Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 152 (MENCURI HATI BOS DINGIN)


__ADS_3

Tak lama setelah adegan ciuman itu berakhir, Antonio segera mengajak Aurelie untuk pulang. Ia tak sanggup lagi memasang muka di jamuan makan malam, karena sudah terlanjur basah maka Antonio berfikir bahwa menghilang dari acara adalah cara terbaik untuk menghindari gosip tentang dirinya yang pasti akan berkembang


Sekarang mereka berada di dalam mobil, masih di tempat parkir dan Antonio belum berniat melajukan mobilnya.


Aurelie duduk dengan gelisah, tangannya meremas gaun dan pandangan matanya berputar ke segala arah kecuali ke arah Antonio.


"Mati aku, apa dia marah? Apa dia akan memecat ku? Ya Tuhan, bodoh sekali aku. Bagaimana bisa aku tadi langsung menciumnya. BODOH BODOH BODOH." gerutu Aurelie dalam hati.


"A aku akan mengantarmu pulang." Antonio membuka suara dan mulai menyalakan mesin mobilnya.


Hening,


Di sepanjang jalan tidak ada satupun diantara mereka yang bersuara. Aurelie melirik Antonio yang terlihat sedang fokus menyetir. Ia tidak tahu apa yang sedang difikirkan bosnya itu.


Dan akhirnya dengan sedikit takut, Aurelie berusaha membuka sebuah obrolan.


"Apa Nyonya yang tadi mantan kekasih bapak?"


CCCCCCKKKKKKKKKIIIIIIIIITTTTT, Antonio menginjak remnya mendadak. Kemudian menepikan mobilnya dengan hati-hati.


"PAK! Itu tadi sangat bahaya."


Antonio tak menggubris kalimat Aurelie, dan terfokus dengan pertanyaan pertama Aurelie yang membuatnya hampir mencelakai dirinya dan juga Aurelie.


"BUKAN!!! KAU FIKIR AKU GILA, BERPACARAN DENGAN WANITA YANG JAUH LEBIH TUA SEPERTINYA?" Antonio menjawab dengan nada kesal.


"Tapi Nyonya tadi seperti sangat menyukaimu."


"DIA MENGEJAR-NGEJAR AKU. Dia gila, dimana pun aku bertemu dengannya. Pasti hal tidak baik akan terjadi. Dia pecinta pria tampan dan lebih muda. Banyak sekali skandal yang ia miliki dengan pria-pria muda. Hah, sudahlah. Aku merinding kalau harus menceritakan lebih detail lagi. Sekarang Aku akan mengantarmu pulang sebelum malam semakin larut. Kau diam dan jangan mengatakan apapun lagi." Antonio kembali melajukan mobilnya dan keheningan kembali menyeruak di sepanjang perjalanan.

__ADS_1


***


Aurelie berangkat ke kantor lebih pagi dari pada biasanya. Ia ingin menguatkan mental untuk meminta maaf pada Antonio karena telah lancang menciumnya di acara perjamuan semalam. Bahkan sampai menjadi tontonan banyak orang.


Aurelie duduk di mejanya, mengulang-ulang kalimat yang sedari tadi ia susun untuk meminta maaf.


"Maafkan kelancangan saya semalam, pak. Saya benar-benar tidak bermaksud seperti itu. Bapak tidak perlu memberi bonus yang bapak janjikan semalam. Tapi saya mohon, jangan pecat saya."


ceklek,


"Aurelie, kau datang pagi sekali."


"Kak Renee, sudah selesai ya cutinya. Bagaimana acara keluarganya? Apakah lancar?"


"Begitulah. Oh iya, ini aku membawa sedikit oleh-oleh untukmu. Aku juga membawa untuk Antonio."


"Sama-sama."


Setengah hari berjalan seperti biasanya di kantor. Aurelie sibuk dengan membantu pekerjaan Renee yang menumpuk karena Renee tidak mengijinkannya membantu saat ia mengambil cuti. Karena takut Aurelie membuat kesalahan saat dirinya tidak ada. Dan Aurelie memaklumi ketakutan Renee itu, karena memang Aurelie tidak paham dengan jelas pekerjaan yang dilakukan oleh Renee di luar mengatur jadwal Antonio.


Telepon di meja Renee berdering, Aurelie pun mengangkatnya karena Renee tengah pergi ke kamar mandi.


"Halo, kantor sekretaris wakil direktur. Ada yang bisa dibantu?"


"Dimana Renee?"


"Kak Renee sedang ke belakang. Apakah bapak memerlukan sesuatu?"


"Buatkan aku kopi."

__ADS_1


"Baik, pak."


Aurelie meletakkan kembali gagang telepon ke tempatnya. Ia pun bergegas menuju pantry untuk membuatkan kopi untuk Antonio.


"Dia pasti marah. Kalau tidak, tidak mungkin dia menelpon kak Renee untuk membuatkannya kopi. Karena biasanya kan dia menyuruhku yang membuat kopi. Haaah, aku akan minta maaf sekalian nanti."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Antonio menghindari Aurelie, kenapa hayoo? Ada yang tahu? Apakah Antonio marah seperti yang dipikirkan Aurelie?


Tunggu saja di chapter selanjutnya...


See you, All.

__ADS_1


__ADS_2