Bisakah Aku Melihatmu Lagi

Bisakah Aku Melihatmu Lagi
Tak Bisa Melepaskan


__ADS_3

Suatu hari, 


“Nona Youra!” teriak seseorang.


Youra yang sedang berlari itu, berhenti. Saat ia menoleh ke belakang, ia melihat seseorang yang sangat dia kenal. 


“Nana?” gumamnya.


Youra langsung berlari ke arah Nana dan memeluknya.


Saat itu, aku seperti menemukan separuh tawaku yang pergi.


“Nona, anda baik-baik saja?” tanya Nana.


Aku baik-baik saja.


Nana yang tidak menyangka bertemu Youra menangis sejadi-jadinya.


“Nona Youra, maafkan aku".


“Seharusnya, aku tidak pergi hari itu. Aku tidak bisa menjaga Nyonya dan Tuan,” sesal Nana yang menangis tersedu-sedu.


Setidaknya, aku melihat dia disni.


“Kau tidak bersalah, jadi jangan menangis,” pinta Youra.


“Nona..”.


“Mulai sekarang jangan panggil aku Nona, aku bukan tuanmu lagi,” kata Youra pada Nana.


Nana yang mendengar itu sangat terkejut dan langsung berlutut di hadapan Youra.


“Nona kumohon jangan pecat aku, aku memang bersalah. Aku mohon, tolong biarkan aku tetap di sisi Anda,” Nana menangis.


Youra yang hatinya terluka, bukan karena Nana berusaha tenang, membantu Nana berdiri.


“Nana, sekarang aku sudah tidak punya apa-apa, carilah tuan baru yang bisa membuat hidupmu lebih layak,” kata Youra.


“Tidak, tidak apa-apa. Bukankah kita sudah pernah berjanji? Bahkan setelah aku menikah, aku tidak akan pergi meninggalkan Nona,” kata Nana.


Terimakasih..


Youra yang menangis, tersenyum dan mengangguk pelan.


“Nona, tinggallah bersamaku. Meskipun rumahku tidak sebagus rumah Nona, tapi, aku masih punya ruang untuk Nona. Aku tinggal bersama pamanku tak jauh dari sini. Ternyata aku benar, Nona pasti masih hidup. Aku terus mencari Nona kemana-mana. Kupikir, Nona sudah pergi jauh,” kata Nana pada Youra.


Nana menahan diri untuk tetap terdiam menahan sedih. Namun, Youra yang melihat wajah Nana, mampu menyadari maksud kesedihannya.


“Aku harus menunggu kakakku dulu,” kata Youra.


Nana yang mendengar itu langsung menghapus air matanya dan sedihnya tampak berkurang.


Tak lama kemudian, Young kembali. Ia tampak terkejut melihat Nana ada disana. Nana yang mengetahui kedatangan Young hanya terus menunduk di hadapan pemuda tampan itu.


“Kakak, kau sudah kembali? Kak, aku bertemu dengan Nana, dia mencari kita selama ini. Oh iya, dia mengajak kita untuk tinggal bersamanya". 


Saat itu, kupikir segala penderitaan ini telah berakhir. Dan aku akan memulai semuanya dari awal.


“Dia bilang, rumah pamannya ada di kaki gunung ini,” tambah Youra.


“Bb-benar Tuan Muda. Ikutlah bersamaku, kita bisa tinggal di rumahku untuk sementara waktu,” Nana yang gugup hanya terus menduduk.


Akhirnya, Youra dan kakaknya memutuskan untuk menetap di kaki gunung bersama Nana dan pamannya. 


Di perjalanan, Youra bertanya pada kakaknya. Sementara Nana yang berjalan di belakang Young hanya diam saja.


“Kakak, apa istana akan menyelidiki orang yang telah membunuh Ayah dan Ibu?” tanya Youra.


Young memandang wajah adiknya.


“Tentu saja. Ayah adalah pejabat kesayangan raja. Raja pasti mengupas tuntas kasus ini”.


Saat itu, aku hanya terus percaya.


“Kakak, apa kau benar-benar akan jadi pengawal Putra Mahkota? Dulu ibu bilang disana ada ratu dan putri yang cantik. Disana juga ada pangeran yang tampan, apa itu benar?” tanya Youra.


“Benar, itu benar,” jawab Young.


“Tapi, orang-orang bilang bahwa Putra Mahkota itu buruk rupa. Apakah itu benar?” tanya Youra yang membuat sang kakak terdiam, menghentikan langkah mereka.


“Siapa yang bilang?” tanya Young dengan ekspresi wajah yang khawatir.


