Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 194 (MENCURI HATI BOS DINGIN)


__ADS_3

HAPPY READING,


____________________


Setelah makan siang, Albert dan Antonio beserta Alnorld memilih untuk bersantai di taman belakang. Albert dan Antonio bermain catur sambil mengobrol sedangkan Alnorld lebih asyik dengan bukunya.


"Putra pertamamu terlihat sangat mengagumkan. Sangat mencintai buku di usianya yang masih muda."


"Itu hasil didikan Sena. Dan kebetulan, Alnorld juga menuruni otak genius mommynya."


"Bukan menurun dari mu?"


"Sena masih jauh lebih pintar dari pada aku. Oh, iya apakah aku sudah pernah cerita tentang pernikahanku?"


"Memangnya ada apa dengan pernikahanmu."


"Menurutmu sudah berapa lama aku menikah dengan Sena?"


"Emm, kalau dilihat dari usia Alnorld mungkin 7 sampai 8 tahun."


"No, pernikahan kami baru berlangsung hampir dua tahun."


"Hah? Bagaimana bisa?"


Kemudian, Albert pun menceritakan Lika liku hubungannya dengan Sena hingga terlahir Alnorld dan bagaimana pertemuan mereka setelah bertahun-tahun lamanya sampai bisa bersatu seperti sekarang.


"Aku tidak menyangka kalau kisah cintamu serumit itu."


"Senalah yang membuatnya rumit."


"Daddy, apa maksudnya ini?" tanya Alnorld pada Albert menunjuk sebuah kalimat di buku yang ia baca.


Albert dan Antonio membaca kalimat yang dimaksud oleh Alnorld dan kemudian keduanya saling pandang penuh pertanyaan.


(ceritanya dua orang dewasa itu gak bisa jawab pertanyaan si Alnorld, jadi mereka saling pandang kebingungan gitu.)


***


Sementara itu, Sena mengajak Aurelie untuk ke kamarnya menjenguk Aldric. Pada pandangan pertama, Aurelie langsung jatuh cinta pada sosok bayi kecil yang kulitnya bahkan masih merah itu.

__ADS_1


"Ya Tuhan, bayi kecil ini kenapa lucu sekali." kata Aurelie takjub.


"Perkenalkan, namaku Aldric Laurence Nero. Bibi bisa memanggilku Aldric." ucap Sena menirukan suara anak kecil dengan begitu menggemaskan.


"Hai Aldric tampan. Boleh aku menciumnya kak?" tanya Aurelie meminta ijin dan Sena langsung mengangguk mengijinkan.


Aurelie dengan gemas menciumi wajah Aldric dan bayi kecil itu hanya menggeliat aja.


"Oh iya kak, aku permisi kembali ke kamar sebentar."


"Baiklah, aku juga mau menyusui Aldric dulu."


Aurelie kembali ke kamarnya dan mengambil sebuah kotak kado berukuran sedang dari dalam koper dan membawanya ke kamar Sena.


tok


tok


"Masuklah, Aurelie!" teriak Sena dari dalam kamar, seolah menyadari jika yang mengetuk pintu kamarnya adalah Aurelie.


ceklek,


"Iya, bayi kecil ini sangat mudah untuk di tidur kan." Jawab Sena sambil membawa Aldric masuk ke dalam box bayinya.


"Oh iya, kak. Ada sedikit hadiah."


"Wah, apa ini? Bolehkah kubuka?"


"Tentu saja,"


Sena membuka kotak hadiah itu. Di dalamnya ada dua set pakaian tidur dari merk ternama dunia dengan dua ukuran yang berbeda. Selain itu juga ada gelang yang terbuat dari anyaman tali dengan aksen yang indah.


"Ini cantik sekali, apakah kau membuat ini sendiri?" kata Sena takjub memegang dua buah gelang itu.


"Iya, kak. Maaf kalau masih sedikit berantakan. Karena sudah cukup lama aku tak pernah membuat yang seperti itu lagi."


"Tidak, ini bagus sekali. Dan apa ini? Kenapa kau membelikan barang mahal seperti ini. Aku jadi tidak enak. Dan lagi kau bahkan menyiapkannya juga untuk Alnorld."


"Itu akrena saat membayangkan dua kakak adik memakai piyama yang sama akan terlihat sangat lucu. Dan aku tidak tahan untuk membelinya. hehehe."

__ADS_1


"Oh, tunggu sebentar." kata Sena yang kemudian masuk ke dalam walk in closet nya.


Beberapa saat kemudian Sena kembali dengan sebuah kotak hadiah yang cukup besar, dan ia memberikannya pada Aurelie.


"Apa ini kak?"


"Hadiah pernikahan dariku untukmu dan Antonio."


"Hah, kenapa kakak repot-repot?"


"Todak repot sama sekali. Bukalah, kau pasti suka."


Dengan sangat senang Aurelie membuka hadiah dari Sena. Melihat isinya membuat Aurelie merona karena merasa malu.


"Apa kau suka?"


"Ini terlalu berlebihan, kak."


"Tidak, karena ini adalah hadiah yang sangat ingin aku berikan pada sosok adik perempuan yang tidak pernah kumiliki. Lagi pula, bukankah ini bagus untuk kalian yang masih terbilang pengantin baru?" goda Sena membuat Aurelie semakin salah tingkah.


Melihat Aurelie yang begitu menggemaskan, seketika Sena memeluknya.


"Hah, sekarang aku benar-benar merasa seperti memiliki adik perempuan."


"Aku juga merasa seperti memiliki kakak perempuan, terima kasih." ucap Aurelie yang juga membalas pelukan Sena.


.


.


.


.


.


.


COBA TEBAK, HADIAH APA YANG DIBERIKAN SENA PADA AURELIE?

__ADS_1


__ADS_2