
Dan disinilah Antonio, Ny. Stevanie dan Aurelie sekarang. Di sebuah restoran yang tak jauh dari gedung perusahaan keluarga Antonio.
Sebelumnya, Antonio menolak untuk menemani makan mamanya. Tapi bukan Ny. Stevanie namanya jika tidak berhasil membuat Antonio menurut. Ny. Stevanie membawa paksa Aurelie yang sedang duduk di meja kerjanya, alhasil Antonio pun terpaksa ikut serta karena takut mamanya akan menyulitkan Aurelie.
"Jadi, sejak kapan kalian berhubungan?"
"Itu......" Aurelie hendak menjawab namun disela oleh Antonio.
"Kami tidak punya hubungan seperti itu, ma. Dia hanya asistenku. Dan tidak lebih."
Ny. Stevanie mengerutkan dahinya,
"Eeeeey, jangan bohong. Mama sudah membawa foto itu ke ahli bahasa tubuh. Dan ahli itu bilang kalau bahasa tubuh kalian menunjukkan ketertarikan satu sama lain."
"Tapi kami memang tidak ada hubungan yang seperti itu, Nyonya." kata Aurelie dengan wajah serius.
"Ya sudah, kalau memang tidak ada. Sekarang adakan saja. Mudah, kan. Mama merestui kalian. Sudah, ayo makan. Jangan sampai makanan ini menjadi dingin."
Dan pada akhirnya, Antonio pun mengalah untuk tidak menanggapi lagi perkataan mamanya dan berusaha menikmati makanannya.
Seusai makan bersama, Ny. Stevanie kembali ke rumah utama keluarga Lefrand. Sedangkan Antonio dan Aurelie kembali ke perusahaan.
Di dalam lift yang hanya ada mereka berdua,
"Pak, boleh saya bicara?" tanya Aurelie dengan hati-hati.
"Apa?"
"Maafkan saya, karena tindakan saya yang sembrono itu malah membuat Nyonya menjadi salah paham."
"Itu bukan salahmu."
"Tapi, kan..........."
Kling (suara pintu lift terbuka)
"Kembalilah bekerja," perintah Antonio yang terus berjalan.
"Pak, tunggu."
Antonio berhenti dan berbalik,
"Ada apa lagi?"
__ADS_1
"Saya mau mengembalikan baju dan sepatu yang saya pakai saat perjamuan."
"Tidak usah, itu untukmu." kata Antonio kemudian menghilang di balik pintu kantornya.
"Bagaimana bisa aku menerima barang mahal seperti itu. haaah," gumam Aurelie lalu kembali ke mejanya.
***
Selesai bekerja, Antonio kembali ke rumah utama atas permintaan mamanya. Antonio tidak bisa menolak apapun yang diinginkan mamanya, karena baginya cinta pertama yang wajib di dahulukan adalah wanita yang melahirkannya itu.
"Ma," sapa Antonio saat melihat mamanya duduk di ruang keluarga.
"Akhirnya kau pulang juga. Mama sudah menunggumu." Ny. Stevanie berdiri dan menghampiri putranya.
"Papa?"
"Ada di kamar. Ayo kita makan malam." ajak Ny. Stevanie.
"Oke."
Antonio mengambil tempat duduk di meja makan, ada banyak sekali hidangan tersaji. Ny. Stevanie dengan telaten mengambilkan makanan untuk Antonio dan Antonio pun memakannya dengan lahap.
"Apa papa tidak makan malam?" tanya Antonio di sela-sela makannya.
"Mama tidak mau mengajak papamu makan bersama." jawab Ny. Stevanie ketus.
"Papamu orang yang egois. Mama membencinya."
"Kalian itu sudah tua, kenapa sih masih bertengkar segala."
"Oh, iya. Bagaimana dengan Aurelie?" Ny. Stevanie berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Ma, aku kan sudah bilang. Kami tidak ada hubungan di luar pekerjaan."
"Tapi kau menyukainya kan? Body language mu mengatakan itu. Kata si ahli itu, kamu menikmati sekali ciuman bersama Aurelie."
"Hhhhhhhuuuuuuufffffftt, uhuk uhuk uhuk."
"Hah, kau ini kenapa tidak hati-hati sih kalau makan."
"Bagaimana bisa mama membicarakan hal seperti itu dengan frontal?"
"Tapi kan apa yang mama katakan benar. Tenang saja sayang. Mama akan membantumu mendapatkan Aurelie. Karena mama menyukainya, mama ingin dia menjadi menantu mama."
__ADS_1
"Ma???"
"Sudah, lanjutkan makanmu."
***
Di rumah Aurelie,
"Ibu sedang memanggang kue?"
"Iya, kue kesukaanmu."
"Kue kacang? Wah, kebetulan sekali sudah lama aku tidak memakannya. Terima kasih, ibu."
"Nak, ibu pernah berfikir. Apakah bisa mengundang Tn. Antonio untuk makan malam disini? Ibu ingin berterima kasih secara langsung dan menjamunya dengan layak di rumah."
"Ibu, sepertinya hal itu akan sulit."
"Yah, dia pasti sibuk. Tapi bisakah kau coba bicarakan padanya?"
"Baiklah, Bu."
.
.
.
.
.
.
.
.
AUTHOR TAMBAHIN, NIH.
JANGAN MINTA LANJUT LAGI YAAA.
😄
__ADS_1
BESOK SAJA LANJUTANNYA.
GOOD NIGHT.