Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 38


__ADS_3

"Maaf....."


"Jangan ulangi lagi. Kau sungguh membuatku malu."


"Aku hanya tidak suka pria lain menyentuh kulit polosmu."


"Ya Tuhan, dia tidak menyentuhku. Dia hanya memeriksaku seperti yang kau minta. Ingat? Lagi pula kenapa juga kau tidak suka jika pria lain menyentuhku. Kau ini aneh sekali." kata Sena berbalik hendak meninggalkan Albert.


Albert tidak menjawab dan menarik Sena ke tangga darurat kemudian,


cup


Dengan gemas Albert mengecup bibir Sena. Sena memukul dada Albert dengan keras memberi sinyal bila ia tidak suka dengan apa yang dilakukan Albert terhadapnya.


Albert melepaskan pagutannya, menempelkan keningnya pada kening Sena. Dan Albert berkata dengan suara seraknya tepat di telinga Sena, "Dengarkan, aku akan mengatakannya sekali lagi, Sena Laurenchia Nero. Kau milikku dan aku tidak rela bila pria lain menyentuhmu. Jangan nakal atau kau akan menerima hukuman dariku."


Sena hanya diam mendengarkan. Ia masih sibuk mengatur emosinya.


"Ayo, kau masih ingin melihat keadaan William bukan?" tanya Albert yang hanya di balas anggukan oleh Sena.


Albert menggandeng tangan Sena membawanya ke sebuah ruangan VVIP tempat dimana William di rawat setelah menjalankan operasi akibat luka tusuk di perutnya. Beruntungnya luka tusuk yang di alami William tidak melukai organ dalamnya sehingga tidak terjadi hal yang fatal.


Sena menatap William yang terbaring lemah di atas ranjang pesakitan dengan tatapan bersalah.


"Tenanglah, dia akan baik-baik saja. Kau sendiri mendengar kata-kata dokter kan, kalau William baik-baik saja. Dia belum siuman karena pengaruh anastesi saja." kata Albert menenangkan Sena dan Sena berusaha tersenyum.


"Alnorld ada dimana?" tanya Sena.

__ADS_1


"Ya Tuhan, aku tadi meninggalkannya di apartemen sendirian." kata Albert menepuk jidatnya karena baru ingat tentang keberadaan putra mereka.


"Bagaimana bisa kau meninggalkannya sendiri saat situasinya seperti ini. Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya." teriak Sena mencengkram kerah kemeja Albert. Sena masih merasa takut bila hal buruk yang ia alami juga terjadi pada Alnorld.


"Tenanglah, kita pulang sekarang. Alnorld pasti akan baik-baik saja."


"Lalu William?"


"Orangtuanya sudah dalam perjalanan kemari. Tidak apa-apa bila kita tinggal. Ayo."


----------------''----------------


*ting tong


ting tong


"Alnorld, buka pintunya sayang." teriak Sena.


Alnorld bergegas menuju pintu dengan roti yang masih ada di tangannya.


ceklek


"Sayang, kau baik-baik saja kan?" tanya Sena yang sudah memeluk Alnorld begitu putranya membuka pintu.


"Aku tidak apa-apa. Hanya kelaparan saja." jawab Alnorld.


"Mommy, tidak apa-apa kan? Bagaimana ceritanya mommy bisa sampai di culik?"

__ADS_1


"Mommy tidak apa-apa, son. Sekarang, biarkan mommy mu istirahat dulu. Oke? Daddy akan pesankan makanan untuk kita. Apa yang ingin kau makan, son?" tanya Albert


"Ayam panggang, daddy." jawab Alnorld dengan cepat.


"Oke. Kau ingin apa?" tanya Albert pada Sena.


"Samakan saja dan tambahkan salad agar Alnorld makan sayur juga." jawab Sena.


"Baiklah. Kau istirahat saja. Nanti kalau makanannya sudah sampai, akan ku bangunkan." kata Albert yang di balas anggukan oleh Sena.


###############


Selamat malam, readers...


Author mau ngasih info, nih. Jadwal UP novel ini maksimal 2 hari sekali ya. Tapi tetap akan author usahakan setiap hari. Oke? Yang sabar ya...


Oh iya, author mau minta saran nih.


Perlu gak novel ini di kasih adegan "mature content" alias 18++ gitu? 😅😅😅


serius nanya. Jangan ketawain yaa...


Yuk, langsung aja jawab lewat komentar yaa...


Komentar kalian sangat berarti buat author. Karena secara tidak langsung bisa membuat author lebih semangat lagi nulisnya.


jangan lupa like nya juga yaa...

__ADS_1


thank you 😘


__ADS_2