangisan Ratu Kim. Saat itu, tak ada lagi yang bisa dia lakukan untuk mempertahankan diri selain bersandiwara sebaik mungkin.
"Ini semua gara-gara kau! Putraku pasti tidak akan mati jika istrinya memberikan cinta!" Teriakan Ratu Kim berhasil menggoda orang-orang untuk menghujat Youra.
Youra tak mau kalah, dia menyipitkan mata bengkaknya pada ratu. "Dasar wanita iblis penipu! Kau bersandiawara di depan banyak orang seolah kau sangat menyayangi putramu! Padahal kau sendiri tidak pernah tahu wajahnya, bahkan tidak pernah tahu tentangnya." Youra membalas Ratu Kim dengan cara yang sama.
"Kurang ajar! Siapa kau yang berani membentakku? Ha?!"
__ADS_1
"Aku Lee Youra. Aku ratu sah negeri ini! Bukan kau iblis tua!" pungkas Youra cepat. Kalimat Youra yang berani dan menantang berhasil mencuri perhatian banyak orang. Tak menyangka mulutnya jauh lebih pedas dari Ratu Kim yang terkenal bermulut tajam.