Bisakah Aku Melihatmu Lagi

Bisakah Aku Melihatmu Lagi
Aku Akan Mengikuti Anda, Kemanapun


__ADS_3

Pagi yang sama, Youra sudah bangun dari tidurnya. Dia terpaksa tidur di balik bebatuan untuk bersembunyi sementara waktu. Lee Young sudah datang pagi sekali menyusul mereka. Duduk memegangi sebilah kayu, memandangi Youra.



"Youra, kau mau kemana?" Suara kakaknya yang tiba-tiba muncul mengagetkan Youra yang baru saja terjaga hendak menuruni bebatuan. "Kakak? Sejak kapan kakak datang? Huh! Membuatku terkejut saja." Youra menghela napas panjang.


"Aku ingin mencari mata air. Bukankah di bawah sana ada anak sungai?" tanya Youra duduk di samping kakaknya. "Apa ... Putra Mahkota sudah bangun?" balas Young berbisik. Youra tersenyum, menggeleng pelan. "Belum. Suamiku tidur sangat nyenyak. Aku senang sekali melihatnya. Oh iya, kemana para pengawal? Mengapa sepi sekali disini?"


"Mereka kusuruh pergi. Akan sangat berbahaya jika kita beramai-ramai." Young kembali mengikis potongan kayu yang bertumpuk. "Ini untuk apa?" tanya Youra.


"Persediaan. Kita tidak punya senjata. Nyawa Putra Mahkota saat ini dalam ancaman besar, karena pengawal pribadinya tertangkap." Young tampak sangat tertekan.


"Apa?!" Youra menumpahkan seluruh emosi secara berlebihan. "Kak Jung Hyun tertangkap?" Sekali lagi Youra memastikan. "Sst! Jangan sampai Putra Mahkota tahu."


Young menghentikan kegiatannya. "Youra, kita bertiga harus pergi dari sini secepatnya. Setelah sampai ke tempat yang paling aman, kau dan Putra Mahkota bersembunyilah dulu. Aku akan kembali ke desa untuk mencari tahu."


"Tidak. Kakak ikutlah bersembunyi bersama kami. Mengapa harus seperti itu?" tanya Youra takut kehilangan kakaknya lagi. "Mereka tidak ada yang mengenaliku. Semua akan baik-baik saja." Young mengelus kepala adik perempuannya itu.


Setelah berbincang cukup lama dengan kakaknya, Youra cekatan menghapus raut khawatirnya menuju sang suami. Saat ia hendak memeriksa, ternyata Putra Mahkota telah terjaga dari tidurnya. Sedang berdiri memejamkan mata. Youra mendekat, memandangi wajah tampan suaminya. Terpesona, hingga tak sadar dia telah berbuat kesalahan.



"Darimana?" Bukan hanya kakaknya, suaminya bahkan membuat Youra terkejut. "Se-selamat ... selamat pagi, Yang Mulia," sapa Youra terbata-bata. "Aku tanya darimana?" Putra Mahkota masih memejamkan mata. "Aku ... aku baru saja berbincang dengan kakak," jawab Youra masih tersendat-sendat.


"Minta maaf padaku." Putra Mahkota selalu menyuruh Youra minta maaf padanya. Youra tahu, itu pasti karena dia telah berbuat kesalahan. "Ke-kenapa? Apa aku telah berbuat kesalahan?" tanya Youra masih belum tahu apa kesalahannya.


"Aku bilang minta maaf." Putra Mahkota benar-benar menyebalkan baginya. Hanya saja, sikap suaminya yang suka memerintah, sangat dia sukai. "Maafkan aku, Yang Mulia Suamiku." Youra menahan senyumnya, mendekati tubuh gagah suaminya. Putra Mahkota masih memejamkan mata, sama seperti sebelumnya. "Lain kali, jangan tinggalkan aku seperti tadi. Kau seperti istri, yang meninggalkan suaminya sendirian di atas ranjang. Jangan membuatku sedih lagi." Kekecewaan Putra Mahkota menarik tubuh Youra untuk segera memeluknya.

