
Dini hari Aurelie terbangun karena tenggorokannya terasa kering. Sedikit kaget Aurelie melihat seorang pria tidur di sampingnya. Namun, setelah meneliti sesaat Aurelie pun menjadi lega. Karena yang tidur di sampingnya adalah Antonio. Yang tak lain dan tak bukan adalah suaminya.
Aurelie hendak turun dari ranjang, namun tiba-tiba tangan Antonio mencegahnya.
"Mau kemana?" tanya Antonio dengan suara seraknya.
"Aku haus," jawab Aurelie, kemudian Antonio pun melepaskan cekalannya.
Aurelie turun dari ranjang dan mendekati meja untuk mengambil minum. Antonio tak langsung tidur kembali, ia duduk dan menyandarkan diri di kepala ranjang sambil menatap istrinya dengan matanya yang masih mengantuk.
"Aku juga haus," kata Antonio,
Dan tanpa bertanya, Aurelie pun berinisiatif mengambilkan segelas air untuk Antonio.
"Ini, minumlah."
Antonio menerima gelas itu dan segera menegak habis isinya.
"Terima kasih, sayang." ucap Antonio sambil meletakkan gelasnya di nakas samping tempat tidur.
Wajah Aurelie terasa panas seketika, karena Antonio yang memanggilnya sayang dengan tiba-tiba. Aurelie bersyukur karena lampu kamar sangat redup, hingga Antonio tak mungkin bisa melihat rona merah yang muncul dipipinya. Dan dengan segera ia berbalik dan kembali ke sisi ranjangnya.
Aurelie tampak tidur menyamping, membelakangi Antonio. Ia tidak kuasa untuk menatap pria itu, maka ia memilih untuk membelakanginya. Belum kembali normal panas di wajah Aurelie. Tiba-tiba tangan besar Antonio menelusup memeluk pinggang kecil Aurelie. Membuat Aurelie tersentak seketika.
"Kenapa membelakangiku? Kau membenciku ya?" tanya Antonio lirih.
Aurelie tak bisa menjawab, karena rasa gugupnya membuat suaranya seolah tercekat di tenggorokan.
"Malam ini biarkan aku tidur seperti ini, ya. Selamat tidur, mmmuach." ucap Antonio di akhiri dengan kecupan di kepala belakang Aurelie.
__ADS_1
***
Antonio bangun saat waktu sudah tidak pagi lagi, ia tersenyum mendapati Aurelie yang tidur menelusup di dadanya.
"Kau ini sangat menggemaskan," kata Antonio lirih.
Antonio mengelus wajah Aurelie dengan ujung telunjuknya membuat Aurelie merasa terganggu. Namun Antonio tetap meneruskan apa yang sedang ia lakukan itu, karena menurutnya wajah Aurelie terlihat begitu lucu.
Setelah puas mengganggu istrinya, Antonio mengecup kening dan pipi Aurelie.
"Bangun, sayang. Matahari sudah di atas, kau tidak lapar, hmmm?"
Antonio membangunkan Aurelie dengan lembut, namun pengantin baru itu tetap asyik dengan tidurnya. Setelah merasa cukup membangunkan Aurelie, Antonio pun memilih untuk bangun terlebih dahulu dan meminta pelayan hotel untuk mengantarkan makanan ke kamarnya.
***
Badan Antonio sudah kembali segar setelah mandi dan berganti pakaian. Makanan yang ia pesan pun sudah diantarkan. Tinggal menunggu Aurelie yang masih terlelap dengan tenang di ranjang.
"Sudah bangun?" tanya Antonio begitu mendapati istri mungilnya sudah dalam posisi duduk di atas ranjang. Antonio meletakkan handphonenya di atas meja dan menghampiri Aurelie.
"Mandilah, setelah itu kita makan."
"Jam berapa ini?"
"Jam setengah dua belas."
"Ah, aku terlalu lama tidur. Ini tidak baik untuk tubuhku." gumam Aurelie.
Aurelie segera turun dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi. Dan Antonio kembali ke tempat ia duduk sebelumnya.
__ADS_1
Baru sebentar saja, Aurelie keluar dari kamar mandi.
"Ada apa?" tanya Antonio melihat Aurelie keluar dari kamar mandi dengan wajah bingung.
"Aku tidak punya baju ganti." jawab Aurelie polos.
"Tunggu sebentar," Antonio berjalan ke arah lemari, dan mnegambil salah satu dress bahkan beserta satu stel dalaman untuk Aurelie.
"Ini milik siapa?" tanya Aurelie begitu menerima baju yang diberikan Antonio.
"Milikmu, mama yang menyiapkan sebelumnya."
"Oh," Aurelie berbalik dan kembali masuk ke dalam kamar mandi.
.
.
.
.
.
.
.
Yarobun, tadinya mau Author panjangin lagi tulisannya. Tapi matanya udah gk kuat, sudah ngantuk sangat. Jadi segini dulu yaa 🤗
__ADS_1
SEE YOU,