Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 53


__ADS_3

Keesokan harinya Albert bangun lebih dulu dari pada Sena. Ia mengecek beberapa laporan perusahaan melalui Ipadnya. Meski telah mengambil cuti, Albert tetap berusaha memantau perusahaannya itu dari jauh.


Setelah selesai dengan pekerjaannya, Albert menuju ke kamar mandi. Mengisi penuh bathup dan tak lupa ia masukkan bom parfume di dalamnya agar air itu berbusa dan wangi.


"Dia masih belum bangun." gumam Albert saat menghampiri Sena di ranjangnya.


Albert menatap wajah tidur Sena dan mengelus pelipisnya pelan. Sena yang mulai merasa terganggu dengan gerakan jari di wajahnya pun mengerjapkan matanya.


"Hei, cantik. Sudah waktunya untuk bangun. Ini adalah hari pertamamu untuk memulai treatment." kata Albert lembut.


Albert membantu Sena untuk duduk dan bersandar di sandaran ranjangnya. Sena mengerjapkan matanya berkali-kali membiasakan matanya yang telah tertutup berjam-jam lamanya untuk menerima cahaya.


"Aku mau mandi." kata Sena dengan suara serak khas bangun tidur.


Tanpa aba-aba Albert menggendong tubuh Sena ala bridal style membuat Sena tersentak.


"Kau mau membawaku kemana?" tanya Sena dengan sedikit meninggikan suaranya.


"Katanya kau mau mandi, tentu saja aku mau membawamu ke kamar mandi." jawab Albert.


Albert mendudukkan Sena ke pinggiran bath up dan hendak membuka piyama tidur Sena.


"Kau mau apa?" tanya Sena seraya menepis tangan Albert yang menyentuh bajunya.


"Aku mau membantumu mandi dan sekarang aku mau membantu membuka bajumu terlebih dahulu." kata Albert dengan wajah polosnya.

__ADS_1


"Aaaaa, keluaaarrr. Aku bisa mandi sendiri, Albert." teriak Sena sembari berusaha mempertahankan pakaiannya.


"Aku ingin membantumu."


"No, cepat keluar."


"Kau malu aku melihat tubuh telanjangmu?" tanya Albert membuat pipi Sena memerah.


"Aaaah, cukup omong kosongnya. Aku mau mandi, kau harus keluar." teriak Sena kesal.


"Baiklah baiklah, istriku ini galak sekali." kata Albert tertawa cekikikan dan keluar dari kamar mandi.


Sena pun melepas piyamanya dan mulai memasukkan tubuhnya dengan susah payah ke dalam bathup.


Setelah dirasa cukup, Sena menoleh kesana kemari mencari bathrobenya.


tok


tok


tok


"Sayang, kau sudah selesai? Aku mau masuk memberikanmu bathrobe." kata Albert dari. luar kamar mandi.


Sena mendengus kesal, ternyata Albert sengaja tidak memberinya bathrobe ataupun handuk untuknya agar dia bisa masuk kembali ke kamar mandi.

__ADS_1


"Ya, aku sudah selesai." teriak Sena.


Ceklek


Albert menghampiri Sena yang masih di dalam bathup.


"Bawa kesini bathrobenya." pinta Sena.


"Kau harus membilas badanmu dulu." kata Albert memasukkan tangannya ke dalam bathup berusaha membuka saluran pembuangan air.


"Eh, kenapa kau buka salurannya." kata Sena meninggikan suaranya dan menatap sebal. Albert.


"Kau harus membilas tubuhmu sayang." kata Albert tenang.


Sena tidak tahu lagi harus berkata apa hingga akhirnya dia diam dan menerima perlakuan Albert. Sena berusaha menutupi bagian sensitifnya dengan kedua tangannya. Sena mengalihkan wajahnya dari Albert.


Dengan pelan Albert membilas tubuh Sena dengan shower.


"Sial, kenapa kau harus bangun di saat seperti ini." gumam Albert dalam hati merasakan juniornya yang mulai membuat sesak celana dalamnya.


"Albert, sudah." kata Sena.


"He? Apa?" tanya Albert yang sedang tidak fokus.


"Ku bilang sudah cukup membilasnya. Aku sudah mulai kedinginan." kata Sena lagi.

__ADS_1


"O oh, baiklah. Sebentar."


Albert memberi bathrobe yang dibawanya kepada Sena. Setelah Sena selesai mengenakannya, Albert segera membopong tubuh Sena kembali ke dalam kamar.


__ADS_2