
Salah satu resepsionis mengantarkannya menaiki lift. Sesampainya di lantai yang di tuju, seorang wanita berpakaian rapi sudah menunggu dan membawanya ke kantor direktur. Bisa ditebak jika wanita itu pastilah sekretaris atau mungkin seorang asisten seperti dirinya.
Dan disinilah Aurelie sekarang. Di dalam ruangan yang cukup besar, dengan gaya classic khas barat. Seorang pria paruh baya duduk tak jauh dari tempat ia duduk. Dan wanita yang mengantarnya hanya berdiri di belakang sang direktur.
"Kau ini....."
"Perkenalkan, nama saya Aurelie Daneliya. Asisten tuan Antonio. Beliau mengirim saya kemari untuk memberikan ini pada anda. Harap anda menerimanya dan segera membaca isinya." Aurelie menyerahkan amplop besar yang sedari tadi ia bawa.
Sang direktur tampak menelan ludah sebelum akhirnya membuka Amplop itu dan membaca dokumen di dalamnya sekilas. Sang direktur menatap tajam Aurelie, kemudian membuang nafasnya kasar.
"Bertha, siapkan mobil. Aku akan ke Slavethon sekarang. Tunda semua rapat menjadi besok pagi."
"Baik, pak."
"Kalau begitu, saya permisi."
"Kau bisa pergi bersamaku sekalian. Kau akan kembali ke Slavethon kan?"
"Tidak perlu, saya akan kembali dengan taksi saja."
"Jangan membuang-buang uang, nak."
"Baiklah kalau begitu. Merepotkan Anda, pak."
Setelah misinya berhasil, Aurelie segera mengirim pesan pada Antonio.
To : BOS DINGIN
Direktur GC akan segera ke Slavethon, pak.
***
Sekarang ini, Antonio tengah memimpin rapat triwulan perusahaan. Ayahnya, sang presdir tidak hadir karena sedang dalam perjalanan dinas ke luar negeri. Sehingga untuk sementara waktu, tanggung jawabnya akan dipikul oleh sang wakil yang tak lain adalah Antonio Lefrand putranya.
__ADS_1
Antonio mengecek handphonenya manakala salah seorang peserta rapat mempresentasikan laporannya. Antonio tersenyum puas membaca isi pesan yang baru saja ia terima. Ia merasa bahwa sebentar lagi ia akan menangkap ikan besar. Tidak sia-sia ternyata ia mengutus Aurelie kesana.
***
Sesampainya di Slavethon Group, Aurelie mengantar direktur GC ke ruang tunggu.
"Maaf, bisakah anda menunggu sebentar tuan? Saya akan menemui Pak Antonio sebentar."
"Ya, silakan. Saya akan menunggu disini."
Aurelie meninggalkan direktur GC dan memasuki kantor Antonio.
"Dia sudah datang?"
"Iya, saya memintanya menunggu di ruang sebelah."
"Persilakan dia masuk."
"Baik,"
Setidaknya tiga jam sudah Antonio dan direktur GC berada di dalam. Aurelie duduk sendiri dengan kesepiannya, karena hari ini Renee meminta cuti.
Tak lama kemudian, pintu kantor Antonio terbuka. Menampakkan kedua pria berkelas itu. Wajah direktur GC tampak sumringah, begitu juga dengan Antonio.
"Sepertinya, mereka mendapat kesepakatan yang bagus." kata Aurelie dalam hati. Aurelie pun berdiri dan mengikuti Antonio untuk mengantar direktur GC sampai ke pintu perusahaan. Setelah direktur GC pergi, Antonio mendekati Aurelie.
"Ikuti aku," perintah Antonio. Aurelie pun mengikutinya tanpa berkata apa-apa.
Sesampainya di kantor Antonio,
"Hubungi ibumu sekarang. Katakan bahwa malam ini kau akan pulang terlambat."
"Anda memberi saya lembur?"
__ADS_1
"Iya, aku akan membawamu ke perjamuan makan malam."
"Kenapa harus saya?"
"Karena hanya ada kau sekarang. Kalau ada Renee, tidak mungkin aku memintamu untuk menemaniku."
Antonio meneliti gaya berpakaian Aurelie kemudian membuat panggilan telepon,
"Aku butuh bantuanmu untuk merombak seseorang."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
AUTHOR BAYAR HUTANG,
JADI UP NYA AGAK BANYAKAN.
😁
__ADS_1
HAPPY READING, ALL