Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 79


__ADS_3

Setelah sepakat untuk membiarkan Alnorld ikut ke Bali bersama Jesica dan Jeremy. Sore harinya Albert dan Sena bersiap untuk honeymoon ke paris seperti yang sudah direncanakan.


Mereka berdua pun berangkat menuju bandara dengan di antar oleh supir yang disiapkan oleh Jesica.


"Mom, aku titip Alnorld ya."


"Iya sayang, tenang saja. Selamat bersenang-senang."


"Al, jaga istrimu."


"Tentu dad. Kami berangkat dulu."


"Bye sayang."


"Bye mommy."


Albert dan Sena memilih berangkat dengan menggunakan eksekutif class. Walau awalnya Jesica dan Jeremy menawarkan kepada mereka untuk menggunakan jet pribadi keluarga Nero.


Setelah beberapa jam melakukan penerbangan. Pesawat yang mereka tumpangi pun mendarat dengan aman dan selamat di Charles de Gaulle Airport atau sering juga disebut Roissy Airport yang merupakan bandara paling terkenal dan terbesar di perancis. Kemudian tanpa membuang banyak waktu mereka bergegas menuju hotel yang sebelumnya telah dipesan.


Sesampainya di hotel, Albert menunjukkan bukti pemesanan dan menerima keytag. Kemudian Albert mengajak Sena untuk ke kamar yang akan mereka tempati selama beberapa hari di paris.


Albert membuka pintu kamar tersebut kemudian mempersilakan Sena untuk masuk.


"Waaaah, indah sekali pemandangan yang bisa kita lihat dari sini." kata Sena kagum melihat indahnya menara eifel dari jendela kamar yang mereka tempati.


"Kau suka?" tanya Albert yang kemudian memeluk Sena dari belakang.


"Emm, suka. Terima kasih." kata Sena.


"Ayo mandi, kemudian istirahat. Besok aku akan membawamu jalan-jalan."


Sena mengangguk, kemudian memilih untuk masuk ke kamar mandi terlebih dahulu.


"Aku duluan, ya."


"Bersama saja."


"Ah, jangan."


"Kenapa?"


"Pokoknya jangan." seru Sena kemudian menutup pintu kamar mandi.


Albert menatap pintu kamar mandi yang tertutup itu dengan ekspresi yang sulit di artikan.


"Kenapa tiba-tiba ingin mandi bersama." gumam Sena di dalam kamar mandi.


Setelah Sena selesai dengan mandinya, Albert pun bergantian dengan Sena untuk mandi. Albert memasuki kamar mandi melewati dengan Sena begitu saja tanpa memperdulikan wajah Sena yang canggung.


Saat Albert keluar dari kamar mandi, Sena sudah tertidur lelap. Albert mendekati sang istri kemudian memberikan kecupan di keningnya.


cup


"Kau pasti lelah. Selamat tidur." ucap Albert kemudian menyusul Sena untuk tidur.


-------"------


Keesokan paginya Albert dan Sena sudah bersiap untuk berjalan-jalan menyusuri indahnya kota paris. Namun sebelum itu Albert mengajak Sena untuk sarapan terlebih dahulu di restoran yang terdapat di lantai dasar hotel.


"Duduklah, biar aku yang mengambil makanan."


"Tidak usah, al. Aku saja."


"Sudah, duduk saja." kata Albert kemudian mengambil beberapa hidangan untuknya dan Sena.


"Ini sarapanmu, sayang." kata Albert meletakkan sepiring makanan di depan Sena.

__ADS_1


"Terima kasih."


"Oh iya, aku memesankanmu orange juice fress dari dapur. Jadi nanti pelayan yang akan mengantarkan juice nya."


"Kau tahu apa yang kusuka."


"Tentu saja, kau kan istriku." kata Albert membuat Sena tersenyum.


Setelah sarapan, Albert membawa Sena untuk pergi ke Museum Louvre terlebih dahulu. Museum Louvre adalah salah satu museum seni terbesar yang memiliki banyak sekali benda dari jaman prasejarah yang dipamerkan.


Setelah puas mengelilingi museum hingga siang hari, Albert mengajak Sena untuk beristirahat sejenak sembari mencari makan siang untuk mengisi perut mereka.


"Setelah ini kita kemana?" tanya Sena.


"Aku mau mengajakmu ke Le Mur des Je T'aime." jawab Albert.


"Apakah jauh?"


"Kau lelah?"


"Tidak."


"Kalau begitu lihat saja nanti seberapa jauh itu."


"Baiklah, tuan Nero."


Le Mur des Je T'aime atau dinding cinta adalah tempat yang cocok bagi pasangan untuk berkencan. Disana terdapat 311 kata cinta dari 250 bahasa di dunia. Sama halnya Pont des Arts atau jembatan gembok cinta, Le Mur des Je T'aime atau dinding cinta menjadi salah satu ikon romantis kota paris yang paling banyak dikunjungi oleh para pasangan dari seluruh dunia.