“Lain kali, jangan berkata seperti itu pada orang lain. Apa kau mengerti?”.

__ADS_1


Saat aku mencoba membangun kepercayaan itu, mereka yang aku percaya, lambat laun meruntuhkannya satu persatu.


Youra mengangguk. 


**


Raja yang sudah pulih dari sakitnya melakukan pertemuan dengan para menteri. 


Saat itu, aku pikir raja akan mencari dalang di balik kematian ayahku.


Raja membuka pertemuan bersama para menteri.


“Setelah diselidiki, kematian penasehat negara adalah murni perampokan. Oleh karena itu, kasus ini ditutup,” sekretaris negara membacakan hasil keputusan raja. 


Tapi nyatanya, dia sama munafiknya.


Tak berapa lama, raja kemudian bertanya.


“Bagaimana penyelidikan terhadap Lee  Young dan adik perempuannya?” tanya raja.


Mengapa, dia tidak berusaha mencari kebenaran?


“Yang Mulia, kami telah mencari jasad mereka, tetapi tidak ditemukan,” jawab perwakilan penyidik.


“Kalau begitu, kita harus mencari pengawal baru untuk Putra Mahkota. Kumpulkan kembali siswa militer. Kabarkan pada mereka untuk datang besok pagi di halaman istana,” perintah raja yang kemudian mengakhiri pertemuannya.


**


Beberapa tahun kemudian, Youra telah tumbuh menjadi gadis dewasa.


“Aku ingin kita pergi ke desa. Sudah lama aku tidak pergi dari kaki gunung ini,” pinta Youra pada Nana.


“Tapi Nona, Tuan Muda akan sangat marah. Bukankah dia meminta Anda untuk tidak pergi kemanapun?” jawab Nana.


“Jangan katakan ini pada kakak. Harus berapa lama aku bersembunyi disini? Sementara dia bisa pergi sesukanya”.


Sejak saat itu, Youra diam-diam melanggar perintah kakaknya. Young selama ini menyuruhnya untuk tidak meninggalkan kaki gunung dan bersembunyi sampai waktu yang tepat. Alasannya, dia hanya takut kalau para perampok itu masih mengincar mereka.  


Kakak adalah pembohong yang buruk.


**


Suatu hari, Youra berjalan-jalan di pasar bersama Nana tanpa sepengetahuan kakaknya. Di pasar secara tidak sengaja Youra menabrak seseorang yang sangat dia kenal.


Saat itu Youra menutup wajahnya dengan kain, tetapi, orang itu tampak mencurigainya.


Seseorang yang menyeret tubuh ibuku saat itu, dengan pakaian yang sama, dia muncul di hadapanku.


Dada Youra kembali sesak. Ia terdiam di tempat tak dapat berkata-kata. Teringat kembali olehnya kejadian malam itu. Menyadari itu, Nana dengan sigap menarik tangan Youra dan mengajaknya berlari.


“Nona, kita harus berpencar. Berlarilah ke arah sana,” kata Nana.


Youra yang mulai sadar situasinya, mencoba mengumpulkan tenaganya untuk berlari mengikuti saran Nana. Namun, bayangan kelam yang ada di kepalanya membuat dadanya semakin sesak.


Aku tidak kuat.


Youra yang sesak terjatuh lemah di antara gang sempit. 


Di saat aku hampir saja menghancurkan perjuangan kakakku untuk bertahan,


Tiba-tiba seseorang yang tidak asing baginya muncul mengulurkan tangan.


“Ayo ikuti aku,” seseorang menarik tangannya berlari bersama.


Bintangku datang memberiku harapan.


“Jun..,” gumam Youra yang terpana.


Hari itu, Jun menggenggam tangan Youra. Mereka berlari bersama tak henti sampai dekat dengan kaki gunung. Rasa takut yang menyelimuti Youra, seolah lenyap begitu saja. Jun terus saja berlari, tanpa tahu Youra hanya terus memandangnya.


Dia menggenggam tanganku bersamanya..


Saat dia menoleh ke belakang, mata mereka bertemu. Jun tersenyum manis padanya. 


Duniaku yang hancur, seolah-olah bangun kembali.


Mereka berhenti.


“Berlarilah segera.. putri penasehat negara,” ucap Jun pada Youra. 


Aku tak dapat melepaskan genggamanku..


Orang yang mengejarnya tampak semakin dekat.

__ADS_1


Tapi, aku harus melepaskannya…


Youra kemudian berlari kencang. Dia yang tadinya ketakutan, tiba-tiba tersenyum senang.


