
Ny. Stevanie sedang menyirami tanaman ketika Fano tiba-tiba datang menghampirinya dengan sebuah map.
"Kau sudah mendapatkannya?" tanya Stevanie sambil meletakkan kembali selang yang di pegangnya.
"Iya, Nyonya. Ada hal menarik yang harus anda tahu tentang Tuan muda dan gadis itu."
"Apa itu?"
"Dulu Aurelie pernah mencoba menjual dirinya untuk mencari biaya operasi ibunya yang punya penyakit jantung."
"Apa?"
"Tunggu, Nyonya. Ceritanya belum selesai."
"Lanjutkan!"
"Dan saat itu, pelanggan pertama Aurelie adalah Tuan muda."
"Jadi mereka sudah......"
"Tidak, Nyonya! Mereka tidak melakukan apa-apa selain tertidur karena mabuk. Dan itu adalah pertama kali dan terakhir kali Aurelie menjual dirinya. Itu info yang saya dapat dari germo yang menjual Aurelie pada Tuan muda."
"Syukurlah, kupikir penilaianku terhadap Aurelie salah. Dia gadis yang baik bukan?"
"Menurut informasi yang saya dapat, bisa disimpulkan seperti itu."
"Apa ini? Laporan biaya rumah sakit?"
"Tentang itu, Tuan muda diam-diam menyelidiki Aurelie dan setelah tahu alasan Aurelie menjual diri karena ibunya. Akhirnya diam-diam tuan muda membiayai operasi ibu Aurelie. Tapi karena penasaran dengan dermawan yang membatunya, Aurelie pun akhirnya tahu jika Tuan muda yang membantu biaya operasi ibunya. Dan informasi dari HRD, tuan muda mempekerjakan Aurelie secara pribadi tanpa melalui seleksi. Jadi murni kehendak tuan muda untuk mempekerjakannya."
"Bagaimana dengan ayahnya?"
"Ayahnya sudah meninggal sejak Aurelie berusia delapan tahun."
__ADS_1
"Kasihan sekali dia. Aku ingin bertemu ibunya. Ayo antar aku."
"Siap, Nyonya!"
***
Antonio sudah memikirkannya matang-matang. Memang akan tidak nyaman jika ia masih saja dekat dengan Aurelie setelah insiden ciuman itu. Tapi bagaimana pun, menolak niat baik orangtua adalah hal yang buruk. Jadi, Antonio pun berniat untuk memenuhi undangan ibu Aurelie itu.
Antonio menekan beberapa angka di telepon dan terambung dengan telepon di meja Aurelie.
Aurelie : Halo, Selamat siang ini dengan kantor sekretaris wakil direktur.
Antonio : Ini aku.
Aurelie : Apa ada yang..........
Antonio : Aku akan datang. Malam ini setelah pulang kerja. Kau ikut saja denganku, anggap saja menghemat ongkos pulang."
Aurelie : Terima kasih, pak.
To : My Mom💞
Ibu, tuan Antonio bilang akan datang malam ini. Kata kak Renee, ia suka dengan mie Siam. Bisakah ibu membuatnya?
From : My Mom💞
Syukurlah, ibu senang sekali. Ibu akan segera pergi membeli bahannya. Ibu akan membuatkan mie Siam terenak yang pernah ada.
***
Sebelum datang ke rumah Aurelie, Ny. Stevanie terlebih dahulu pergi ke sebuah toko. Ia membeli banyak sekali barang untuk dibawa ke rumah Aurelie. Ny. Stevanie berencana menyogok ibu Aurelie agar mau membantunya mendekatkan kedua anak mereka. Sehingga mimpinya melihat putra semata wayangnya menikah, bahagia dan memiliki menantu bisa ia wujudkan.
Di sisi yang lain, Ny. Daneila ibu Aurelie baru saja pulang dari supermarket terdekat membeli beberapa bahan untuk membuat mie Siam. Ny. Daneila begitu cekatan menyiapkan hidangan yang katanya disukai oleh Antonio. Hingga tak butuh waktu lama, semuanya pun sudah siap dan tinggal disajikan saat sang tamu datang.
__ADS_1
"Akhirnya semuanya sudah selesai. Aku bahkan membuat popiah untuk camilan dan Ice Kachang untuk makanan penutupnya. Semoga saja Tuan Antonio suka."
***
Ny. Stevanie menatap rumah sederhana yang tampak indah dengan taman yang tertata rapi di depannya. Ia tersenyum, merasa bahwa niatnya menjodohkan putranya dengan Aurelie akan selangkah lebih dekat.
tingtong
tingtong
tingtong
Ny. Daneila berjalan ke arah pintu dengan semangat. Ia mengira jika yang memencet bel rumahnya ada Aurelie dan tamu yang ia undang.
ceklek,
"Sela...mat datang."
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
LANJUT AGAK MALEM YA!