Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 182 (MENCURI HATI BOS DINGIN)


__ADS_3

Tidak terasa satu Minggu telah berlalu, hari ini Antonio akan resmi memperistri gadis mungil yang sudah mampu mencuri hatinya.


Sejak tadi, Antonio kesulitan untuk menjaga ekspresinya. Berkali-kali ia kesulitan menelan salivanya sendiri, karena gugup. Belum lagi membayangkan betapa cantik dan anggunnya Aurelie yang dibalut gaun bewarna putih. Memikirkannya saja membuat Antonio menjadi semakin tidak sabar.


Aurelie berjalan seorang diri menuju Altar, hatinya terasa ngilu membayangkan bila saja ayahnya masih ada, pasti saat ini ayahnya lah yang akan menggandeng dan mengantarkannya pada Antonio yang sudah menunggu di depan Altar terlebih dahulu.


Mata Antonio tak lepas dari Aurelie yang berjalan ke arahnya. Jantungnya bekerja lebih cepat dari biasanya, membuat badannya terasa panas seketika. Apalagi saat kedua pasang mata itu bertemu, debaran jantungnya seakan membisukan alunan musik yang mengiringi langkah Aurelie.


Antonio mengulurkan tangannya begitu Aurelie sudah semakin dekat. Dan Aurelie pun menerima uluran tangan itu. Pelafalan janji suci berlangsung sangat khidmat, keduanya mengucapkan janji dengan penuh kesungguhan. Bahkan tak jauh dari Altar, dua wanita paruh baya tampak berkaca-kaca menatap sepasang pengantin yang terlihat begitu indah.


***


Antonio dan Aurelie menyalami semua tamu yang hadir pada acara resepsi, tak begitu banyak tamu yang di undang. Hanya orang-orang penting di lingkaran para pebisnis dan pejabat. Karena waktu persiapan yang juga terbilang sangat singkat.


"Jadi, akhirnya kau yang bisa mencairkan balok es ini?" goda Renee.


"Hentikan, kak. Jangan membuatku malu. Oh, apa itu tunangan kakak?"


"Iya, bagaimana? Tidak kalah tampan dari balok es mu kan?"


"Kupikir milikmu justru lebih macho," bisik Aurelie.


Aurelie tak sadar jika Antonio yang berada di sampingnya mendengar kalimat itu. Rahang Antonio mengeras, bagaimana bisa istrinya memuji pria lain bahkan di hari pertama pernikahan mereka? Antonio pun memikirkan hukuman yang pantas untuk istri mungilnya tersebut.


"Selamat ya, pak."


"Oh, iya. Terima kasih, Renee." Antonio menjabat tangan Renee singkat kemudian beralih menjabat tangan tunangan Renee yang kata Aurelie lebih macho darinya.

__ADS_1


"Apanya yang lebih macho? Aku bahkan berkali-kali lipat lebih tampan." gerutu Antonio dalam hati.


***


Aurelie kembali ke kamar hotel lebih dulu, ia sudah tidak sanggup berdiri dan menyapa para tamu dengan sepatu hak tingginya.


Sesampainya di kamar, Aurelie segera melepas sepatunya dan merebahkan diri di ranjang. Wangi dari kelopak bunga mawar yang bertaburan di ranjang mengalihkan perhatiannya.


"Aku ini apa? Istri sungguhan atau hanya pelarian?" gumam Aurelie memandang taburan kelopak mawar di dekat wajahnya.


Aurelie tak mau ambil pusing, dia segera bangkit dan melepaskan gaunnya. Sesuai yang diperkirakan oleh Aurelie, jika gaun pilihannya sangat tepat untuk ia pakai. Karena selain nyaman, gaun yang ia kenakan pun mudah untuk dilepas sendiri tanpa perlu meminta bantuan siapapun. Setelah itu ia pun mandi dan kembali ke atas ranjang hanya dengan mengenakan bathrobe saja.


***


Antonio mengedarkan pandangannya ke segala arah mencari istri mungilnya. Karena beberapa saat yang lalu ia terlalu sibuk menyapa banyak kolega bisnis hingga melupakan keberadaan gadis mungilnya.


"Iya, mama tahu dia dimana?"


"Dia sudah kembali ke kamar. Mama yang menyuruhnya kembali, karena mama lihat kakinya sudah tidak kuat untuk berdiri karena sepatu hak yang tinggi."


"Ya sudah kalau begitu. Sekarang aku juga boleh kembali kan? Aku benar-benar sudah lelah,"


"Emm, pergilah. Buatkan mama cucu. Urusan para tamu serahkan saja pada mama dan papa." bisik Ny. Stevanie membuat Antonio semakin bersemangat.


Tanpa membuang waktu, Antonio segera meninggalkan tempat resepsi. Ia sudah tidak sabar untuk berduaan dengan istri mungilnya itu.


Setelah menaiki lift dan melewati koridor, sampailah Antonio di depan pintu kamar. Dia mengambil nafas panjang beberapa kali sebelum akhirnya membuka pintu itu dan berjalan masuk.

__ADS_1


"Aurelie?" panggil Antonio pelan,


Karena tidak mendapatkan sahutan, Antonio menjadi panik. Ia takut jika istri yang baru ia nikahi itu pergi atau bahkan di bawa kabur oleh orang jahat. Namun sesaat kemudian hatinya menjadi lega begitu melihat sosok Aurelie yang tertidur di ranjang.


Antonio tersenyum dan berjalan mendekati Aurelie.


"Kau pasti lelah, tidurlah. Selamat malam, wifey." kata Antonio lalu mengecup kepala Aurelie singkat.


.


.


.


.


.


.


.


.


MALAM PERTAMA DI TINGGAL BOBOK.


🤣

__ADS_1


SIAPA DISINI YANG UDAH NIKAH TRUS PAS MALAM PERTAMA MALAH BOBOK? KALAU ADA, BERARTI SAMAAN KAYAK AUTHOR 🤭🤭🤭


__ADS_2