Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 36


__ADS_3

"Dasar ******." teriak renata lalu menampar keras pipi Sena.


plaaaakkk


Sena meringis merasakan perih pada pipinya. Air matanya mulai tumpah lagi. Hatinya sesak meratapi apa yang sedang ia alami.


"Memang bagusnya kau mati saja, ******." kata Renata berbalik badan mencari sebuah pisau.


Setelah mendapatkan pisau yang ia cari, Renata dengan cepat berjalan kearah Sena siap untuk menancapkan pisau ke badan Sena.


"Mati saja kau, ******." teriak Renata menghunuskan pisau membuat Sena memejamkan matanya pasrah.


"Aaarrgghhh"


"Ke kenapa kau ada disini?" tanya Renata dengan tangan gemetar melihat William berdiri di depannya dengan pinggang berdarah. Retana melepaskan topengnya kemudian mengusap kasar wajahnya tidak percaya.


Sena membuka matanya, menatap sosok pria yang ada di depannya.


"Will..." panggil Sena dengan mata berkaca-kaca.


"Jangan kau fikir aku tidak tahu rencana licikmu yang sebenarnya Renata. Kau menipuku kan. Berani-beraninya kau berniat menyakiti Sena. Sebentar lagi Albert akan tahu betapa busuknya dirimu." kata William dengan menahan sakitnya.


"Tidak, tidak, Albert tidak boleh melihat ini." teriak Renata menjambak rambutnya frustasi.


"Se sena, maafkan aku. Aku akan segera membawamu keluar. Sebentar lagi Albert akan membawamu pergi dari sini. Maafkan aku." kata William berusaha membuka ikatan di tangan Sena dengan sesekali mengecup kening Sena memberikan ketenangan untuk Sena.


"Will, lukamu..." kata Sena gemetar melihat darah di pinggang William yang terlihat semakin banyak.


"Tidak apa-apa" kata Will tersenyum dengan bibirnya yang mulai memucat. Tusukan pisau Renata terlalu dalam membuat darah yang keluar dari tubuh William terlampau banyak.


"Blaaaaack, Blaaack. Cepat suruh orang-orangmu untuk menyingkirkan kedua orang ini. Kita harus segera pergi." teriak Renata memerintah.


"Hei, kemarilah. Kita harus segera menyingkirkan kedua orang ini." kata black pada teman-temannya.


dor


dor

__ADS_1


dor


Tiba-tiba terdengar suara tembakan peringatan.


"Angkat tangan, kalian semua."


Beberapa polisi menyergap bangunan tua dengan menodongkan pistol ke arah Renata dan anak buahnya. Dengan reflek mereka mengangkat tangan tanda menyerah.


Black berusaha melarikan diri,


dor


sehingga dengan terpaksa salah seorang polisi menembakkan timah panas ke arah betisnya. Black pun jatuh tersungkur.


Albert berlari ke arah Sena yang sudah terbebas dari ikatannya.


"Senaaa," panggil Albert memeluk erat Sena.


Sena menangis, Albert merasakan badan Sena yang gemetar hebat.


"Tidak apa-apa, aku ada disini. Kau aman sekarang."


Albert menghampiri William yang sudah tertunduk lemas memegangi luka tusukan di pinggangnya.


"Will, bertahanlah. Sebentar lagi ambulan akan datang." kata Albert menyangga tubuh William dengan tubuhnya dan William hanya bisa tersenyum sayu.


"Will......" panggil Sena terisak sembari mendekati William.


"Kau aman sekarang." kata William lirih dengan senyuman.


Flashback


William melajukan mobilnya dengan kencang. Setelah mendapatkan kabar bahwa Renata menculik Sena dan membawanya ke tempat yang berbeda dari rencana, William bergegas meninggalkan kantornya.


Untunglah William berhasil menyogok salah satu anak buah Renata untuk menginformasikan gerak-gerik Renata. Sehingga ia tahu dimana Sena di sekap.


Sejak awal, William tidak pernah berniat untuk bekerjasama dengan Renata. Ia mengikuti skenario Renata, mengelabuhinya seolah-olah ia mengikuti rencana Renata. Agar William bisa membongkar kebusukan seorang Renata. Tapi tidak di sangka, wanita itu mulai curiga dan merubah lokasi yang digunakan untuk menyekap Sena.

__ADS_1


tut


tut


tut


Albert : Hallo?


William : Kau harus segera menyelamatkan Sena. Renata, wanita itu menculik Sena.


Albert : Apa? Bagaimana mungkin, Renata?Dimana Sena di sekap, Will?


William : Akan kukirim lokasinya. Bawalah polisi bersamamu. Cepatlah, sebelum hal. buruk terjadi.


"Daddy, ada apa dengan mommy?" tanya Alnorld khawatir.


"Mommy akan baik-baik saja, son. Kau tunggulah di apartemen ya. Kunci pintu dan jangan biarkan siapapun masuk. Oke?" kata Albert yang di balas anggukan oleh Alnorld.


Setelah mendapatkan informasi mengenai lokasi Sena. Tanpa membuang waktu lagi, Albert segera menelpon polisi dan bergegas menuju ke lokasi.


 


Selamat malam, readers 💕


Hayoo, siapa yang kemarin udah su'udzon sama William?


hehehe


Maafkan author ya, yang hanya mampu mengetik sebatas ini doang. Karena jujur, pegel juga rasanya ngetik di HP.


hehehe


Maafkan author juga, ya. Karena konfliknya kurang greget. Karena dari awal memang author pengennya novel ini menjadi cerita yang ringan. Jadi sengaja gak munculin konflik yang WAH WOW gitu. Tapi bolehlah nanti entah kapan author selip2in konflik yg greget.


makasih untuk komentar dan masukannya yaa...


Author love you, all.

__ADS_1


😘😘😘


see you next chapter.


__ADS_2