
Di tengah hari, seorang maid dari rumah besar Keluarga Lefrand datang dengan membawa beberapa kotak makanan. Ia mengaku ditugaskan oleh Antonio untuk menemani Aurelie menjaga Nyonya Stevanie dan membawakan makan siang untuk keduanya.
Saat maid itu hendak menyuapi Ny. Stevanie, Aurelie dengan sopan mengambil alih dan menyuapi mama dari atasannya itu. Karena ia tahu, jika Ny. Stevanie akan lebih senang jika ia yang menyuapinya dan pasti makanannya pun akan habis tak bersisa.
"Kenapa kau tidak jadi menantuku saja, Aurelie?" tanya Ny. Stevanie tiba-tiba.
"Hahahaha, anda ini bercanda saja Nyonya." Aurelie menanggapi dengan asal.
"Siapa yang bercanda?" Ny. Stevanie menatap Aurelie dengan serius.
"Tentu saja anda, saya yang seperti ini mana pantas dengan pria sehebat Pak Antonio?"
"Memangnya kau kenapa? Kau itu cantik, ramah, baik hati dan ceria. Sangat cocok untuk putraku Antonio. Benarkan, Saras?" tanya Ny. Stevanie meminta pembenaran dari maidnya itu.
"Benar, Nyonya. Saya juga setuju dengan nyonya. Kalau nona Aurelie ini sangat cocok dengan Tuan muda." ucap Bi Saras dengan lantang.
"Wah, apa-apaan obrolan ini. Hahaha. Sudah, berhenti membicarakan hal itu." Aurelie sudah tampak leluasa mengobrol dengan dua wanita paruh baya yang berbeda kelas itu. Karena keduanya sama-sama memiliki aura keibuan yang sangat kental membuat mereka mudah sekali akrab.
Tak terasa waktu sudah mulai petang, namun ketiganya masih asyik mengobrol. Hingga tiba-tiba handphonenya berdering menampilkan nama Antonio layar.
"Halo?"
"Aku tunggu dibawah, sekarang."
Tanpa memberikan Aurelie kesempatan untuk berbicara, Antonio sudah terlebih dahulu mematikan telepon nya. Membuat Aurelie mendengus kesal.
"Apakah ibu nona yang menelpon?" tanya bi Saras.
"Tidak mungkin, Saras. Itu pasti Antonio," tebak Ny. Stevanie yakin.
"Hehehe, iya. Pak Antonio yang menelpon. Dia meminta saya untuk turun sekarang. Kalau begitu sekalian saja saya pamit pulang Nyonya, bi Saras."
"Iya, hati-hati dan sampaikan salam ku untuk ibumu." kata Ny. Stevanie yang dibalas anggukan oleh Aurelie.
***
__ADS_1
Aurelie berlari kecil menghampiri Antonio yang berdiri sambil bersandar di mobil mewahnya.
"Lama-lama kaki pendekmu membuatku kesal." gerutu Antonio begitu Aurelie berada di depannya.
"Lalu kenapa? Apa kau mau menggantinya dengan yang lebih panjang?"
"Kau mau? Kalau mau bisa ku aturkan pada pihak rumah sakit. Mumpung kita disini."
"Sudah selesai dengan kaki. Ada apa memintaku cepat-cepat kesini?" tanya Aurelie kesal.
"Temani aku makan,"
"Tidak mau. Sekarang aku mau pulang." tolak Aurelie tanpa basa basi.
"Kau tidak bisa menolak, aku atasanmu." sarkas Antonio sambil menarik lengan Aurelie dan menyuruhnya masuk ke dalam mobil.
"Tapi ini kan sudah bukan jam kerja!"
"Akan ku hitung lembur!"
Antonio membawa Aurelie ke sebuah restoran mewah membuat Aurelie cemberut sepanjang waktu ketika ia tahu Antonio membawanya ke tempat seperti itu. Bahkan makanan di depannya pun tampak menjadi korban kekesalan seorang Aurelie Daneliya.
"Ada apa?" tanya Antonio yang memperhatikan sikap tak wajar Aurelie.
"Tidak apa-apa,"
"Katakan, ada apa?" Antonio mengulangi pertanyaannya.
"Kau sengaja mau membuatku malu, ya. Lihat penampilanku, apa cocok makan di tempat seperti ini?" Aurelie mengatakannya dengan berbisik.
"Memangnya kenapa dengan penampilan mu?"
Pertanyaan Antonio membuat Aurelie semakin kesal. Pria itu tidak menyadari bahwa penampilan Aurelie saat ini sangatlah tidak cocok berada di restoran mewah yang sedang mereka kunjungi.
"Sudahlah, yang pasti lain kali aku tidak akan mau menemanimu makan jika ditempat seperti ini."
__ADS_1
Antonio tidak menanggapi lagi perkataan Aurelie dan memilih fokus dengan makanan di depannya.
Seusai makan, Antonio mengantar Aurelie pulang. Hal itu sudah mulai menjadi kebiasaan bagi Antonio untuk satu minggu terakhir ini. Saling mengejek, mendebatkan hal yang tidak penting sampai rusuh di dalam mobil terjadi sepanjang perjalanan. Namun hal itu terasa lebih baik dari pada mereka diam dalam rasa canggung.
Antonio menepikan mobilnya dan Aurelie bersiap untuk melangkah keluar.
"Tunggu," Antonio mencekal tangan Aurelie.
"Ada apa?"
"Mau menikah denganku?"
.
.
.
.
.
.
.
KALIAN KALAU DI LAMAR MODEL BEGITU MAU NERIMA GK, ALL?
KALAU AKU SIH OGAH 😑
JANGAN LUPA PASTIKAN LIKE DI KEDUA CHAPTER, YA. JANGAN CUMA CHAPTER TERAKHIR AJA YANG DI LIKE.
THANK YOU,
AND SEE YOU...
__ADS_1
🤗