"Waaaaah, hebat sekali. Banyak sekali kata cinta yang tertulis disini. Bahkan dengan bahasa yang berbeda-beda." kata Sena mengagumi setiap kata cinta yang tertulis di diding yang berada di depannya.


"Dari yang kudengar ada sekitar 311 kata cinta yang tertulis disini." kata Albert.


"Woow, amazing. Oh iya, tapi kenapa kau mengajakku kesini padahal Pont des Arts lebih dekat dari museum." tanya Sena penasaran.


"Tidak kenapa-kenapa. Aku hanya ingin mengajakmu kemari."


"Bergayalah, aku akan mengambil fotomu." kata Albert bersiap untuk memotret dengan kamera yang ia bawa.


cekrek


cekrek


cekrek


"Ayo kita ambil foto berdua." ajak Sena.


"Oke, tunggu sebentar." kata Albert kemudian menghampiri seorang pria paruh baya yang tengah menjajakan bunga.


"Excusez-moi puis-je demander de l'aide pour prendre des photos (Permisi, bolehkah saya minta tolong untuk mengambilkan foto?)" tanya Albert.


"oui bien sûr (Ya, tentu saja.)" jawab pria paruh baya tersebut dan mengambil kamera dari tangan Albert.


"Aku tak tahu kalau kau bisa begitu fasih berbahasa prancis." kata Sena pada Albert yang sudah di sebelahnya.


"Banyak hal yang belum kau tahu tentang aku, sayang. Kalau kau tahu semuanya, ku jamin kalau kau akan menjadi sangat tergila-gila padaku." kata Albert tersenyum nakal.


"Dasar narsis."


cekrek


cekrek


cekrek


"Merci. (terima kasih)." kata Albert.


"Votre accueil (sama-sama)."

__ADS_1


"Puis-je acheter les fleurs (bolehkah saya beli bunganya?)"


"oui bien sûr. (ya, tentu saja.)"


Albert membeli beberapa tangkai bunga mawar yang dijajakan oleh pria paruh baya tersebut kemudian memberikannya pada Sena.


"Untukmu." kata Albert menyerahkan beberapa tangkai bunga mawar pada Sena.


"Terima kasih." kata Sena merima bunga mawar dari tangan Albert dan mencium wangi bunga mawar tersebut.


"Ayo kita kembali ke hotel." ajak Albert.


"Kenapa buru-buru sekali. Ini masih sore." kata Sena tidak senang karena masih ingin berkeliling.


"Kita harus menghemat tenaga untuk nanti malam." kata Albert membuat pipi Sena bersemu merah.


Akhirnya seperti yang diharapkan Albert, kini mereka sudah berada di hotel. Setelah makan malam di restoran, Albert buru-buru mengajak sang istri untuk kembali ke kamar.


"Aku akan mandi dulu." kata Sena begitu masuk ke dalam kamar.


"Hmm. Jangan lama-lama." kata Albert.


Sena memasuki kamar mandi dengan perasaan gelisah.


"Apakah kami akan melakukan itu? Huh, apa yang harus aku lakukan? Aku hanya pernah sekali melakukan itu. Dan itupun dengannya, terlebih lagi pengalaman yang itu tidak seperti yang pada umumnya." kata Sena dalam hati.


"Ya sudahlah, yang penting sekarang aku harus membersihkan badanku terlebih dahulu." kata Sena kemudian memulai mandinya.


ceklek,


"Sudah selesai?" tanya Albert.


"Emm, sudah." jawab Sena kikuk.


"Kalau begitu sekarang giliranku untuk mandi."


kata Albert kemudian masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah selesai berganti pakaian, Sena memilih untuk duduk di ujung ranjang sembari memainkan handphonenya memberi kabar pada Jesica, Alnorld dan Laurence.


ceklek,


Suara pintu kamar mandi terbuka membuat Sena refleks melihat ke arah Albert yang bertelanjang dada.


glek,


Dengan susah payah Sena menelan salivanya.


Albert menyadari tatapan Sena kemudian tersenyum dan duduk di sampingnya.


"Kau mengirim pesan pada siapa?" tanya Albert.


"Eh, itu. Aku hanya mengirim pesan pada mom untuk mengecek keadaan Alnorld dan mengabari papi jika kita sudah berada di paris." jawan Sena.


"Owh."


Sesaat suasana kamar menjadi sangat canggung. Tak ada lagi obrolan di antara mereka. Dengan suasana yang sedikit akward Albert berusaha memulainya.


"Sayang, aku ingin memelukmu."


"Eh," kata Sena kaget karena Albert yang tiba-tiba Albert sudah mendekap dalam tubuhnya.


"Aku mencintaimu Sena Laurenchia." bisik Albert di telinga Sena.


"Aku juga mencintaimu Albert Robert Nero." kata Sena membalas pelukan suaminya.


Setelah itu, mereka pun bersatu dalam indahnya cinta di malam pertama yang begitu sempurna.

__ADS_1


__ADS_2