Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 135 (MENCURI HATI BOS DINGIN)


__ADS_3

Aurelie berjalan menjauh dari meja resepsionis dengan menunduk, dia merasa sangat sia-sia karena buru-buru datang ke kantor ini untuk mencari Antonio.


Bbrrruuuk,


"Auch," Aurelie memekik saat tubuhnya jatuh ke lantai setelah bertabrakan dengan seseorang.


"Sial sekali, sudah di hina sekarang malah di tabrak orang."


"Maaf, apa anda tidak apa-apa?" tanya seorang pria mengulurkan tangannya.


Aurelie melihat tangan di depannya kemudian memandang wajah pria yang sudah menabraknya.


"Tuan!!!" teriak Aurelie senang.


***


Aurelie duduk dengan perasaan gelisah di sofa panjang dalam ruangan Antonio. Setelah insiden tabrakan tadi, Aurelie memaksa untuk ikut Antonio ke ruangannya. Hingga seperti sekarang inilah ia berakhir. Hanya duduk menatap Antonio yang sedang serius bekerja di meja kebesarannya. Ia belum memiliki kesempatan untuk berbicara karena Antonio memaksanya untuk duduk dan diam.


ceklek,


Renee masuk ke dalam ruangan Antonio dengan secangkir kopi di tangannya.


"Ini kopi anda, pak."


"Terima kasih. Oh iya, bawakan juga dia minum."


"Anda mau minum apa, nona?" Renee bertanya dengan terpaksa. Dari wajahnya terlihat bahwa ia tak suka dengan kehadiran Aurelie di ruangan itu. Namun Aurelie tak mengambil pusing tentang apapun yang akan dipikirkan sekretaris Antonio itu.


"Apa saja yang dingin." jawab Aurelie tersenyum.


Setelah mendapatkan jawaban, Renee pun keluar.


"Siapa gadis lusuh itu? Mengapa Antonio membawanya masuk ke dalam ruangan?" tanya Renee pada dirinya sendiri karena penasaran.


Renee kembali ke mejanya dan membuat panggilan ke pantry agar OB bisa membuatkannya. Setelah meletakkan kembali gagang telepon, datang beberapa staff wanita ke mejanya. Mereka bertanya dengan heboh tentang wanita yang ada di dalam ruangan sang wakil direktur.

__ADS_1


"Renee, siapa wanita itu? Tumben sekali si Bos dingin membawa wanita ke kantor." tanya staf wanita A.


"Aku tidak tahu." jawab Renee acuh.


"Apa dia kekasihnya?" tanya staff wanita yang lainnya.


Brakk,


"Omong kosong! Mana mungkin Antonio berpacaran dengan gadis lusuh seperti itu " Renee menjawab dengan sedikit membentak membuat para wanita itu terperanjak kaget.


"Kembalilah bekerja, dan jangan sembarangan menyebarkan gosip." kata Renee memberikan peringatan pada para staff wanita itu.


Setelah mendapatkan peringatan itu, merekapun meninggalkan meja Renee dan kembali ke meja mereka masing-masing.


Tak lama kemudian seorang Office boy datang dengan segelas jus jeruk dingin ke meja Renee.


"Permisi, bu. Ini jus jeruknya."


"Bawa saja ke dalam dan berikan pada wanita yang ada di dalam."


"Maaf, Bu?"


"Tidak, saya akan membawanya ke dalam." si Office boy tampak bingung karena tidak biasanya Renee membiarkannya atau office boy yang lain utnuk mengantarkan sendiri minuman atau makanan yang dipesannya untuk wakil direktur. Namun, tanpa banyak berfikir si Office boy pun segera membawa masuk jus jeruk itu dan memberikannya pada Aurelie. Satu-satunya wanita yang ia lihat di dalam ruangan wakil direktur.


***


Dari Jendela terlihat langit sudah mulai gelap, Aurelie melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul enam sore. Di jam ini, biasanya ia sudah pulang dan menemani ibunya. Namun kali ini ia masih terjebak di ruangan Antonio. Tidak sebentar, karena jika dihitung dari kedatangannya ia sudah menunggu Antonio selama tiga jam. Dan itu cukup membuatnya tidak sabar.


Aurelie memberanikan diri untuk beranjak dari duduknya dan menghampiri Antonio. Aurelie berdiri tepat di depan meja Antonio berharap si empunya merespon kehadirannya.


lima detik, sepuluh detik, satu menit. Antonio masih fokus dengan lembaran-lembaran kertasnya tanpa menyadari kehadiran Aurelie.


"Ehem," Aurelie memberi interupsi dan anehnya Antonio terlihat kaget mendengarnya.


"Kenapa kau masih disini?" tanya Antonio kesal.

__ADS_1


"Wah, anda sungguh keterlaluan. Kenapa anda masih bertanya kenapa saya disini kalau anda sendiri tahu untuk siapa saya disini?" ucap Aurelie kesal namun masih tetap menampakkan senyum di wajahnya.


"Pergilah, aku sedang tidak ingin membicarakan apa-apa denganmu. Aku sibuk." kata Antonio tanpa mau menatap lawan bicaranya.


"Sedang tidak ingin? Berarti bukan tidak ingin sama sekali kan? Baiklah, kalau begitu saya akan datang lagi besok. Silakan lanjutkan lagi pekerjaannya. Saya permisi." pamit Aurelie kemudian berbalik pergi.


"Hei, maksudku........"


Brraakk,


Belum sempat membenarkan ucapannya, Aurelie sudah lebih dulu keluar dari ruangannya membuat Antonio mendesah pelan kemudian menyandarkan punggungnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


So sorry,


karena Author baru bisa UP. Beberapa hari ini sibuk menjamu tamu. Karena memang Author menjadwal kedatangan tamu agar tidak menumpuk di rumah author yang mungil.

__ADS_1


Maklum, walau menerima tamu author tetap mengusahakan untuk tetap memberlakukan protokol kesehatan.


Stay safe and stay health, all...


__ADS_2