Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 165 (MENCURI HATI BOS DINGIN)


__ADS_3

Kepulangan Ny. Stevanie ternyata berdampak pada terbengkalainya beberapa proyek fashionnya di Paris. Sebenarnya ia tahu jika saat ini bukan waktu yang tepat untuk pulang dan meninggalkan pekerjaannya barang sejenak. Tapi bagaimana lagi, naluri seorang ibu tentu lebih kuat dibanding apapun. Putranya tentu lebih penting ketimbang perusahaannya di Paris.


Ny. Stevanie menerima telepon manakala ia sedang menuruni tangga.


"Kau bisa mencari produsen bahan yang lain. Jangan hanya terpaku pada produsen itu. Dia sangat semena-mena karena merasa kita butuhkan. Maka sekarang saatnya membuat dia belajar apa itu kerjasama yang baik."


"............................."


"Cepat ajukan, saja. Aku ingin menerima kabar baik sore ini juga."


Kepala Ny. Stevanie menjadi pening memikirkan perusahaannya, sampai ia tidak menyadari jika langkah kakinya yang tidak ia perhatikan membuatnya jatuh tergelincir hingga anak tangga terakhir.


Membuat kediaman besar itu menjadi riuh seketika.


***


Hari ini Antonio berhasil membuat kesepakatan dengan para kontraktor dan vendor yang menangani proyek. Ia merasa lega karena ternyata semua bisa diselesaikan dengan waktu yang singkat.


Setelah semua beres, Antonio berencana untuk mengajak Aurelie untuk berkeliling kota Bangkok sekali lagi. Karena masih banyak tempat yang belum mereka kunjungi bersama. Namun rencananya ini belum ia utarakan pada Aurelie.


"Semua urusan disini sudah beres, jadi kapan kita akan kembali?"


"Lusa!"


"Lusa?"


"Emm, aku masih ingin menikmati liburanku."


"Kalau begitu aku akan memesan tiket pesawat untuk lusa." kata Aurelie sambil mencatatnya di note kecil yang ia bawa kemana-mana.


"Sekarang kita kemana, pak?"


"Kembali ke hotel saja, aku ingin beristirahat dan mengumpulkan energi untuk jalan-jalan besok."


"Emm, bolehkah saya disini dulu?"


"Sial, kenapa dia kembali berbicara formal seperti itu." gerutu Antonio dalam hati.

__ADS_1


"Kau tidak mau kembali ke hotel?" tanya Antonio.


"Ah, bukan begitu. Ada tempat makan yang ingin saya kunjungi dari kemarin."


"Dimana?"


"Apanya?"


"Tempat yang ingin kau kunjungi. Aku akan menemanimu, kau ini kecil kalau sampai hilang bagaimana? Bisa-bisa aku yang repot."


"Oke kalau begitu. Tapi perlu saya katakan sebelumnya kalau tempat yang mau saya kunjungi ini hanya sebuah kedai sederhana." kata Aurelie memperingatkan.


Antonio acuh saja dengan peringatan yang diucapkan Aurelie dan berjalan terlebih dahulu.


"Dia pasti mengira aku tidak mau makan di tempat sederhana." kata Antonio dalam hati.


Dan akhirnya mereka berdua pun mendatangi sebuah kedai sederhana yang ingin dikunjungi oleh Aurelie dengan berjalan kaki.


"Pak," panggil Aurelie memecah keheningan.


"Apa?"


"Terserah!" kata Antonio terkesan bodo amat. Padahal dalam hatinya merasa sangat kegirangan karena Aurelie mau bicara santai dengannya. (MULAI BUCIN KAN LOE, ANTONIO. BARU DIGITUIN AJA UDAH SENENG. 😏)


Kini mereka berdua berada di sebuah kedai mie sederhana. Suasananya sangat sepi, mungkin karena terletak di ujung jalan. Bahkan saat Antonio dan Aurelie datang, hanya ada dua pelanggan yang makan disana.


Awalnya Antonio merasa ragu dengan rasa mie yang dihidangkan kedai ini. Ia mengira, bahwa kedai ini sepi pembeli karena rasanya yang mungkin tidak enak. Namun melihat Aurelie makan dengan lahap ia pun berusaha menyingkirkan keraguannya itu.


Disuapan pertama, Antonio tertegun seketika. Karena rasa mie yang ia makan di luar dugaannya. Sangat lezat, sesuai dengan seleranya. Lalu tak butuh waktu lama, ia segera menghabiskan semangkok mie itu dengan lahap.


Karena puas dengan mie yang dihidangkan, Antonio bahkan memberikan uang lebih pada pemilik kedai. Tak tanggung-tanggung, uang yang diberikan oleh Antonio untuk membayar dua mangkok mie mungkin bisa untuk membayar 100 mangkok mie lagi. Namun melihat raut wajah bahagia pemilik kedai, dan wajah puas Antonio membuat hati Aurelie menghangat.


***


Antonio dan Aurelie sudah berada di hotel, mereka sudah bersiap untuk istirahat. Aurelie merebahkan tubuhnya sambil mengirim pesan pada sang ibu jika lusa ia akan pulang.


Begitu juga Antonio, ia duduk bersandar di kepala ranjang dengan berselonjor kaki sambil memainkan Handphonenya. Bukan untuk mengirim pesan pada orangtua seperti yang dilakukan Aurelie, tapi searching berbagai tempat wisata terpopuler melalui situs pencarian. (NIAT BANGET PENGEN NYENENGIN SI MUNGIL AURELIE DIA. 😏)

__ADS_1


Setelah membuat list perjalanan di handphonenya, Antonio pun mulai bersiap untuk tidur. Namun suara dering telepon yang tiba-tiba mengurungkan niatnya untuk tidur.


Antonio mengambil kembali handphonenya di atas nakas ia berjanji dalam hati, jika telepon yang diterimanya tidak penting maka ia akan membuat si penelpon mendapatkan amarahnya.


"Halo?"


"Tuan muda, ini saya asisten Ny. Stevanie."


"Ada apa menelpon malam-malam?"


"Nyonya mengalami kecelakaan, tuan. Sekarang Nyonya sudah dibawa ke rumah sakit dan ditangani oleh dokter. Tapi........."


"Lanjutkan,"


"Nyonya kehilangan banyak darah, tuan. Dan stok darah yang dibutuhkan Nyonya kemungkinan kurang."


"Aku akan kembali segera. Tolong jaga mamaku."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


HIKS, GAK JADI KENCAN SI DUO A. 🥺

__ADS_1


SABAR YA, BESOK LAGI.


GOOD NIGHT, ALL.


__ADS_2