
"Jadi, sejak kapan kalian bertunangan? Kenapa aku tak tahu? Dan kenapa kau tidak menceritakannya padaku, al?" tanya Sena berentetan.
"Sebenarnya aku juga tidak tahu pasti kapan mereka bertunangan, sayang. Apakah kau ingat sayang, saat aku meninggalkanmu di amerika saat treatment untuk pergi ke jerman melakukan perjalanan bisnis?" tanya Albert setelah menyesap minumannya.
"Hemm, aku ingat." jawab Sena.
"Saat itulah aku baru tahu kalau mereka sudah bertunangan. Keyla ini putri bungsu tuan Wilbert." kata Albert.
"Hah, itu kan sudah lama sekali. Jadi kapan rencananya kalian menikah?" tanya Sena menatap pasangan di depannya.
"Eh... itu..." jawab Keyla terbata.
"Kami masih perlu saling mengenal lebih dalam lagi." jawab William cuek.
"Iya, kakak ipar. Kami masih perlu pendekatan." lanjut Keyla.
"Emm, William tolong jangan membuat Keyla menunggu lama. Keyla, aku akan membantumu untuk menaklukkan manusia yang satu ini." kata Sena tersenyum pada Keyla.
Setelah perbincangan yang sedikit serius itu, mereka pun berpisah untuk pulang ke rumah masing-masing. Albert menggendong Alnorld yang sedari tadi sudah terlelap di kursinya.
"Kenapa kau bawa Alnorld. Lihat, kasian dia sampai tertidur begini." kata Sena mengelus kepala Alnorld.
"Aku hanya ingin memberikan kejutan dengan formasi keluarga yang lengkap." jawab Albert tersenyum.
"Al, terima kasih." kata Sena.
"Sama-sama, sayang."
Setelah dirasa cukup dengan acara kejutan ulang tahun untuk Sena, mereka pun kembali ke mansion untuk beristirahat.
__ADS_1
Sesampainya di mansion, Albert menyuruh Sena untuk kembali ke kamar terlebih dahulu sedangkan Albert akan mengantar Alnorld ke kamarnya untuk menidurkannya.
Sena membuka pintu kamarnya yang dalam keadaaan gelap. Sena sedikit bingung karena seingatnya, ia tidak mematikan lampu saat meninggalkan kamar sore tadi. Dengan sedikit usaha akhirnya Sena dapat menemukan saklar lampu. Dan ia pun menyalakannya.
clek,
"Apa ini?" gumam Sena kaget karena mendapati di atas tempat tidurnya penuh dengan kelopak bunga.
"Ini kejutan yang lainnya. Bagaimana? Apakah Nyonya Nero menyukainya?" kata Albert memeluk Sena dari belakang secara tiba-tiba.
Sena membalikkan tubuhnya menghadap Albert.
"Aku suka. Kapan kau menyiapkan ini?" tanya Sena.
"Aku meminta seseorang untuk melakukannya. Sekarang, hadiah utamanya ada disini." kata Albert tersenyum.
"Aku." jawab Albert mengerlingkan matanya nakal membuat Sena mengerutkan dahinya tidak mengerti.
"Aku akan memuaskanmu malam ini." kata Albert berbisik tepat di telinga Sena membuat Sena melotot tak percaya.
Sengan sigap Albert membopong Sena menuju tempat tidur. Dengan lembut Albert merebahkan tubuh Sena dan memberikan kecupan-kecupan hangat di wajah cantik istrinya tersebut. Tentang apa yang terjadi selanjutnya. Biarkan hanya mereka berdua dan Tuhan yang tahu.
Sementara itu, William mengantarkan Keyla pulang ke apartemennya. William sengaja mengendarai mobilnya dengan kecepatan rendah agar bisa lebih lama bersama Keyla. Kata-kata yang di ucapkan Sena beberapa waktu yang lalu.
"Kak willy?" panggil Keyla.
"Emm."
"Apakah tidak ada yang ingin kakak tanyakan tentang aku? Tadi kan kakak sendiri mengatakan ingin lebih mengenal." tanya Keyla menatap William yang tidak mengalihkan pandangannya dari jalanan.
__ADS_1
"Biarkan mengalir saja. Ku harap kau mengerti maksudku." jawab William membuat Keyla diam menunduk.
"Sebenarnya kakak keberatan kan dengan peejodohan ini? Kalau memang iya, kenapa kakak harus menerimanya? A aku tidak tahu harus melakukan apa untuk membuat kakak melihat ke arahku." kata Keyla mulai terisak.
Mendengar penuturan Keyla dan isakannya membuat William memilih untuk menepikan mobilnya.
"Maafkan aku." kata William tanpa melihat ke arah Keyla. William sendiri tidak tahu kenapa saat ini ia tidak berani menatap gadis di sampingnya. Padahal jelas ia mendengar isakan kecil dari gadis yang kini sudah menjadi tunangannya hampir satu tahun.
"Haruskah aku yang membatalkan pertunangan ini?" tanya Keyla menatap William nanar.
deg
Hati William membeku seketika, saat Keyla mengucapkan kata-kata yang hampir tiga bulan ini tidak pernah ia pikirkan karena kehadiran Keyla yang sedikit menyibukkannya dan membuat hidupnya sedikit berubah. Dan kini justru Keyla lah yang mengucapkannya.
"A aku tidak apa-apa, aku tidak akan memaksa kakak untuk melanjutkan ini kalau memang kakak tidak bersedia. Aku........" kata Keyla terpotong.
ceklek,
kreett,
Tiba-tiba William membuka sabuk pengamannya dan dengan cepat ia meraih wajah gadis di sampingnya serta membungkam bibir gadis itu dengan bibirnya.
Keyla tersentak dengan apa yang dilakukan William terhadapnya. Namun ia tak kuasa untuk menolak, karena jujur saja hal ini adalah sesuatu yang ia tunggu selama ini. Hati Keyla seketika menghangat.
William mengecup lama bibir Keyla, kemudian dengan hati-hati membuka bibirnya dan ******* lembut bibir Keyla hingga Keyla tak kuasa untuk tidak memberikan balasan.
Beberapa saat kemudian, setelah dirasa cukup William pun menyudahi ciuman pertamanya dengan Keyla. William meraih wajah Keyla, memaksa gadis itu untuk menatapnya.
"Aku akan belajar mencintaimu. Tolong tunggu aku." kata William menatap dalam mata Keyla membuat Keyla menangis bahagia dan mengangguk kemudian William menarik tubuh Keyla ke dalam pelukannya.
__ADS_1