Bisakah Aku Melihatmu Lagi

Bisakah Aku Melihatmu Lagi
Cinta Terpendam Nana Untuk Tuan Muda


__ADS_3

Sejak saat itu, Youra tak mau bertegur sapa pada sang kakak. Ia selalu murung dan enggan untuk makan. Sesekali ia menangis, terkadang ia berdiam diri dan tidak keluar dari kamarnya. Hal itu, membuat Nana dan pamannya merasa sangat khawatir. 


Hingga pada suatu hari, Young pulang membawakan makan malam kesukaan Youra. Ia juga memberikan beberapa makanan itu pada Nana dan pamannya.


“Paman, makanlah ini bersama Nana. Aku mendapatkannya dari istana,” Young memberikan makanan itu. 


Sambil menikmati makanannya, kemudian ia mendekati sang adik yang sedang melamun. Ia meletakkan sebungkus nasi dengan lauk lezat di dekat sang adik. 


“Ini makanlah. Marah padaku bukan berarti kau tidak makan". 


Young kembali mengunyah makanannya. Tapi Youra sama sekali tidak menghargai pemberian sang kakak dan malah menyingkirkannya ke tanah. 


Nana yang melihat itu menghampiri Youra.


“Nona, makanlah dulu. Kasihan Tuan Muda sudah membawakan makanan kesukaan Nona,” bujuk Nana.


“Aku tidak mau,” pungkasnya.


“Jika dia tidak mau makan jangan dipaksa. Jika dia tetap ingin hidup dia akan memakannya,” Young yang makanannya sudah habis, beranjak pergi keluar rumah.


Youra yang masih luka hatinya menjadi semakin bersedih. Paman Nana mendekatinya.


“Nona, Tuan Muda melakukan semua itu demi kebaikan Nona. Dia pasti tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Nona,” nasehat paman, kemudian ia mengambil nasi yang dibuang Youra tadi.


“Makanlah dulu, sedikit saja. Apa Nona tidak ingat, bagaimana perjuangan Tuan Muda membawa nona kemari? Nona sangat beruntung. Tuan Muda tidak hanya kakak yang tampan dan jago bela diri, tapi dia juga peduli,” bujuk sang paman.


Youra menangis dan mengambil nasi itu, ia memakannya sambil terisak.


Sementara itu, Young duduk di halaman rumah dengan santai. Paman Nana mendekatinya.


“Tuan Muda, sebelumnya maafkan aku. Aku sangat mengerti perasaan Tuan. Namun, ada baiknya Tuan Muda menghilangkan ego sedikit saja. Kasih dia pengertian sedikit saja, agar dia tahu apa yang sebenarnya terjadi. Saya yakin dia pasti akan mengerti,” bujuknya. 


Young menoleh padanya.


“Dia hanya tidak boleh menemui Guru Jun lagi,” jawabnya singkat.


Young kemudian beranjak dari situ, meninggalkan sang paman yang terdiam urung.


**


Suatu hari, setelah sekian kali mencoba, Youra tak bisa tidur. Terbayang-bayang olehnya malam dimana kakaknya menggendongnya lari agar selamat dengan pundak yang luka parah.  


Malam itu juga, Youra keluar dari kamarnya dan datang mendekati sang kakak yang daritadi hanya duduk termangu di teras gubuk mereka.


“Kakak,” panggilnya.


Young langsung menoleh pada sang adik.


“Kau belum tidur?” tanyanya.


Youra menggeleng pelan.


“Maafkan aku,” sambung sang adik sambil menahan air mata.


Young terdiam beberapa detik. Ia akhirnya berdiri.


“Mau kutunjukkan tempat terbaik di kaki gunung ini?” tawar Young sambil memperbaiki bajunya yang kusut.


Aku menyayanginya.

__ADS_1


Youra terkejut, tetapi tak lama sang kakak menarik tangannya.


“Ayo,”


Kakakku..


Mereka berlari hingga sampai di suatu tempat yang indah tak jauh dari gubuk mereka.


Youra terpana. Ia terdiam akan kekaguman luar biasa yang ia lihat malam itu. 


Disana, di tempat sang kakak mengajaknya, ada sebuah danau yang diterangi gerombolan kunang-kunang. Di tepian danau itu ada banyak sekali dandelion yang bergoyang mengikuti irama udara. Tidak hanya itu, cahaya bulan yang terang menjadi pendukung indahnya pemandangan saat itu.


“Uwaah…," kagum Youra.


Young menatap wajah sang adik. Dia sangat sedih, tapi berusaha tidak memperlihatkannya.


“Kau suka?” tanya Young.


