Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 174 (MENCURI HATI BOS DINGIN)


__ADS_3

"Mendekatlah, mama akan memberitahumu bagaimana meluluhkan hati Aurelie." kata Ny. Stevanie dan Antonio pun segera mendekatkan kursinya.


"Apa kau tahu apa yang disukai Aurelie?" tanya Ny. Stevanie yang dibalas gelengan oleh Antonio.


Ny. Stevanie tampak frustasi. Ia tak mengerti bagaimana putranya bisa sekaku itu. Bahkan mencari tahu kesukaan gadis yang ia sukai pun ia tidak terpikirkan.


"Ya Tuhan, cukup. Mama menyerah membantumu. Kau tidak terselamatkan." kata Ny. Stevanie yang kemudian beranjak pergi meninggalkan Antonio.


Antonio tampak bengong melihat mamanya yang pergi begitu saja.


"Ada apa dengan dua wanita ini. Mereka berdua meninggalkan ku semua dalam kebingungan." gerutu Antonio mengingat kejadian tadi siang bersama Aurelie.


***


Keesokan harinya, Antonio mulai melancarkan aksinya. Setelah semalaman berfikir, akhirnya ia membuat sebuah keputusan untuk membuat Aurelie dekat dengannya.


Seperti saat ini, Antonio membuat Aurelie disibukkan dengan hal-hal tak berguna dengan memungut kertas dokumen yang berjatuhan. Dan anehnya Aurelie menurut saja tanpa mengatakan apa-apa.


Begitupun hari-hari berikutnya, pertahanan Aurelie tetap kokoh. Walau sesekali Aurelie tampak menggerutu di belakang Antonio. Ini sudah hari ke 10 ia menggangu Aurelie dan mencari perhatian gadis itu. Tapi semuanya justru percuma, membuat Antonio mau tak mau mengeluarkan cara terakhir yang sebenarnya tak ingin ia gunakan.


"Temani aku pergi ke suatu tempat." kata Antonio begitu Aurelie selesai membereskan kotak kartu nama milik Antonio yang sengaja ia jatuhkan dan membuat semua isinya berceceran.


"Kemana?"


"Ikut saja, tidak usah banyak bicara. Jadi, nanti kau jangan pulang dulu."


"Baiklah,"


Seperti yang Antonio perintahkan, Aurelie tetap berada di mejanya disaat karyawan lain berhamburan untuk pulang begitupun dengan Renee.


"Kau tidak pulang?"

__ADS_1


"Aku akan pulang sebentar lagi, kakak duluan saja."


"Baiklah, sampai jumpa besok." kata Renee sebelum pergi.


Suasana kantor sudah tampak sepi, Aurelie juga sudah lumayan lama menunggu Antonio. Maka dengan berat hati ia beranjak, hendak menghampiri atasannya itu.


tok


tok


tok


"MASUK!"


ceklek,


"Apa masih lama?"


"Sebentar lagi, duduklah dulu."


Aurelie begitu fokus memperhatikan Antonio sampai tak sadar jika Antonio sudah selesai dengan pekerjaannya. Antonio yang mendapati diperhatikan Aurelie sedemikian rupa menjadi salah tingkah.


"A apa yang kau lihat?"


"Hah? Oh, sudah selesai. Ayo,"


***


Aurelie menggerutu dalam hati, ia mengira Antonio memintanya untuk menemani pergi bertemu klien atau orang penting lainnya. Ternyata pria itu hanya ingin ditemani makan.


Antonio memilih restoran yang memiliki ruang VIP karena disana mereka bisa lebih menjaga privasi. Mereka berdua makan tanpa ada yang bicara sedikitpun. Hingga ruangan itu terasa senyap.

__ADS_1


Seusai makan, Antonio pun mulai melancarkan rencana terakhirnya.


"Menikahlah denganku!"


Aurelie mendesah pelan, lagi-lagi kalimat itu yang ia dengar.


Karena Aurelie tak menjawab, Antonio pun melanjutkan ucapannya.


"Terserah kau mau menganggap aku tak tahu malu atau apa. Tapi jangan menolakku, kalau kau tidak menyukaiku atau tidak mau menikah denganku dengan alasan lain. Maka cukup menerimaku untuk membalas budimu."


"APA?" Aurelie terperanjat kaget mendengat kalimat terakhir yang diucapkan oleh Antonio. Ia tak percaya jika Antonio akan menggunakan kelemahannya untuk membuatnya mau menikahi Antonio. Dan itu membuat hati Aurelie tersayat.


"Kau sendiri yang dulu pernah bilang ingin membalas budi padaku bagaimana pun caranya. Jadi, inilah kesempatanmu."


.


.


.


.


.


.


.


SUSAH EMANG, KALAU LAKI NYA MODEL-MODEL ANTONIO GINI. GK BISA ROMANTIS, GK NGERTI CARA MEMPERLAKUKAN WANITA DENGAN BAIK DAN ROMANTIS. MALAH ASAL JEPLAK, PAKAI KATA "BALAS BUDI". KAN AURELIE JADI SAKIT HATINYA.


😭😭😭

__ADS_1


AUTHOR EMOSI SENDIRI, PADAHAL AUTHOR YANG NULIS.


WKWKWKWKWK


__ADS_2