Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 62


__ADS_3

Hari berikutnya dr. Raphael memberikan hari libur untuk Sena menjalankan treatmentnya. Sehingga pagi ini setelah sarapan bersama Albert, Sena dan juga Alnorld dapat bersantai bersama di taman rumah sakit.


"Sayang, apakah kamu tidak bosan disini menamani mommy?"


"Tidak, aku senang dan bahagia bisa disini bersama mommy dan daddy. Apalagi dr. Raphael mengijinkanku membantu mommy berlatih secara langsung, itu membuatku sangat senang."


"Syukurlah kalau begitu."


"Apa kau haus sayang?" tanya Albert pada Sena yang di balas anggukan.


"Baiklah, tunggu disini sebentar aku akan membelikan minum di kantin. Alnorld, jaga mommy disini OK?"


"Oke, daddy. Tapi, belikan aku ice cream ya."


"Baiklah." Albert pun berjalan pergi meninggalkan keduanya di taman.


Disisi lain, seorang pria paruh baya baru saja keluar dari ruang lab. Bisa di tebak bila pria paruh baya itu baru saja selesai melakukan pengambilan sample darah untuk pemeriksaan.


"Aku akan berjalan-jalan sebentar di taman. Kau tidak perlu mengikutiku." kata pria paruh baya yang tak lain adalah Laurence.


"Baik tuan." jawab sang asisten.


Albert kembali ke tempat dimana Sena dan Alnorld menunggu dengan sebuah bungkusan di tangannya.


"Ini ice creammu, son." kata Albert menyodorkan bungkusan berisi ice cream pada Alnorld setelah mengambil sebotol air mineral dari bungkusan tersebut.


Albert membuka botol air mineral di tangannya kemudian menyodorkannya pada Sena.


"Ini, minumlah."


"Terima kasih." kata Sena menerima botol dari tangan Albert kemudian meminumnya.

__ADS_1


Tak jauh dari tempat dimana Albert, Sena dan Alnorld berada, Laurence terdiam kaget melihat hal yang tidak pernah ia bayangkan. Ingin rasanya ia berlari dengan tubuh rentanya dan memeluk sang putri. Tapi apa daya, ia begitu malu pada dirinya sendiri atas kesalahan di masa lalunya pada Sena. Laurence hanya bisa memandangi putrinya yang tertawa bersama Albert dan satu pria kecil yang entah diapun tidak tahu siapa gerangan.


Dengan langkah gontai, Laurence berjalan meninggalkan taman dan kembali ke dalam rumah sakit. Hatinya bertekad untuk segera menghubungi Albert dan meminta penjelasan pada pria itu, tentang kenapa Albert menyembunyikan kenyataan bahwa ia menemukan putrinya.


Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, Albert mengajak Sena dan Alnorld untuk kembali ke kamar karena jam makan siang akan tiba sebentar lagi.


"Daddy, aku ingin makan ayam goreng." kata Alnorld begitu sampai di kamar.


"Baiklah, kau mau makan apa sayang?" tanya Albert pada Sena.


"Samakan saja dengan Alnorld biar tidak repot."


"Aku akan meminta Evan untuk membelikannya." kata Albert mengetik nama Evan di kontak handphonenya.


"Kenapa kau selalu merepotkan Evan? Malam ini dia akan kembali ke negara X. Biarkan dia istirahat sejenak." kata Sena.


"Yayaya, aku akan pergi sekarang. Ada yang ingin kalian makan lagi?" tanya Albert yang hanya di balas gelengan oleh Sena dan Alnorld.


Albert baru saja sampai di lobi rumah sakit hingga tiba-tiba sebuah suara menghentikan langkahnya.


"Evan, kau disini?"


"Iya, bos. Saya kesini ingin pamit pada bos dan nona Sena juga tuan kecil."


"Bukankah penerbanganmu masih nanti malam?"


"Tidak, bos. Saya mengambil penerbangan sore ini. Jadi setelah dari sini saya akan langsung menuju bandara."


"Oh, kalau begitu segeralah. Jangan sampai kau ketinggalan pesawat."


"Anu, bos. Karena sudah bertemu bos disini. Saya akan langsung saja. Mohon maaf, titipkan salam saya pada nona Sena dan Tuan kecil."

__ADS_1


"Baiklah, kau hati-hati ya. Sampaikan pada mom dan dad kalau kami baik-baik saja disini. Dua minggu lagi, biar aku saja yang mengantar Alnorld kembali ke negara X."


"Baik, Bos. Saya permisi, tolong jaga kesehatan." pamit Evan kemudian pergi meninggalkan Albert.


Albert baru akan melangkahkan kakinya kembali, namun tiba-tiba sebuah tangan menyentuh pundaknya. Membuat Albert secara reflek berbalik melihat siapa yang menegurnya.


"Paman?"


"Nak, bisa aku bicara sebentar denganmu?" pinta Laurence.


"Tentu saja, paman."


"Kau mau kemana?"


"Oh, aku baru saja mau ke kedai ayam goreng."


"Baiklah, kita bicara disana saja." ajak Laurence


#############


Good night, yarobun...


Maaf ya, akhir-akhir ini jadi jarang update. Author lagi kena syndrome malas pegang HP soalnya 😅


wkwkwkkw


Banyak alasan si thor, mah.


Sekali lagi maaf yaaaaa.


Selamat membaca semuanya.

__ADS_1


terima kasih telah setia membaca novel ini.


😘😘😘


__ADS_2