Youra yang asik terpana hanya terus mengangguk semangat. Ia berlari dan menari-nari di tepian danau itu. Young yang melihat sang adik tampak sangat bahagia ikut tersenyum.


“Kau boleh bermain kesini kapanpun". 


Youra yang terkejut mendengar itu langsung mendekati kakaknya.


“Benarkah? Kenapa kakak tidak menunjukkan tempat ini dari dulu?” tanya Youra dengan sangat bahagia. 


“Aku baru menemukan tempat ini,” jawab Young.


“Wah, ini benar-benar indah sekali. Oh iya kapan kakak tidak sibuk? Apa bekerja menjadi pengawal Putra Mahkota itu sangat sulit? Kakak jarang sekali di rumah,” tanya Youra.


“Tentu saja tidak. Aku bekerja bersama Jung Hyun juga. Jadi semua akan ringan,” jawab Young.


Dia selalu berbohong padaku. 


Meski begitu, aku sangat menyayanginya.


**


Cinta Terpendam


Malam itu, Nana datang dan duduk di kursi rapuh depan gubuknya. Ia tersenyum sepanjang lamunannya. Sang paman yang menyadari itu mendekatinya.


“Kau mengikuti mereka?” tanya sang paman pada Nana.


Nana memandang langit yang dihiasi bintang-bintang. Ia tersenyum lebar.


“Aku senang, mereka sudah berbaikan,” jawab Nana.


Sang paman datang, duduk di dekatnya.


“Paman, bintang itu indah sekali, kan?” tanya Nana sambil menunjuk satu bintang di langit.


Saat itu, sang paman melihat banyak luka di lengan kanan Nana. Sang paman menunjukkan wajah sedihnya yang khawatir.


“Berhentilah mengikuti Tuan Muda”. 


Kalimat pertama sang paman tak membuat Nana berhenti tersenyum. Ia tampak tak peduli. Padahal, hatinya remuk.


“Kau tidak boleh jatuh cinta padanya,” tambah sang paman.

__ADS_1


Air mata Nana mengalir dari pelupuk matanya, tetapi, ia terus saja tersenyum tak ubah barang sedikitpun.


“Kau tidak akan bisa mendapatkannya,” tambah sang paman sekali lagi.


Mencintai seseorang yang tidak mungkin digapai,


“Aku tahu,” Nana yang air matanya terus mengalir tetap tersenyum tegar.


Seseorang yang tidak pernah tahu tentang kita,


“Dari segi apapun, kita tidak pantas mencintai majikan kita sendiri”. 


Seseorang yang bahkan tidak peduli,


Nana menundukkan wajahnya.


“Aku tahu, Paman. Perbedaan status dan segalanya. Dia sangat tampan, pintar, dan berbakat. Dia baik, dan penyayang. Gadis miskin dari kasta budak terendah, dan jelek seperti diriku, memang tidak pantas”. 


Yang tidak mungkin di dapatkan,


Sang paman yang mendengar jawaban ponakannya menjadi ikut bersedih.


”Jangan terus sakiti dirimu sendiri, belajarlah untuk menerima kenyataan,” sang paman berdiri.


Ia hendak pergi, tetapi akhirnya kembali menoleh.


“Masuklah. Suatu hari nanti, aku akan menikahkanmu dengan pria yang meski sederajat dengan kita, kau pasti akan bahagia".


Jika ini hanya sekedar mimpi, tolong jangan bangunkan aku lagi.


**


Tak lama kemudian, Youra dan Young kembali. 


 Nana segera manghapus air matanya.


“Nona kau sudah kembali?” Nana berdiri menyambut Youra kembali. 


Youra mengangguk, ia tersenyum berlari masuk ke dalam rumah.


Sementara itu, Nana yang masih berdiri di depan, sesekali melirik Young.


“Tuan Muda, selamat datang,” sapanya hangat.


Tuan Muda Young..


“Kenapa di luar? Kau belum tidur?” tanya Young padanya.


Tidak masalah jika harus selalu terluka, karena cinta yang terpendam.


“Aku terbangun karena Nona tidak ada. Syukurlah, ternyata anda bersama Nona”.


Jika aku tercipta hanya sebagai perisai untuk Anda,


Young tersenyum padanya.


“Terimakasih, sudah memperhatikan adikku”.


… aku siap berulang kali mati, agar Anda tetap hidup bahagia.

__ADS_1


Young meninggalkan Nana yang terdiam bahagia. Itu pertama kalinya, ia secara pribadi berbicara berdua saja dengan Young, menghadiahkan senyuman indah, yang terukir tulus di hatinya. Ingin melayang, tetapi kesadaran menjatuhkannya lebih dulu.   


 


__ADS_2