__ADS_1


"Yang Mulia, mengapa Anda sangat menyebalkan? Kita tidur di bawah batu, kenapa bisa rasanya sama seperti ranjang?" Youra menempel pada tubuh gagah itu, bergelayutan manja. Putra Mahkota lekas membuka matanya, melihat gadis imut yang tingginya hanya sedada, sedang memeluknya. "Lee Youra ... aku sangat mencintaimu." Putra Mahkota membalas pelukan Youra.


"Mengapa tidak menjawabnya?" Putra Mahkota tidak terima pernyataan cintanya tidak dijawab Youra dengan cepat.


"Aku juga sangat mencintai Anda, Yang Mulia."


"Aku tidak suka dipanggil seperti itu, panggil aku dengan cara yang manis." Putra Mahkota melayangkan protes mesranya.


"Yang Mulia, Anda cerewet sekali. Baik, Suamiku tersayang, tercinta, dan yang paling tampan." Youra masih memeluk manja tubuh wangi itu.


"Yang itu, sedikit berlebihan. Jadi, terdengar tidak ikhlas. Aku tidak setampan kakakmu."


Youra melepaskan pelukannya, menjijit untuk mencubit hidung suaminya. "Suamiku, jangan sampai aku memukul luka di perutmu." Youra sangat gemas. Kali ini, cintanya sedang sangat mendidih.


"Jika kau yang melakukannya, aku bahkan sangat senang meski ditusuk oleh 1000 pedang." Jawaban Putra Mahkota selalu sama. Sama manisnya, sama cintanya. Dia mengatakan itu tanpa ekspresi, terlihat begitu yakin dan serius.


"Tidak mau!" Youra kembali memeluk mesra tubuh itu, lebih erat dari biasanya. "Youra ... kau empuk sekali," jawab Putra Mahkota tersenyum.


Jawaban sang suami membuat wajah Youra memerah hingga jantungnya berdetak cepat. Memutar kembali memori lama, kala Putra Mahkota membuka pakaiannya karena marah waktu itu. Youra gelagapan, hingga menarik kembali tubuhnya dari pelukan sang suami. Namun, Putra Mahkota menahannya dalam lingkaran tangan kiri yang memenuhi seluruh pinggul istrinya. "Lee Youra ... berjanjilah untuk tidak menyakitiku lagi." Putra Mahkota membelai mesra wajah cantik itu. Tangan kanannya berlabuh pada bibir ranum Youra yang berisi dan ikut memerah. "Jika kau menyakiti aku lagi ... aku benar-benar ingin mati. Aku benar-benar akan mengakhiri hidupku."


Youra mengangguk cepat, tangannya langsung membungkam bibir suaminya. "Jangan berkata seperti itu! Tidak boleh! Suamiku tidak boleh meninggalkanku." Youra malah menangis mendengar pernyataan itu. Putra Mahkota akhirnya melabuhkan bibirnya pada bibir istrinya. Menikmati pagi indah itu lebih liar dari sebelumnya, karena Youra kali ini mulai pandai menyenangkan hati suaminya. Mulai membalas permainan penuh emosi itu dengan mesra.


Young yang dari tadi sedang mengikis potongan batang pohon, tak sengaja melihat pemandangan romantis itu dari kejauhan. Tak ada yang bisa dia lakukan, selain hanya gigit jari dan menikmati kesendirian. "Terkadang aku ingin menikah segera melihat mereka," gumamnya iri.


"Tapi, apa yang akan terjadi pada Youra ... jika tahu keselamatan suaminya hanya punya kemungkinan kecil? Putra Mahkota ... mengapa Anda terus saja berpura-pura sehat? Bukankah racun itu membuat Anda sangat sakit?" batin Young ikut bersedih.


***

__ADS_1


"Y-yang Mulia ... " panggil Youra sedikit sulit karena bibirnya diapit mesra oleh bibir suaminya. Youra menyadarkan Putra Mahkota dari khayal yang sangat intim. Pelan-pelan Putra Mahkota melepaskan permainannya. Mengangkat kembali bibirnya yang memerah.


