Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 108


__ADS_3

"Jadi begitulah ceritanya,"


"Sekarang keadaan sudah lebih baik, kenapa kalian bertiga tidak bertemu dan meluruskan kesalahpahaman ini bersama?" tanya Sena heran.


"Ntahlah, sayang. Kurasa itu sulit, karena setelah bertahun-tahun aku tidak pernah mendengar kabar tentang Abigail. Sedangkan Antonio aku baru bertemu dengannya beberapa Minggu yang lalu. Itupun dengan situasi yang tidak baik."


Sena berfikir sejenak kemudian dengan tersenyum ia menepuk pundak suaminya.


"Serahkan saja padaku. Aku akan membantumu," kata Sena penuh keyakinan.


***


"Ibu?" Aurelie mencari keberadaan ibunya begitu sampai di rumah.


"Ibu di kamar, nak. Uhuk-uhuk"


"Ibu baik-baik saja?" tanya Aurelie khawatir.

__ADS_1


"Iya ibu baik-baik saja. Kemana kau semalam? Kenapa tidak pulang?"


"Aku bekerja di cafe dan mengambil lembur."


"Tadi ada seorang pria bertubuh besar kesini dan memberikan ini. Katanya ini milikmu" ibu Aurelie menyodorkan sebuah amplop coklat yang agak tebal.


"Ah, itu bosku. Aku meminta tolong padanya untuk mengantarkan gaji dan bonus ku kemari. Karena sangat sulit bertemu dengannya. Sedangkan aku tidak memiliki nomer rekening yang bisa digunakan untuk mentransfer uangnya."


"Bosmu baik sekali." kata ibu Aurelie dan Aurelie hanya tersenyum tipis.


Andai ibunya tahu apa yang sebenarnya terjadi, masihkah ibunya mau memuji pria besar yang menjadi bosnya itu. Aurelie menghela nafas dalam.


***


Aurelie membawa ibunya ke rumah sakit yang cukup besar untuk diperiksa. Keadaan ibu Aurelie semakin hari semakin memburuk. Bukan Aurelie tak tahu tentang apa yang di derita ibunya. Namun keadaan membuatnya terpaksa terlihat bahwa ibunya akan baik-baik saja.


Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, dokter lagi-lagi menyampaikan bahwa keadaan jantung ibunya semakin memburuk dan harus segera dilakukan operasi. Hati Aurelie benar-benar sangat kacau, ia ingin sekali membuat ibunya mendapatkan operasi yang dibutuhkan. Namun uang yang dimilikinya saat ini belumlah cukup. Uang yang ia terima lewat ibunya pun hanya akan mampu menutup tidak sampai setengah biaya operasi pemasangan ring jantung untuk ibunya.

__ADS_1


Disaat kegundahan itulah tiba-tiba handphone Aurelie berbunyi menandakan bahwa ada pesan yang masuk.


Bos :


Datanglah ke tempat semalam, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu. Malam ini pukul 8 kau harus sudah berada disini.


Aurelie menghela nafasnya lagi, tak tahu ntah dia harusnya bersyukur karena ada orang yang mau membayarnya lagi atau dia harus merasa buruk karena hal tersebut. Aurelie tak bisa lagi berfikir jernih tentang keadaannya.


Malam datang dengan cepat, Aurelie sudah menunggu di tempat dimana semalam ia dijual oleh bosnya. Ya, walau akhirnya tidak terjadi apa-apa dengannya saat itu.


Saat menunggu Aurelie kembali teringat kejadian semalam ketika pria yang membawa ke hotel justru mengajaknya bermain truth or dare. Dan bukan memintanya untuk melayaninya di ranjang. Benar-benar keberuntungan bagi Aurelie. Tapi mungkin tidak dengan malam ini. Karena banyak orang berkata bahwa keberuntungan tidak mungkin datang dua kali dalam situasi yang sama.


Putaran botol pertama semalam menghadap pria itu dan pria itu memintanya untuk memberikan pilihan truth or dare. Dan si pria memilih truth.


Aurelie pun bertanya pada pria itu,


"Kenapa kau tampak sedih dan kacau?"

__ADS_1


"Aku dikhianati oleh sahabatku dulu. Aku kehilangan orang yang aku cintai karenanya. Dan sekarang aku kembali menemukan sosok lain yang bisa membuat hatiku bergetar namun ternyata sosok itu adalah milik sahabat pengkhianatku itu."


Si pria bercerita dengan singkat namun beberapa tetes air mata lolos dengan sangat mulus di pipinya. Membuat Aurelie sedikit iba.


__ADS_2