Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 93


__ADS_3

"Sayang, kau sudah siap?" tanya Sena begitu membuka pintu kamar Alnorld.


"Ya, mom," jawab Alnorld tersenyum.


Hari ini seperti yang dijanjikan oleh Sena sebelumnya, bahwa ia akan membawa Alnorld ke Singapura untuk mengejutkan Albert. Keberuntungan pun sepertinya berpihak pada Alnorld karena ternyata rencananya semakin dimuluskan Tuhan dengan adanya waktu beberapa hari libur sekolah yang ia dapatkan.


Kini Sena dan Alnorld sudah berada di dalam mobil dalam perjalanan menuju bandara. Sena sudah mengantongi alamat apartemen milik keluarga Nero di Singapura yang di tempati oleh Albert.


Rencananya, Sena dan Alnorld akan mengejutkan Albert ketika pria itu pulang ke apartemen pada malam harinya. Sehingga mereka tidak memberi kabar akan kedatangan mereka.


Di tempat lain, Albert berdiri menghadap kaca besar yang memperlihatkan lalu lalang kendaraan dan manusia di bawahnya. Hari ini untuk pertama kalinya dalam 12 tahun terakhir ia akan kembali bertemu dengan sahabatnya, itu yang ia harapkan.


tok


tok


tok


"Bos, semuanya sudah siap. Acaranya akan dilaksanakan 45 menit lagi," kata Evan.


"Ayo kita berangkat," kata Albert menyambar jas yang ia letakkan di atas kursi.


Tepat pukul 10.45 menit waktu Singapura, Sena dan Alnorld sampai di Changi Airport. Tidak ada yanh istimewa, tidak ada orang yang menunggu Sena dan Alnorld di pintu kedatangan. Ya karena memang tidak ada yang tahu tentang kedatangan mereka. Dengan gesit Sena menarik satu koper besar di tangan kirinya. Sedangkan tangan kanannya tentu saja menggandeng tangan kecil sang putra tersayang. Tanpa mengulur waktu Sena pun memilih untuk segera menuju ke apartemen dengan menggunakan taksi.


Albert berjalan menuju sebuah hall kecil sebuah perusahaan dengan penuh percaya diri. Tak ada rasa ragu sedikit pun dalam hatinya untuk terus melangkahkan kaki.

__ADS_1


"Yoo. Sepertinya aku melihat seseorang yang ku kenal," kata seorang pria dengan nada mengejek.


Albert yang merasa sangat mengenali si pemilik suara pun menoleh dan tersenyum. Setelah memastikan bahwa orang yang memanggilnya memanglah seseorang yang ia tunggu-tunggu, Albert segera berjalan menghampirinya dengan tetap di ikuti oleh Evan dari belakang.


"Apa kabar, Antonio?" tanya Albert ramah sembari mengulurkan tangannya.


"Aku sangat sangat sangat baik. Dan kuharap kau juga demikian," jawab Antonio menjabat tangan Albert.


"Kau ikut dalam penawaran kali ini?" tanya Albert basa basi berpura-pura tak tahu.


"Emm, tadinya aku tidak tertarik. Tapi, karena ada seseorang yang mengikuti penawaran ini aku jadi ingin bergabung," jawab Antonio dengan nada meremehkan.


"Semoga beruntung," kata Albert berusaha tersenyum dengan ramah.


Albert tersenyum miris dan menunduk menyadari betapa berbedanya Antonio yang dulu ia kenal.


"Bos?" panggil Evan memastikan suasana hati bosnya.


"Ayo, kita harus memenangkan penawaran kali ini," kata Albert menepuk pundak Evan kemudian berjalan masuk menuju Hall.


Sesampainya di apartemen, Sena segera meletakkan barang bawaannya di sembarang tempat dan mengecek beberapa ruangan.


"Sayang, kau bisa tidur disini nanti," teriak Sena begitu menemukan satu kamar minimalis yang tampak seperti kamar tamu.


"Disini?" tanya Alnorld memastikan.

__ADS_1


"Ya, sekarang kau bisa langsung istirahat. Mommy sudah mengeceknya, kamar ini bersih," kata Sena.


"Kau istirahatlah, mommy akan membongkar koper kita dan menyiapkan beberapa hidangan untuk makan malam," kata Sena kemudian membiarkan Alnorld untuk beristirahat di kamarnya.


Sena membawa kopernya menuju kamar utama yang tentu saja kamar itu merupakan kamar yang digunakan oleh Albert. Setelah membongkar isi koper dan membereskan beberapa kekacauan kecil yang dibuat Albert Sena bergegas mandi dan mengganti bajunya.


Setelah selesai dengan ritual wanitanya, Sena menuju dapur. Dan seperti dugaannya, di dapur ini tidak ada satupun bahan yang bisa dimasak. Beruntung karena di jalan menuju apartemen tadi Sena berinisiatif untuk berbelanja sedikit bahan makanan di supermarket.


"Sekarang, mari kita buat hidangan yang spesial. Sena, fighting," ucap Sena menyemangati dirinya sendiri.


#########


Hallo, semuanya.


Kalian pasti banyak yang sebel ya karena author sekarang jarang banget update.


Sorry, bukan maksud author mau bikin sebel atau jengkel. Beberapa minggu ini author sibuk dengan acara renovasi rumah. Karena rumah yang direnovasi itu letaknya agak jauh dari tempat tinggal author sekarang. Author jadi sibuk bolak balik buat ngecek langsung proses pengerjaannya. Biasa, perempuan mah rempong kan. hehehe


Jadi, harap dimaklumi ya.


Setelah renovasi selesai dan author sudah pindahan. Author akan usahakan agar sering update.


Jangan bosan menunggu, ya.


I love you, readers 😘

__ADS_1


__ADS_2