"Kakakku ... dia melihat kita." Wajah Youra merah padam, saat melihat kakaknya yang sedang tercengang ke arah mereka.


Putra Mahkota menoleh pada Young, segera menyadarkan dirinya yang hampir saja terbawa larut oleh suasana. Dia menjadi sangat malu, tapi masih ingin melanjutkan. "Youra, mari cari tempat lain." Putra Mahkota malah tetap melayangkan keinginannya.


Youra tak habis pikir, setelahnya dia tertawa cekikikan. "Apa yang lucu? Kenapa malah tertawa?" tanya Putra Mahkota kebingungan.


"Suamiku, mengapa Anda lucu sekali?" tanya Youra masih cekikikan. Putra Mahkota malah menunjukkan raut wajah kecewa yang sedih. "Youra ... kau mencoba meledek Suamimu?" Putra Mahkota merengut. "Youra, kau jahat sekali. Menolakku berkali-kali."


Youra semakin cekikikan mendengar kalimat manja yang terbuai oleh harapan besar suaminya. "Yang Mulia Suamiku, setelah ini aku tidak akan menolaknya lagi." Youra meyakinkan Putra Mahkota dengan belaian mesranya.


"Tapi, bagaimana jika aku mati sekarang?"


"Sudah kubilang Anda tidak boleh bicara seperti itu! Aku akan mengikuti Anda, kemanapun Anda pergi." Youra kembali memeluk suaminya. Putra Mahkota menyembunyikan tawa bahagianya. Dia memeluk sang istri yang mulai bersikap manja padanya.


***


Putri Shin tak mau pulang. Bahkan ketika malam menghampiri, Putri Shin masih duduk bersimpuh di depan gerbang istana. Dia menunggu ratu mencabut hukuman untuk Jung Hyun. Putri Shin menggenggam perutnya yang kini berisi janin dari seorang pria yang sangat dia cintai. Tak gentar sedikitpun, Putri Shin bahkan tak mau dirujuk pulang oleh siapapun.


Ratu Kim mendengar kabar memalukan itu, membuatnya semakin murka pada putrinya. Setelah kejadian Pangeran Hon, sekarang Putri Shin bahkan tak mau mendengarkannya. Sementara itu, sudah lama pula Pangeran Yul tak datang ke istana. Entah kenapa, yang jelas dia merasa sangat kesepian saat itu.


...****************...


Notes: Visual Putra Mahkota dan Lee Young ada perubahan dari pemikiran author sebelumnya. Semoga suka. 💜


Curhat :

__ADS_1


Terimakasih kepada para pembaca dan penulis yang rajin mampir dan kasih like. Buat semua yang sudah memberikan like, yang sudah mampir, yang memberikan vote, bahkan ada yang memberikan author tip, dan author tidak menyangka sama sekali. Author ucapkan terimakasih banyak, sebanyak-banyaknya 💞 Author tidak dapat membalas semua jasa dan kebaikan kalian. Kalian lah yang sudah menbuat author semangat nulis. Jujur, penghasilan author bahkan tidak sampai 10 rb setelah berbulan-bulan menulis. Tapi, author sangat senang, karena banyak yang baca dan kasih semangat. Mungkin, cerita author ini kurang menarik di hati pembaca jadi tidak begitu banyak memiliki pembaca dan tidak populer. Sebenarnya cerita ini panjang, tetapi Author persingkat supaya cepat sampai ending. Author menulis ini, ikhlas untuk menghibur kakak-kakak semua. Jadi, jika memang ada yang kurang menarik atau tidak suka, boleh kasih kritiknya supaya author bisa perbaiki tulisan author.


Semoga kebaikan kalian semua dibalas oleh Yang Maha Kuasa. Semoga panjang umur, sehat selalu, jalan rezekinya dilapangkan dan segala urusannya dimudahkan. Aamiin.. Aamiin Ya Allah... Yuk Aminkan sama-sama. Semoga para pembaca rajin datang supaya author semangat ya. Tinggalkan like dan komen juga 💞💞💞


__ADS_2