Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 167 (PART NERO'S FAMILY)


__ADS_3

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, kini kandungan Sena sudah memasuki usia 30 Minggu. Dan itu berarti tinggal beberapa Minggu lagi keluarga mereka akan bertambah anggota baru. Karena kehamilannya, Albert menjadi sangat posesif mengingat ini ada kehamilan pertamanya di samping sang suami. Sebenarnya sikap posesif Albert membuat Sena tak nyaman, mengingat saat hamil Alnorld Sena menjalaninya sendiri. Ia tidak bisa kemana-mana tanpa pengawalan. Bahkan Albert juga tak mengijinkannya untuk terbang mengunjungi ayahnya di Amerika. Sedangkan Laurence sendiri tidak bisa mengunjungi putrinya karena sibuk mengurus perusahaan disana.


"Mommy, apakah adikku laki-laki atau perempuan?" tanya Alnorld untuk kesekian kalinya.


Sena dan Albert sudah sepakat untuk tidak mau tahu tentang jenis kelamin bayi mereka agar menjadi sebuah kejutan saat kelahirannya.


"Kau inginnya adik laki-laki atau perempuan?"


"Apa saja asal mereka tidak membuatku kesal."


"Kau ini. Sayang, sebenarnya mommy sangat penasaran. Kenapa sekarang kau menjadi sangat berbeda dengan kau yang dulu? Kau dulu begitu dingin dan tegas. Sekarang kau sangat menggemaskan."


"Aku tidak mau memberi tahu mommy." kata Alnorld kemudian meninggalkan mommy nya di ruang keluarga dan kembali ke kamarnya.


***


Albert memijit pelipisnya yang menegang, beberapa saat yang lalu ia mendapatkan sebuah kabar yang begitu mengejutkan dari orang kepercayaan mertuanya. Jika mertuanya Laurence telah meninggal karena serangan jantung yang tiba-tiba.


Dia bingung bagaimana harus menyampaikan kabar buruk ini pada Sena. Beberapa hari yang lalu Sena kembali meminta ijin untuk terbang menjenguk Laurence, tapi Albert tidak mengindahkannya dengan dalih kehamilan Sena. Sebenarnya ia pun sudah berjanji pada Sena jika Minggu depan ia yang akan pergi menjenguk Laurence agar istrinya menjadi lebih tenang. Tapi, belum juga ia melaksanakan janjinya. Justru kabar buruk itu datang.


"Apakah Sena akan sangat membenciku kalau tahu kabar ini?" gumam Albert.


Albert mengirim pesan pada orangtuanya, tentang kabar duka itu. Saat ini kedua orangtua Albert tengah berada di Italia. Mereka melakukan perjalanan panjang keliling Eropa untuk berlibur. Selain memberi kabar, Albert juga ingin meminta saran dari orangtuanya tentang Sena.


Ibu Albert langsung menelponnya,


"Kenapa kau bisa memperlakukan istrimu seperti itu? Kau pikir orang hamil tidak boleh naik pesawat? Kau pikir orang hamil tidak boleh melakukan ini itu? Harusnya kau sebagai suami cukup menjaganya dan tidak mengekangnya!"

__ADS_1


Albert diam, dia baru merasa bersalah saat ini. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Sena karena sikap posesifnya selama ini.


"Dengarkan mom, Albert. Sekarang pulanglah, katakan semuanya pada Sena dengan hati-hati. Lalu ajak istrimu untuk bertemu ayahnya untuk terakhir kali. Agar kau tidak menyesal nanti."


"Baik, mom. Terima kasih. Kalau begitu ku tutup dulu telponnya."


Setelah mendapat nasehat dari ibunya, Albert bergegas untuk pulang ke mansion. Kepulangannya ke mansion yang lebih awal dari biasanya tentu membuat Sena bertanya-tanya namun juga senang karena sang suami bisa memiliki waktu luang lebih lama.


"Aku senang kau pulang cepat hari ini." kata Sena menyambut Albert yang kini sudah berada di dalam kamar mereka.


"Sayang, ada yang ingin kukatakan."


"Ada apa? Kenapa wajahmu terlihat sangat cemas?" tanya Sena membelai wajah kusut Albert.


"Ayo duduk dulu," Albert mengajak Sena duduk di tepian ranjang.


"Hah, akhirnya kau memahami ini juga. Tidak apa-apa, aku mengerti karena ini ada pertama kalinya kau melihatku hamil."


"Ayo kita ke Amerika."


"Sekarang?"


"Iya, ajak Alnorld juga. Dia harus memberi penghormatan terakhir untuk kakeknya."


"Tunggu, apa maksudmu dengan penghormatan terakhir?"


"Sayangz maafkan aku. Papi, dia mengalami serangan jantung dan meninggal."

__ADS_1


Sena tidak berkata apa-apa lagi. Dia menutup mulutnya tak percaya dan air bening lolos begitu saja dari matanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


MAAFKAN AUTHOR YA, SENA. 😭


BARU JUGA DIBALIKIN KE NOVEL MALAH LANGSUNG DIBUAT SEDIH.


.


.


.

__ADS_1


LANJUT, AGAK MALAM GUYS...


__ADS_2