
HAPPY READING,
_____________________
Aurelie sudah kembali ke kamar tamu untuk beristirahat dan tak lama kemudian Antonio pun menyusul.
"Kukira kau ada di kamar Sena, sayang." kata Antonio kala melihat Aurelie berada di kamar.
"Aku sudah dari sana tadi. Bagaimana reuninya? Apakah menyenangkan mengobrol dan bermain bersama sahabat lama?" tanya Aurelie bersemangat.
"Emm, cukup menyenangkan. Tapi tetap saja lebih menyenangkan berduaan dengan istriku." kata Antonio yang langsung menghujani wajah Aurelie dengan kecupan.
"Cukup, kau tahu itu geli." kata Aurelie berusaha menahan tawanya.
"Geli-geli enak?" tanya Antonio seraya menggoda bagian dalam dress Aurelie.
"Hei, ini masih sore. Dan ingat, kita sedang di rumah orang."
Mendengar peringatan dari istrinya Antonio langsung menghentikan tangan nakalnya,
"Besok aku akan membawamu berjalan-jalan. Dan setelah itu kita akan menginap di hotel."
"Kenapa ke hotel?" tanya Aurelie bingung, karena ia mengira akan tinggal di mansion itu untuk beberapa hari dan langsung kembali ke Singapura.
"Anggap ini bulan madu kedua, sayang." bisik Antonio membuat pipi Aurelie bersemu.
***
Makan malam,
__ADS_1
"Dimana pengantin baru itu?" tanya Antonio pada Sena yang sudah di meja makan duluan.
"Sebentar lagi mungkin mereka akan turun." jawab Sena tersenyum.
"Dasar pengantin baru, pasti inginnya di kamar terus." gerutu Albert.
Tiba-tiba suara langkah kaki datang mendekati Albert,
"Siapa yang ingin di kamar terus? Kau?? Ingat kau masih harus puasa, bro."
"Sialan kau," kata Albert kesal, mengingat Sena yang masih berada dalam masa nifas. Yang mengharuskannya berpuasa sampai 40 hari lamanya.
"Oh, iya. Besok kami akan melanjutkan liburan kami di negara ini. Jadi kami hanya bisa menginap untuk malam ini saja."
"Ah, kenapa singkat sekali. Padahal aku sangat senang memiliki teman mengobrol seperti Aurelie."
"Maaf ya, kak. Kapan-kapan kami akan berkunjung lagi. Atau mungkin kapan-kapan kakak yang bisa mengunjungi kami ke Singapura." kata Aurelie dengan penuh sesal.
Obrolan singkat itu pun di akhiri dengan makan malam bersama.
***
Seperti yang sudah direncanakan oleh Antonio, keesokan harinya ia dan Aurelie pun pamit untuk melanjutkan agenda mereka di negara Z untuk berlibur a.k.a bulan madu kedua.
Dan dengan sedikit terpaksa Sena pun mengiyakan. Kehadiran Aurelie yang snagat singkat ternyata mampu memberikan rasa baru bagi Sena. Ia merasa memiliki seseorang yang bisa ia ajak bicara selain Albert. Jauh dalam hati, Sena sangat ingin menahan pasangan pengantin baru itu untuk tinggal di mansion keluarga Nero lebih lama. Namun apa daya, bukan haknya untuk menahan mereka.
"Aku akan merindukanmu." kata Sena seraya memeluk erat Aurelie.
"Aku juga akan merindukan kakak. Terima kasih karena sudah menerima kedatangan kami. Kami akan menunggu kedatangan kalian ke Singapura."
__ADS_1
"Tentu saja, kelak aku akan kesana mengunjungimu. Tetap berhubungan ya." pesan Sena yang di angguki oleh Aurelie.
Disisi lain, dua pria dewasa itu tengah berdiri di dekat mobil yang akan mengantar Antonio kemana pun ia ingin pergi di negara Z.
"Jadi, mau kemana kau sekarang?" tanya Albert.
"Aku ingin pergi ke ujung negara ini. Kudengar disana ada sebuah resort mewah yang memang banyak dikunjungi oleh para wisatawan mancanegara. Jadi aku penasaran."
"Oh, disana cukup bagus. Hawa dingin akan membantumu untuk bergumul bersama istri mungilmu." goda Albert.
"Ah, kau tahu saja maksudku. Tapi, apakah tidak apa-apa kalau kau membiarkan supirmu mengantarkan kami beberapa hari?"
"Tidak masalah, masih ada supir lain yang bisa mengantarkan aku atau Sena. Nikmati saja bulan madu kedua kalian. Semoga segera mendapat hasil ya."
"Thank's, bro. Kapan-kapan kau harus mengunjungi kami ke Singapura."
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
LANJUT