
"Sayang, mommy merasa sedikit pusing. Mommy kembali ke kamar dulu, ya."
"Oke, mommy. Selamat istirahat. Aku juga mau ke kamar istirahat."
"Baiklah kalau begitu." kata Sena yang kemudian mengantar Alnorld kembali ke kamarnya terlebih dahulu.
Sena memasuki kamarnya dengan lesu. Apa yang dilihatnya di mall tadi membuatnya berfikir yang tidak-tidak.
"Semoga saja tadi aku salah melihat."
tok
tok
tok
ceklek,
"Ada apa, bi?"
"Ini nyonya, ada titipan dari tuan." kata seorang maid menyerahkan sebuah kotak berukuran besar.
"Emm, terima kasih." kata Sena sembari menerima kotak besar yang dibawa maid.
"Saya pamit kembali ke belakang, nyonya."
"Iya, bi." kata Sena tersenyum.
Sena meletakkan kotak besar itu di atas tempat tidur dan memandanginya lama tanpa membukanya.
"Dia memberiku hadiah. Tumben sekali. Apakah ini adalah caranya untuk menutupi kesalahannya? Apakah yang aku lihat tadi siang benar-benar dia? Apakah mungkin dia mengkhianatiku?" guman Sena.
ting
__ADS_1
Pesan masuk,
dari : HUBBY 💕
Pakai itu dan temui aku. Nanti malam akan ada supir yang menjemputmu.
"Pakai itu? Sepertinya aku memang harus membuka kotak ini." kata Sena kemudian membuka kotak di depannya pelan.
Setelah terbuka sepenuhnya, Sena dapat m3lihat bahwa di dalam kotak itu ada sebuah dress bewarna hitam. Sena mengambil dress itu dan mencocokkan dengab tubuhnya.
Di tempat lain, Albert yang di bantu oleh William dan Keyla tengah menyiapkan sebuah makan malam romantis di Rofftop gedung milik QL Group. Mereka mendekorasi sendiri tempat itu. Dengan banyak bunga dan lilin yang siap dinyalakan saat pemeran utama acara ini akan sampai. Belum lagi kembang api yang disiapkan oleh Albert dan Evanlah yang akan bertugas untuk menyalakannya dibantu beberapa anak buah Albert yang lainnya.
"Jadi, seperti apa skenario yang akan kau mainkan kak?" tanya Keyla pada Albert.
"Aku akan menjemputnya, kemudian menutup matanya dan menuntunnya kemari. Menurutmu apakah dia akan bahagia dan tersentuh?" tanya Albert meminta pendapat.
"Entahlah, karena aku belum pernah bertemu dengan kakak ipar. Jadi aku tidak tahu. Tapi kalau itu aku, aku pasti akan sangat bahagia mendapatkan kejutan seperti ini." kata Keyla semangat.
"Oh iya, aku juga boleh kan memberi hadiah untuk kakak ipar? Sekalian aku ingin berkenalan." kata Keyla meminta ijin.
"Emm, baiklah. Tapi tunggu rencana kejutanku selesai. Baru kalian boleh menampakkan diri. Oh, iya. Will, tolong jemput Alnorld dan bawa ia kemari ya. Dia harus ikut merayakan ulang tahun mommynya." pinta Albert pada William.
"Baiklah, kalau bukan demi Sena mungkin aku tidak akan mau kau perintah." kata William ketus.
"Aku ikut, kak." kata Keyla yang dibalas anggukan oleh William.
"Semuanya sudah selesai, kan? Kalian pulanglah dan bersiap-siap. Dan kau, jangan lupa jemput putraku." kata Albert mengingatkan.
"Hemm. Ayo kita pulang, Key." ajak William.
"Kami pulang dulu, kakak ipar. Sampai jumpa nanti, semoga semua rencananya sukses. Bye." kata Keyla yang kemudian berlari menyusul William yang sudah berjalan terlebih dahulu.
"Terima kasih. Bye"
__ADS_1
Di mansion keluarga Nero, Sena telah selesai bersiap. Dress hitam selutut model sabrina yang disiapkan oleh Albert sangat pas di badannya. Sena memadukan dress cantiknya dengan heels bewarna hitam senada yang berhiaskan permata, menampakkan kesan mewah sehingga Sena tak perlu lagi mengenakan banyak aksesoris di badannya selain anting dan jam tangan yang tersemat di tangan kirinya dengan apik.
tok
tok
tok
ceklek,
"Mobilnya sudah datang, nyonya."
"Aku akan turun sekarang. Oh iya, aku titip Alnorld ya bi."
"Baik, nyonya."
Sena keluar dari mansion dan di sambut oleh supir yang sudah membukakan pintu untuknya.
"Terima kasih." ucap Sena yang di balas senyuman oleh si supir.
"Kau nampak sangat cantik, sayang." kata Albert memuji ketika Sena mendudukkan dirinya di kursi penumpang.
"Al, kau disini. Ku kira kita akan bertemu di lokasi." kata Sena kaget karena tidak menyadari keberadaan Albert di kursi penumpang yabg gelap.
"Aku ingin menjemput permaisuriku." kata Albert.
"Emm, terima kasih." ucap Sena.
"Tentu saja, sayang." balas Albert dengan terus tersenyum menatap sang istri.
"Kita berangkat sekarang." perintah Albert pada supirnya.
"Siap, tuan."
__ADS_1