
"Ke perusahaan." kata Albert pada supir yang menjemputnya dan Evan.
"Bos, apakah anda tidak ingin istirahat dulu?" tanya Evan.
"Tidak, kita harus menyelesaikan ini dengan cepat." jawab Albert tegas.
"Baik, bos."
Sesampainya di perusahaan, Albert segera mengadakan rapat darurat bersama dengan direksi.
"Apakah semuanya sudah ada disini?" tanya Albert begitu memasuki ruang rapat.
"Tuan Sajad tidak berada disini." kata salah seoranh direksi.
"Ada yang bisa membantuku untuk menghubunginya? Minta dia datang kesini segera." kata Albert tanpa basa basi.
"B baik, pak." jawab seorang wanita yang merupakan sekretaris Tuan Sajad kemudian meminta ijin keluar ruang rapat untuk melakukan panggilan telepon.
Di tempat lain, Sajad yang masih menikmati jamuan di sebuah ruangan karaoke elit yang diadakan oleh Tuan Antonio nampak terganggu dengan dering handphone yang beberapa kali terdengar.
"Angkat teleponmu." perintah Antonio yang langsung diiyakan oleh Sajad.
"Halo? Kenapa kau menggangguku. Sudah kubilang kalau hari ini aku tidak ingin di ganggu." kata Sajad marah pada sekretarisnya.
"Maaf, pak. Tapi Pak Albert tiba-tiba datang dan mendadak mengadakan rapat darurat dengan para direksi. Hanya bapak yang tidak ada disini." kata si sekretaris.
"Apa? Gila. Aku tidak mungkin bisa kembali ke perusahaan dengan cepat. Kau aturlah bagaimana agar aku tidak perlu repot kembali kesana sekarang." kata Sajad tak mau ambil pusing.
"Tapi pak......." kata si sekretaris terputus karena Sajad menutup telepon dengan seenaknya.
tut
__ADS_1
tut
tut
wanita yang merupakan sekretaris Sajad menghela nafas gusar. Ia tidak tahu apa yang harus ia katakan pada Albert mengenai ketidak hadiran atasannya itu.
ceklek,
"Bagaimana? Dimana atasanmu?" tanya Albert begitu sekretaris Sajad kembali ke dalam ruang rapat.
"Maaf, pak. Pak Sajad sedang sakit dan tidak memungkinkan untuk datang ke kantor sekarang." kata sekretaris Sajad menunduk takut.
"Baiklah, mari kita mulai saja rapatnya." kata Albert dan kemudian rapat darurat pun dimulai.
Di tempat karaoke,
"Ada apa?" tanya Antonio.
"Si ingusan Albert datang lebih cepat. Baru datang dan langsung mengadakan rapat darurat bersama direksi. Dari pada aku kembali kesana lebih baik bersenang-senang disini." kata Sajad santai sembari menegak minuman Alkohol di depannya.
Setelah rapat yang dilaksanakan selesai, Albert memilih untuk kembali ke apartemen keluarganya yang memang disiapkan untuknya dan sang ayah ketika mengurus perusahaan yang ada di Singapura.
Sedangkan Evan sendiri menginap di apartemen lain di dalam kawasan yang sama milik perusahaan.
Setelah membersihkan diri, Albert mengambil ponsel yang ia tinggalkan di atas nakas sebelumnya dan melakukan panggilan telepon.
tut
tut
tut
__ADS_1
Sena : Halo?
Albert : Hai, sayang?
Sena : Kau harusnya sudah sampai disana beberapa jam yang lalu kan? Kenapa baru menelpon?
Albert : maafkan aku, sayang. Setibanya disini aku langsung meminta para direksi untuk melakukan rapat darurat secara mendadak. Jadi tidak sempat memberi kabar.
Sena : Apakah masalah disana sangat buruk?
Albert : Sedikit. Tapi aku yakin, hal ini akan segera membaik.
Sena : Aku akan selalu mendo'akanmu.
Albert : Terima kasih, sayang. Oh iya, bagaimana keadaan Alnorld? Apakah masih demam?
Sena : Tidak, sore tadi demamnya sudah mulai turun. Tadi saat bangun dia langsung menanyakan keberadaanmu.
Albert : Benarkah?
Sena : Emm, sepertinya dia sangat rindu untuk bermain denganmu. Karena akhir-akhir ini kau sangat sibuk.
Albert : Baiklah, kalau begitu anggap saja aku berhutang waktu padamu dan Alnorld. Aku janji, setelah ini semua selesai. Aku akan membawa kalian untuk berlibur.
Sena : Janji?
Albert : Tentu saja.
Sena : Baiklah kalau begitu, akan aku catat dan menagihmu bila kau lupa. Sekarang istirahatlah, kau pasti lelah.
Albert : Kau juga istirahatlah. I love you.
__ADS_1
Sena : I love you too.
Albert mengakhiri panggilannya dan meletakkan kembali handphonenya di atas nakas. Kemudian membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur untuk beristirahat.