Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 120


__ADS_3

Malam semakin larut, ballroom tempat diadakannya resepsi pernikahan William dan Keyla pun sudah sepi. Tinggal beberapa kerabat yang masih berbincang melepas rindu karena tidak setiap hari mereka dapat bertemu dan bercengkrama seperti ini.


"Will, ajak Keyla kembali ke kamar dan beristirahatlah." perintah ibu William.


"Iya, Bu."


William menghampiri Keyla yang duduk di sudut ruangan sembari memijat kakinya. Ia merasa kakinya hampir patah karena lelah berdiri. Tapi rasa sakit itu setidaknya tidak mengurasi rasa bahagia di dalam hatinya.


"Ayo kembali ke kamar."


"Hee? S sekarang?"


"Iya, memangnya kau tidak ingin istirahat?"


"Emm, iya." kata Keyla kemudian mulai memakai kembali high heels nya.


William memperhatikan kaki Keyla yang terlihat merah. Kemudian dengan refleks mengambil high heels Keyla, membuat siempunya kaget.


"Kak?"


"Kalau sakit, tidak usah dipakai." kata William kemudian memulai langkahnya.


Keyla menunduk, menatap kaki telanjangnya sejena kemudian berdiri dengan lesu. Ia berjalan tepat dua langkah dibelakang pria yang belum sampai 24 jam menjadi suaminya. Pria yang ia cintai sejak pandangan pertama. Ia bahagia akhirnya pria itu menjadi suaminya. Tapi Keyla tak tahu bagaimana isi hati William, pria yang ia cintai itu.


Sesampainya di kamar hotel yang sudah dipesan khusus untuk mereka, William segera meletakkan high heels Keyla di sudut ruangan dan melepas sepatunya juga. Kemudian tanpa menoleh, tanpa melihat istri yang berada di belakangnya ia masuk ke dalam kamar mandi.


Keyla mendudukkan dirinya di ujung ranjang. Ia terkesima melihat betapa indahnya hiasan di atas ranjang itu. Setumpuk kelopak bunga mawar, dengan sepasang angsa di atasnya serta lilin wangi di sudut-sudut kamar yang menambah kesan romantis kamar pengantinnya. Bayangan dirinya dan William yang berada di atas sana memadu kasih dengan penuh cinta membuat wajah Keyla memerah seketika. Ia menggelengkan kepalanya cukup keras berusaha menghilangkan bayangan kotor di dalam fikirannya.


"Ya Tuhan, aku sudah gila." gumam Keyla.

__ADS_1


Ceklek,


Suara pintu kamar mandi terbuka, Keyla pun reflek menoleh ke asal suara. Tampak William yang sudah berganti pakaian dengan piyama. Handuk kecil masih bergelung cantik di pundaknya dengan sesekali mampir di kepalanya untuk mengeringkan rambut yang tampak masih sangat basah. Keyla tidak bergeming, matanya masih fokus memandang ke arah William. Membuat William sedikit canggung.


"Ehhem, kau mandilah sekarang." kalimat singkat William nyatanya mampu membuyarkan pandangan Keyla. Keyla berdiri dari duduknya dengan buru-buru dan kemudian melewati William untuk masuk ke dalam kamar mandi.


"Tunggu," William menghentikan Keyla yang hendak menutup pintu kamar mandi.


William berbalik menghampiri Keyla. Membuat jantung Keyla tidak lagi bisa dikondisikan detaknya. Belum lagi William mengulurkan tangannya ke pundak Keyla. Seketika itulah kaki Keyla menjadi terasa lemas seperti tak bertulang lagi.


"K kakak mau apa?" tanya Keyla lirih.


"Mau membantumu membuka resleting. Memangnya kau bisa membukanya sendiri. Cepat sana berbalik."


Keyla menuruti kata-kata suaminya tersebut dan berbalik. Kemudian William dengan cekatan membuka resleting gaun yang dikenakan Keyla.


"Sudah," kata William kemudian pergi begitu saja membuat Keyla sedikit kecewa.


Di dalam kamar mandi Keyla dibuat terkejut karena hanya ada satu lingery yang bisa ia pakai untuk tidur. Dan sialnya lingery itu tampak terlalu seksi dan Keyla enggan untuk memakainya.


"Kerjaan siapa ini, kenapa hanya memberiku satu pakaian tidur yang seperti ini. Ini sangat memalukan, bagaimana nanti kak Will akan memandangku." gumam Keyla.


Cukup lama ia berfikir, akhirnya Keyla memilih untuk tetap mengenakan bathrobe tanpa menggantinya dengan lingery yang sudah di siapkan.


Keyla keluar dari kamar mandi dengan sangat gugup. Ia berharap jika saat ini William sudah tidur dengan nyenyak di atas ranjang sehingga ia tidak perlu bingung bagaimana harus bersikap.


Yah, harapan memanglah kadang hanya akan menjadi sebuah harapan. Nyatanya saat ini Keyla memandang ranjang yang kosong dan itu berarti William masih terjaga. Dilihatnya pintu balkon terbuka, ia yakin jika saat ini William berada disana.


"Apa aku harus menghampirinya?" tanya Keyla dalam hati.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Yarobun,


untuk dua episode kedepan akan lebih banyak scenenya pengantin baru yaaa.


Siapa lagi kalau bukan William dan Keyla.


Oh iya, Author juga mau minta saran nih. Author lagi ada keinginan untuk mengembangkan kisah Antonio dan Aurelie. Enaknya kisah mereka di tuangkan disini. Atau dengan judul baru saja?


bantu kasih jawaban di kolom komentar ya, all.

__ADS_1


Di tunggu,


dan sampai jumpa di chapter selanjutnya.


__ADS_2