Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 104


__ADS_3

Albert POV


Tak kusangka, kemarahanku malah membuat Sena tersakiti. Tangannya membiru hasil cengkramanku semalam. Tubuhnya pun memerah tanda kissmark dariku yang tidak terhitung jumlahnya. Ya Tuhan, sungguh betapa kasarnya aku semalam. Maafkan aku, sayang.


Albert POV end


"Kau membuatku merasa seperti pengantin baru di pagi hari. Hehehe," celoteh Sena setelah Albert menggendongnya kembali ke ranjang setelah acara mandi bersama.


"Kalau kau suka, aku bisa melakukannya setiap hari." Albert kembali dari walk in closet setelah memakai baju dan membawa baju ganti untuk Sena. Albert memilihkan Sena baju lengan panjang dengan turnecklek agar tanda merah di leher dan di bawahnya tertutupi. Albert tak mau mengambil resiko jika Alnorld akan bertanya yang aneh-aneh saat melihat keadaan mommynya.


"MOMMY! DADDY!"


dok


dok


dok


"Baru juga aku memikirkannya, dia sudah di depan pintu saja." kata Albert menggaruk kepalanya yang tak gatal sembari membuka pintu untuk Alnorld.


"Siang sekali bangunnya, aku sudah lapar." protes Alnorld yang sudah duduk di sebelah Sena.


"Baiklah, sekarang mommy akan membuatkanmu sarapan."

__ADS_1


"No, kita sarapan di luar saja."


"Mommy, sepertinya daddy bosan dengan masakan mommy."


"Bukan begitu, daddy hanya kasian pada mommy. Sepertinya mommy sangat kelelahan."


"Kelelahan kenapa? Memangnya mommy melakukan apa semalam hingga kelelahan?" Alnorld bertanya dengan tampang polosnya.


"Bukan apa-apa. Ayo kita makan di luar, sekalian kita jalan-jalan pagi." ajak Sena mengalihkan pertanyaan Alnorld.


***


Waktu sudah menunjukkan malam hari.


"Lagi-lagi kau membawaku ke tempat seperti ini." gerutu Antonio memprotes temannya.


"Ayolah, kau kan sedang patah hati. Tempat yang paling cocok untuk meluapkan emosimu ya disini. Dengan bersenang-senang dengan beberapa botol alkohol dan banyak wanita."


"Dasar gila,"


"Sudah terlanjur sampai, jadi ayo masuk." tarik Jason, sosok pria tampan yang saat ini membuat Antonio semakin sakit kepala karena kelakuannya.


Suara dentum musik terdengar hingga memekakkan gendang telinga. Antonio beberapa kali menutup matanya dan pasrah dengan tarikan Jason yang membawanya ntah kemana.

__ADS_1


"Ini ruangan yang sudah anda pesan, tuan." ucap seorang witers.


Jason mengambil beberapa lembar uang dari kantong bajunya kemudian memberikannya sebagai tips.


"Terima kasih, tuan." ucap witers itu kemudian pergi meninggalkan Jason dan Antonio.


"Ayo masuk, di dalam sini tidak akan terlalu bising seperti di luar." kata Jason memaksa Antonio lagi.


Jason sudah menduga bahwa Antonio mungkin akan merasa terganggu dengan suara musik disko yang menjadi ciri khas sebuah club. Hingga ia berinisiatif memesan privat room untuk menemani temannya itu melampiaskan emosinya.


Dan benar saja, begitu mendudukkan tubuhnya di sofa panjang kemudian setelah Jason menutup pintu suara dentuman musik itu tidak begitu terdengar lagi. Membuat Antonio tampak lebih nyaman.


"Lihat, apa yang sudah kusiapkan untukmu." Jason menunjuk beberapa botol wine, vodka dan jenis minuman lainnya di atas meja.


"Hemm, thanks." Antonio membalas kebaikan Jason dengan kalimat yang singkat membuat Jason mendengus kesal.


"Perlu ku panggilkan beberapa wanita cantik?" tawar Jason sembari memasang wajah devilnya.


"Tidak perlu, aku jijik dengan mereka yang pernah di masuki banyak orang." tolak Antonio sembari menuang vodka ke dalam gelasnya.


"Hahaha, kau cukup bilang saja. Kalau kau ingin yang perawan. Aku bisa mencarikannya untukmu. Tunggu sebentar."


Jason mengambil ponselnya di saku celana kemudian menghubungi seseorang melalui telepon.

__ADS_1


"Bawa dia yang kau tawarkan kemarin. Temanku berkata mau mencicipinya."


__ADS_2