
"Kau lelah, sayang?" tanya Albert sembari mendorong pelan kursi roda Sena.
"Emm," jawab Sena singkat.
"Apakah sangat berat? Jika iya, kumohon kau jangan memaksakan diri. Pelan-pelan saja." kata Albert.
"Sedikit berat memang, tapi tidak apa-apa. Karena aku ingin cepat sembuh dan berkumpul lagi dengan Alnorld." jawab Sena menoleh ke arah Albert dan tersenyum.
"Dan menikah denganku." kata Albert menyambungkan.
"Ya, itu juga." jawab Sena kembali berbalik menatap lurus koridor rumah sakit.
"Mau jalan-jalan ke taman dulu?" tanya Albert menawarkan.
"Boleh. Aku juga bosan kalau harus di kamar terus." jawab Sena.
Albert pun mendorong kursi roda Sena ke taman dengan pelan.
Di taman, Sena memandangi beberapa anak yang sedang bermain. Anak-anak itu memakai baju pasien seperti dirinya dan hal itu membuat hati Sena merasa teriris.
"Kenapa diam saja?" tanya Albert penasaran.
"Melihat mereka aku jadi ingat Alnorld. Aku sangat bersyukur karena Alnorld tumbuh dengan baik dan sehat." kata Sena seraya menunjuk beberapa anak yang sedang bermain dengan mengenakan pakaian pasien.
Albert berjongkok di depan Sena.
"Kau merindukan Alnorld?" tanya Albert menggenggam kedua tangan Sena.
"Emm, tapi disana pasti sudah malam. Anak itu pasti sudah tidur sekarang." jawab Sena.
" Ya sudah, besok saja ya kita teleponnya." kata Albert yang tak juga melepaskan genggamannya.
"Oke." jawab Sena tersenyum.
--------------"-------------
Di sebuah mansion, terlihat pria paruh baya duduk bersandar di kursi goyangnya dengan memejamkan mata. Keningnya tampak berkerut, seolah memperlihatkan bahwa pria paruh baya itu merasakan keresahan dan penyesalan yang amat dalam.
__ADS_1
Bayang-bayang dimana suara tangis dua wanita yang sangat dicintainya begitu menusuk hati membuat dadanya terasa sesak hanya sekedar untuk bernafas. Hingga akhirnya cairan bening itu lolos begitu saja dari matanya yang masih terpejam.
"Tuan."
"Emm, Ed. Ada apa?" tanya pria paruh baya itu membuka mata dan mengusap jejak air mata di pipinya.
"Saya hanya mau mengingatkan bahwa besok adalah jadwal kontrol anda. Saya sudah membuat janji dengan dokter pukul sepuluh pagi."
"Ya, terima kasih ed."
"Sama-sama Tuan."
"Ed, kau masih punya orang tua?"
"Ya, Tuan. Masih."
"Kau tidak pernah terlihat mengunjungi mereka?"
"Emm, tidak apa Tuan. Pekerjaan disini masih banyak yang perlu saya tangani. Lagi pula, setiap hari kami tetap bertukar kabar."
"Ambillah cuti barang satu minggu atau lebih. Kunjungilah mereka."
"Tentu saja, kau fikir aku bos kejam yang tidak memperbolehkan karyawannya untuk cuti?"
"Bu bukan begitu maksud saya Tuan. Maafkan saya."
"Tidak apa-apa. Kau boleh mengambil cutimu mulai besok. Dan temui Sarah bagian keuangan, dia akan memberimu sedikit uang jalan. Kau bisa gunakan uang itu untuk menyenangkan orangtuamu."
"Terima kasih, tuan."
"Hemm." balas pria paruh baya yang sudah kembali memejamkan matanya.
"Kalau begitu saya akan berkoordinasi dengan Jordan untuk pengalihan tugas sementara. Saya permisi, tuan. Dan sekali lagi, terima kasih." kata Edward yang di balas anggukan oleh pria paruh baya tersebut.
---------"--------
Setelah dirasa angin sore semakin dingin, Albert pun mengajak Sena untuk kembali ke kamar.
__ADS_1
Dengan cekatan Albert memindahkan tubuh Sena ke ranjang dan menyelimuti wanitanya itu.
"Terima kasih."
"Sama-sama. Istirahatlah."
cup
Albert mengecup kening Sena dan tersenyum. Sena membalas senyuman Albert dengan senyuman yang tak kalah indah membuat Albert mendesah.
"Kenapa?" tanya Sena mengernyitkan dahinya.
"Kalau kau tersenyum seperti itu aku jadi ingin lebih."
"Ingin apa?"
"Ingin menyecap manisnya ini." kata Albert menunjuk bibir merah Sena.
Sena tersenyum sesaat dan mengecup tepat di bibir seksi Albert.
cup
Albert melotot menerima kecupan yang tiba-tiba itu. Hingga kemudian kesadarannya pun kembali. Albert menangkup pipi Sena dengan kedua tangannya dan mendaratkan bibirnya ke bibir merah Sena. Di kulumnya bibir yang sudah menjadi kegemarannya dengan sesekali menggigit kecil bibir itu. Tak hanya bibir mereka yang saling menyecap. Lidah keduanya pun sama-sama menjelajah rongga mulut masing-masih, saling membelit dan menari di dalamnya.
##############
Happy satnight, readers...
Pada jalan kemana dan sama siapa nih?
Atau pada berdiam diri di kamar aja?
Yah,
dimanapun readers menghabiskan satnight, jangan lupa bahagia yaa...
happy reading...
__ADS_1
💕