Tak lama setelah berlari, akhirnya dia kembali bertemu Nana di kaki gunung itu. Youra terus saja tersenyum. Nana yang melihatnya jadi ikut tersenyum.


“Apa Nona menyukai pemuda itu?” tanya Nana tersenyum.


Youra yang kaget dengan pertanyaan Nana, langsung menghentikan senyumnya.


“Maafkan aku Nona. Saat itu, aku tidak sengaja melihat Anda memperhatikan Tuan Muda itu,” jelas Nana.


“Ah, tidak. Kau menyukai kakakku kan?” tanya Youra, mencoba menggoda, mengalihkan topik.


Nana benar-benar terkejut, hingga ia terus saja batuk.


“Mana mungkin aku berani Nona,” gugup Nana.


“Baiklah. Mana ada perempuan yang tidak akan tertarik terus memandang wajah kakakku yang populer itu,” sindir Youra sambil tersenyum.


Setidaknya, tawa itu kembali dalam hidupku.


**


Suatu hari, istana sibuk membahas mengenai perjodohan Putri Shin dengan anak seorang menteri terpilih, tetapi, Putri Shin yang mendapat kabar ini tidak setuju. Ia kemudian menjumpai ayahnya untuk menolak perjodohan itu.


Di kediaman sang ayah, Putri Shin bersimpuh. Hal ini membuat raja heran.


“Yang Mulia Ayahanda, bolehkah aku berkata jujur sebagai putrimu?” kata Putri Shin.


“Tentu, tentu saja,” kata sang ayah.


“Ayah, aku tidak ingin menikah dengan putra pilihan istana”.


Pernyataan Putri Shin membuat sang ayah terkejut.


“Apa maksudmu?” tanya raja.


“Ayah, aku sudah punya pilihan sendiri. Bisakah, sekali ini saja, ayah mengizinkan aku melakukan sesuatu yang aku inginkan?”.


Mendengar jawaban sang putri, raja tampak tak terima.


“Apa Hyeon yang sudah mengajarkanmu untuk berani membantah perintah kerajaan?!” bentak sang ayah.


Putri Shin yang terkejut dengan perkataan sang ayah, sangat terluka. Usaha lama untuk tak terlihat lemah malah membuatnya menumpahkan air mata.


“Sampai kapan, sampai kapan ayah terus menyalahkan Hyeon untuk semua kesalahan?” jawab Putri Shin.


Raja menarik napasnya.


"Pernikahanmu harus segera dilakukan. Seharusnya kau sudah menikah, di usiamu yang ke-13 tahun. Persaingan politik yang melibatkan para putri kerajaan membuat rakyat berpikir kau gadis tak laku. Aku sudah mempertaruhkan seluruhnya untuk membawamu kembali ke istana, setelah kau di tawan oleh mereka. Jangan coba-coba membantah aturan istana seperti Putra Mahkota bodoh itu".


Putri Shin mencoba tenang dan menahan tangisnya lebih keras.


“Katakan padaku, siapa pemuda itu?” tanya raja.


Putri Shin mendongak menatap ayahnya. Pandangan curiga itu, membuatnya bangkit berdiri.


“Ayah, jika aku katakan pemuda itu hanya rakyat biasa, apa ayah akan menyetujuinya?”.


Pertanyaan sang anak malah membuat raja tertawa.


“Hahaha! Jangan bercanda. Itu tidak mungkin. Para bangsawan dan keluarga kerajaan hanya akan menikah dengan anak keturunan bangsawan murni. Aturan turun-temurun adalah larangan pernikahan beda kasta. Rakyat biasa yang jatuh cinta pada keluarga kerajaan akan dijatuhkan hukuman mati,” jawab raja santai sambil meneguk teh hangat.


Putri Shin yang mendengar jawaban sang ayah menjadi lemah karena terkejut. Ia terbelalak, tanpa ekspresi membuahkan air mata. Tak lama, ia berdiri, berlari keluar dari kediaman sang ayah sambil menangis.


#Putri Shin POV


Ayah…


Cinta adalah sesuatu yang tidak dapat dibentuk oleh paksaan.


Cinta mengalir begitu saja..


Tidak peduli, walau dia adalah bintang yang tidak dapat dipetik..


Yang tumbuh, akan tetap tumbuh dengan mudah..


Meski bulan yang angkuh bersinar lebih terang, menutup mata dari sang bintang,


Cahaya bintang itu, adalah satu-satunya yang terlihat terang. 


Bukankah cinta seperti itu? Tidak peduli siapa yang lebih baik, jika hati telah jatuh, langit yang kelabu pun tampak berubah biru.

__ADS_1


__ADS_2