Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 162 (MENCURI HATI BOS DINGIN)


__ADS_3

"Kau kenapa?" tanya Antonio memperhatikan Aurelie yang tampak tak nyaman.


"Tidak apa-apa, hehehe."


"Kau belum pernah naik pesawat sebelumnya?" tebak Antonio yang tepat sasaran.


Dengan polos Aurelie pun menjawab,


"Belum,"


"Santailah," kata Antonio yang hanya di balas senyum tipis oleh Aurelie.


Beberapa saat kemudian, pesawat mulai bergerak. Getaran kencang pada pesawat yang belum pernah dirasakan Aurelie membuat wajahnya memucat dan Antonio tidak menyadari itu. Begitupun ketika pesawat mulai take off, dengan reflek Aurelie mencengkram lengan Antonio tanpa sadar. Membuat si empunya kaget seketika. Melihat Aurelie yang begitu ketakutan, tangan bebas Antonio yang lain pun mulai bergerak. Menarik dan mendekap tubuh Aurelie agar gadis itu merasa nyaman. Setelah pesawat mengudara, getaran pesawatpun hilang. Membuat Aurelie kembali pada kesadarannya.


"Ya Tuhan, maaf pak."


"Ehhemm, kau ini begitu saja takut."


"Ini kan pertama kalinya saya naik pesawat. Harusnya bapak bisa lebih pengertian."


"Sudah, jangan berisik." kata Antonio tegas membuat Aurelie cemberut.


Antonio mengabaikan Aurelie, ia sibuk mengecek beberapa dokumen yang belum sempat ia periksa. Baru saja beberapa menit mengudara, Aurelie sudah terlelap di samping Antonio. Entah pesona apa yang Aurelie miliki, hingga bisa menarik perhatian Antonio saat ini. Aurelie menggeliat dalam tidurnya, beberapa kali tangannya mengusap lengan mencari kehangatan. Melihat hal itu, dengan sangat peka Antonio melepas jasnya untuk menyelimuti Aurelie.


Penerbangan Singapura - Bangkok terbilang singkat, kurang dari 3 jam. Pilot mendaratkan pesawat dengan sangat mulus, membuat Aurelie yang tertidur tak sadar bila pesawat sudah kembali ke tanah.


"Bangun!"


"Enggghh, sudah sampai?"


"Iya. Ayo cepat turun."

__ADS_1


"Ini kan jas pak Antonio, kenapa ada padaku?" gumam Aurelie.


"Aurelie! Ayo cepat."


"Iya!"


Aurelie berjalan tergopoh-gopoh mengikuti langkah lebar Antonio. Belum lagi ia harus menarik kopernya dan membawa jas Antonio yang ia tak tahu sejak kapan ada padanya.


Di pintu keluar sudah menunggu seorang supir yang menjemput kedatangan Antonio dan juga Aurelie. Dan tujuan pertama mereka sesampainya di Bangkok adalah hotel. Karena jam masih menunjukkan pukul 11 malam waktu setempat.


Sesampainya di hotel yang dipesankan oleh Renee, Antonio menuju meja resepsionis dan menunjukkan kode booking yang diterimanya dari Renee. Dan resepsionis pun mengkonfirmasi kode tersebut lalu memberikan sebuah keycard kepada Antonio.


Antonio merasa ada kesalahan karena resepsionis hanya memberinya satu kunci. Sedangkan ia yakin bila Renee sudah memesankan dua kamar untuknya dan Aurelie. Resepsionis pun memeriksa kode booking milik Antonio dan mengatakan bahwa benar hanya satu kamar yang telah dibooking atas nama Antonio.


Tak mau ambil pusing, Antonio pun berencana untuk memesan satu kamar lagi.


"Kalau begitu, tolong satu kamar lagi."


"Maaf, tuan. Malam ini hotel kami sudah penuh. Tidak ada kamar yang tersisa."


"Hotel terdekat berjarak 15km dari sini."


"Ya, karena hotel ini masuk dalam pinggiran kota. Maka tidak ada hotel lain."


"Sial."


Tanpa bertanya lagi, Antonio pun berbalik meninggalkan meja resepsionis dan menghampiri Aurelie.


Aurelie merasa sangat mengantuk, kepalanya seakan bergoyang mengambang tak karuan.


"Apa ini yang dinamakan jetlag, ya. Aduuuuuh, kepalaku rasanya tak bisa berhenti berputar." gerutu Aurelie.

__ADS_1


"Ayo ke kamar." ajak Antonio dan Aurelie hanya mengangguk mengikuti perkataan bosnya.


Antonio tidak memberitahu Aurelie mengenai kamar yang akan mereka gunakan. Ia sedang malas untuk berdebat di depan resepsionis dan berakhir menjadi tontonan. Maka Antonio memilih untuk membawa masuk Aurelie terlebih dahulu.


Antonio membuka suit room, lalu bergegas masuk. Karena merasa kebingungan, Aurelie pun mengikuti Antonio masuk ke dalam kamar.


"Kunci kamar saya mana, pak?"


"Kita tidur disini." jawab Antonio datar.


"KITA? Anda mau mengambil kesempatan untuk....." Aurelie berkata dengan keras sembari menutup bagian bukit kembarnya dengan menyilangkan kedua tangannya di dada.


"Sssssttttt, apa yang kau pikirkan? Kau kira aku bernafsu dengan badan cebolmu? Hanya malam ini, karena tidak ada kamar yang tersisa." kata Antonio yang mulai tidak sabar karena lelah.


"Saya tidak mau tidur seranjang dengan anda."


"Memangnya siapa yang memintamu tidur di ranjang? Kau tidur di sofa!" Antonio menunjuk Sofa di sampingnya.


"Ya sudah kalau begitu." kata Aurelie kemudian menduduki sofa yang dimaksud Antonio.


Malas jika harus kembali berdebat, Antonio pun memilih untuk membersihkan diri. Sedangkan Aurelie, langsung mengambil posisi tidur begitu Antonio menghilang di balik pintu kamar mandi.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


HAPPY WEEKEND, ALL.


__ADS_2