
Malam hari,
Setelah makan malam bersama, Albert kembali ke kamar terlebih dahulu. Membiarkan Sena menemani Alnorld belajar di kamarnya. Hingga pada pukul 9 malam Sena pun kembali ke kamar mereka.
Begitu membuka pintu kamar, Sena mendengar suara Albert yang muntah di dalam kamar mandi. Karena khawatir ia pun segera menghampirinya.
"Sayang, kau tidak apa-apa?" tanya Sena sembari memijat tengkuk Albert yang terlihat lemas setelah memuntahkan semua makan malamnya.
"Hemm, aku baik-baik saja."
"Ku perhatikan, beberapa hari ini kau seperti kurang sehat. Kau sering mual bahkan malam ini kau muntah."
"Aku tidak apa-apa, sayang. Mungkin hanya masuk angin biasa, aku terlalu sibuk bekerja dan kurang istirahat."
Sena memapah Albert ke tempat tidur,
"Apa tidak sebaiknya kau diperiksa saja? Aku takut kalau itu semakin berlanjut."
"Tidak perlu, aku baik-baik saja. Percayalah. Oh iya, bagaimana persiapan pernikahan William dan Keyla?"
"Yah, semuanya sudah selesai. Acaranya tinggal lusa nanti. Semoga semua berjalan dengan lancar."
"Emm, ya. Kau sudah menyiapkan dress yang cantik bukan?"
"Tentu saja, aku juga sudah menyiapkan setelan jas yang sangat bagus untukmu dan Alnorld."
"Baguslah kalau begitu, ayo kita tidur."
cup
cup
__ADS_1
Albert mengecup singkat kening dan bibir Sena kemudian merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
***
Keesokan harinya seperti biasa Sena sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuk suami dan anak tercintanya. Ia harus sibuk di dapur sejak subuh karena jagoan kecilnya minta di masakkan nasi goreng dan nugget favoritnya. Karena tidak punya stok nugget di lemari es dan karena Alnorld sudah terbiasa makan nugget homemade buatannya maka tak heran Sena menjadi sangat sibuk pagi itu.
"Pagi, sayang."
"Pagi," balas Sena dengan senyum meneduhkan.
"Selamat pagi jagoan mommy. Lihat, apa yang sudah mommy siapkan untuk sarapan kali ini."
"Emm, tepat seperti request ku kemarin. Thanks mom."
"U're welcome."
Sena menyendokkan nasi dalam wadah besar ke atas piring Alnorld dan Albert. Kemudian mengambil tempat duduk tepat di sebelah kanan Albert.
"Kau tidak apa-apa? Kenapa tiba-tiba wajahmu pucat?" tanya Sena sembari mengecek suhu di kening Albert menggunakan punggung tangannya.
"Tidak apa-apa, sayang. Aku hanya sedikit mual."
"Kau sudah beberapa hari seperti ini. Kau harus diperiksa. Kau tidak boleh berangkat ke kantor sebelum memeriksakan tubuhmu."
"Tapi nanti Alnorld terlambat ke sekolah."
"Biar Alnorld berangkat dengan pak Rudi. Tidak apa-apa kan, baby?"
"Hemm," jawab Alnorld singkat karena mulutnya yang penuh.
"Tapi hari ini........." bantahan Albert terpotong karena Sena bersikukuh untuk membawanya ke rumah sakit untuk diperiksa.
__ADS_1
"Tidak ada tapi-tapian. Cepat habiskan sarapanmu dan aku akan mengantarmu sendiri ke rumah sakit setelah ini."
"Baiklah Nyonya. Hemm, bolehkah kalau aku makan roti saja sayang?"
"Kenapa?"
"Aaaku hanya sedang ingin makan roti." Albert memberi alasan dengan asal karena tidak mungkin ia berkata bila ia mual mencium nasi goreng buatan istrinya itu.
"Baiklah, biar ku siapkan sebentar."
Setelah Sena pergi ke dapur, dengan cepat Albert meminta Alnorld untuk menjauhkan nasi goreng di depannya.
"Daddy sangat aneh." gerutu Alnorld melihat kelakuan tak biasa daddynya.
.
.
.
.
.
##############
Lanjut besok lagi yaaa.
Maaf, kalau author lama UPnya.🤗
Happy reading,
__ADS_1