
HAPPY READING,
___________________________
"BULAN DEPAN?" Antonio dan Aurelie berteriak bersamaan dan kemudian saling memandang.
"Oh, apakah terlalu lama? Tunggu sebentar, biar mama cek dulu." kata Ny. Stevanie yang kemudian membuka handphonenya.
"Wah, pas sekali. Minggu depan, gedung yang ingin mama sewa untuk pernikahan kalian kosong. Jadi Minggu depan saja menikahnya."
"Tapi Nyonya, apakah itu tidak terlalu cepat? Seminggu adalah waktu yang cukup pendek untuk menyiapkan ini dan itu. Dan saya juga ingin bisa menyiapkan sesuatu, karena saya tidak mau lepas tangan sebagai orangtua."
"Ny. Daneila, anda tenang saja. Seminggu adalah waktu yang cukup. Dan saya mohon, anda tidak perlu repot akan apapun. Anda dan Aurelie hanya perlu hadir di pernikahan."
Antonio menggenggam kedua tangannya di depan bibirnya untuk menutupi kebahagiaannya. Tuhan membantunya, lewat ibunya. Tanpa dia harus bersusah payah memikirkan bagaimana caranya menjadikan Aurelie sebagai istri secepatnya.
"Tapi, nyonya?" Aurelie menyanggah.
"Mama, Aurelie." kata Ny. Stevanie mengingatkan Auralie untuk memanggilnya mama.
"Maksud saya, mama. Bukankah satu Minggu itu terlalu mepet?" Aurelie berusaha menyanggah saran dari Ny. Stevanie.
"Emm, karena pernikahan itu adalah hal yang baik. Maka harus di segerakan. Dan juga, mama sudah meninggalkan pekerjaan mama cukup lama. Mama harus segera kembali ke Paris. Dan mama ingin, kalian bisa menikah sebelum mama kembali kesana." kata Ny. Stevanie menjelaskan.
Aurelie melirik Antonio meminta bantuan untuk bicara agar bisa menunda waktu pernikahannya. Namun Antonio hanya mengangkat bahunya acuh dan membuat Aurelie kesal.
"Antonio, mulai besok biarkan Aurelie cuti terlebih dahulu. Agar bisa menyiapkan pernikahan." kata Ny. Stevanie.
"Kalau begitu aku juga akan mengambil cuti." Antonio tak mau mengambil resiko untuk tidak melihat Aurelie di tempat kerja.
"Kau bisa cuti 2 hari sebelum pernikahan." dan kali ini Tn. Lefrand yang berbicara, maka Antonio pun hanya bisa memasang wajah pasrah.
"Besan, nanti kita siapkan semua bersama-sama ya. Tolong jangan sungkan, karena sebentar lagi kita akan menjadi keluarga." ucap Ny. Stevanie ramah sambil memegang tangan Ny. Daneila.
"Baik, Nyonya. Terima kasih," kata Ny. Daneila tulus.
***
Seusai pertemuan keluarga, Antonio mengantar Aurelie dan ibunya kembali ke rumah. Tidak ada obrolan seputar pembahasan pernikahan yang baru saja mereka lakukan, Aurelie hanya diam menatap jalan. Sedangkan Antonio mencoba untuk mengobrol santai dengan calon mertuanya.
Hingga sampai di depan rumah, Aurelie keluar dari mobil lebih dulu. Ny. Daneila memandang tak enak pada Antonio atas ketidaksopanan Aurelie.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, bu. Sepertinya Aurelie sedikit marah karena rencana pernikahan yang dirancang mama. Karena begitu mendadak."
"Maafkan Aurelie yang masih kekanak-kanakan, ya nak."
"Tidak apa-apa, Bu. Oh iya, kalau boleh besok pagi saya ingin mengajak Aurelie keluar sebentar."
"Emm, silakan saja. Apa kau mau mampir dan minum kopi dulu?" tanya Ny. Daneila menawarkan.
"Tidak usah, Bu. Saya langsung pulang saja. Selamat malam,"
"Iya, hati-hati ya."
Setelah mobil Antonio melaju, Ny. Daneila segera menyusul Aurelie. Aurelie sudah berada di kamar dan berganti baju.
"Ehhemm,"
"Ibu?"
"Apa kau sedang marah, sayang?"
"Tidak, bu. Aku hanya sedikit sebal saja pada Antonio."
"Hah, kasihan nak Antonio. Punya istri yang suka sekali ngambek."
"Hanya bercanda, ya sudah. Istirahatlah. Besok pagi Antonio akan kesini menemuimu."
"Dia bilang begitu?"
"Iya, sebelum pulang tadi. Selamat malam, sayang." Ny. Daneila mengecup kening Aurelie kemudian keluar, kembali ke kamarnya sendiri untuk beristirahat.
***
"Akhirnya kau pulang juga." kata Ny. Stevanie yang sudah menunggu Antonio di ruang tamu.
Antonio terperanjat kaget,
"Ya Tuhan, mama mengagetkanku. Kenapa mama belum tidur?"
"Ada yang perlu mama tanyakan padamu."kata Ny. Stevanie sambil memberi isyarat pada Antonio untuk mendekat.
"Ada apa?" Antonio ikut duduk di sofa.
__ADS_1
"Bagaimana caramu membuat Aurelie setuju untuk menikah?" tanya Ny. Stevanie yang langsung pada intinya.
"Enggg, kenapa mama menanyakan itu?"
"Tidak apa-apa, mama hanya penasaran. Karena Aurelie tidak terlihat senang saat pertemuan tadi. Jadi mama berfikir, apa mungkin kau memaksanya?" Ny. Stevanie bertanya dengan wajah curiga.
"Itu hanya karena dia sedang datang bulan, ma." jawab Antonio asal sambil membuang muka.
"Benarkah?"
"Tentu saja, dalam hati dia pasti merasa sangat bahagia."
"Ya sudah kalau begitu. Mama mau istirahat, karena mulai besok mama akan sibuk menyiapkan pernikahanmu dengan Aurelie." Ny. Stevanie pun beranjak dari duduknya.
"Selamat tidur, ma. Terima kasih," ucap Antonio.
Ny. Stevanie tersenyum kemudian meninggalkan Antonio untuk kembali ke kamarnya.
.
.
.
.
.
.
.
SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA,
GIMANA, UDAH PADA NYATE BELUM?
JANGAN BERLEBIHAN YA MAKAN DAGINGNYA, INGAT KOLESTROL. 😁
SEMOGA SEHAT SELALU.
MAAF YA, BARU BISA UP.
__ADS_1
SEE YOU,