Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 188 (MENCURI HATI BOS DINGIN)


__ADS_3

HAPPY READING,


_____________________


Antonio menggandeng erat tangan Aurelie sembari berjalan beriringan di tepi pantai. Panas matahari tak begitu terik, membuat mereka betah berlama-lama menikmati deburan ombak di siang itu.


"Aku senang bisa melakukan semua ini bersamamu." kata Antonio dengan masih menatap lurus hamparan pasir putih di depannya.


Aurelie menatap Antonio dan ikut tersenyum.


Honeymoon yang berlangsung selama lima hari empat malam itu di manfaatkan dengan baik oleh Antonio dan Aurelie. Sehingga, walau pun perjalanan mereka cukup singkat namun terasa sangat menyenangkan untuk keduanya.


Hingga tak terasa mereka sampai pada hari terakhir. Dimana saat ini mereka tengah bersiap untuk kembali ke Singapura dan meninggalkan pulau cinta yang penuh kenangan bagi mereka berdua.


Antonio merebahkan tubuh bagian atasnya di ranjang, dan membiarkan kakinya menggantung menyentuh lantai.


"Hah, rasanya tak ingin pulang." kata Antonio mengeluh.


Aurelie tersenyum, setelah memasukkan barang terakhir ke dalam koper ia pun segera menghampiri suaminya dan mulai berkacak pinggang.


"Anda harus kembali dan mulai bekerja BAPAK ANTONIO YANG TERHORMAT." ucap Aurelie menekan kalimat yang membuat Antonio terduduk seketika.


"Sayang?" panggil Antonio dengan wajah masam. Menandakan bahwa ia tidak suka dengan panggilan dari Aurelie sebelumnya.


"Menyangkut pekerjaan, saya ini sekretaris Anda pak." kata Aurelie yang kemudian turut duduk di samping Antonio.


"Tapi kan kita sedang tidak di kantor."


Aurelie tak bisa lagi menahan tawanya, ekspresi yang di buat Antonio sungguh membuatnya ingin tertawa sejak tadi.


"Hahahaha, wajahmu ini lucu sekali. Aku hanya bercanda."


"Kau ini, senang ya mengerjaiku." kata Antonio yang langsung cemberut.


"Semuanya sudah selesai, ayo kita berangkat. Lebih baik tiba di bandara lebih awal dari pada terlambat." ajak Aurelie.

__ADS_1


"Baiklah, Nyonya."


***


Perjalanan pulang yang tak begitu memakan banyak waktu, memudahkan Antonio dan Aurelie. Karena itu berarti mereka memiliki lebih banyak waktu untuk beristirahat begitu sampai di mansion keluarga Lefrand.


Setelah mandi dan berganti pakaian, Aurelie berjalan menuju cermin dan mulai menyisir rambutnya.


"Mau ku buatkan minum?" tanya Aurelie sambil menatap dari cermin pantulan Antonio yang langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


"Tidak usah, kemarilah." perintah Antonio.


Aurelie mendekat dan kemudian dengan cepat Antonio menarik tangan Aurelie. Sehingga tubuh mungil Aurelie terjatuh tepat di atas tubuh nya.


"Hei, kau ini apa-apaan?" Aurelie memukul dada Antonio pelan karena kesal.


"Hehehehe, maaf sayang. Ayo kita tidur." ajak Antonio.


"Ini masih terlalu awal untuk tidur. Biarkan aku bangun, aku mau ke dapur dan menyiapkan makan malam."


"Tidak usah, kan sudah ada maid."


"Hmmm,"


"Tolong biarkan aku pergi memasak," Aurelie menunjukkan puppy eyes nya, membuat Antonio menjadi luluh seketika.


Antonio melepaskan dekapannya dengan terpaksa.


"Baiklah,"


cup


Aurelie menghadiahi satu kecupan singkat di bibir Antonio sebelum beranjak pergi,


"Tidurlah, nanti kalau masakanku sudah matang aku akan membangunkanmu." kata Aurelie yang langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam.

__ADS_1


Di dapur sudah ada dua orang maid yang sedang menyiapkan bahan-bahan untuk memasak. Kedatangan Aurelie yang tiba-tiba tentu saja membuat kedua maid tersebut kaget sekaligus keheranan.


"Apa menu malam ini? Apakah ada yang bisa ku bantu?" tanya Aurelie sambil tersenyum ramah.


"Nona muda, tidak perlu membantu. Ini tugas kami."


"Tidak apa-apa, aku juga sudah terbiasa memasak. Dan saat ini aku ingin ikut menyiapkan makan malam untuk suamiku."


"Tapi,..."


"Apakah ada ayam? Aku sedang ingin membuat ayam goreng mentega." tanya Aurelie menyela.


"Ada, nona. Biar saya ambilkan." kata seorang maid yang langsung mengambil ayam dari dalam lemari pendingin dan memberikannya pada Aurelie.


Dengan senang Aurelie menerima ayam itu dan dengan segera ia pun memasaknya.


"Nona, biarkan saja kami yang memasaknya untuk nona." kata maid yang masih merasa tidak enak melihat majikan barunya memasak di dapur.


Aurelie berdiam sejenak kemudian menatap kedua maid itu lalu menatap beberapa bahan makanan yang sebelumnya sudah mereka berdua siapkan.


"Emm, begini saja untuk ini biarkan aku sendiri yang memasaknya. Kalian bisa memasak menu yang lain. Bagaimana?" tanya Aurelie tersenyum hangat.


"Baik, nona."


Jadilah kemudian Aurelie beserta kedua maid itu memasak bersama-sama.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


LANJUT SEBENTAR LAGI,


__ADS_2