
2 minggu kemudian
Seperti yang sudah di rencanakan, Albert dan. Sena hanya akan honeymoon selama 2 minggu. Pagi ini adalah waktu untuk mereka kembali ke negara X untuk beraktifitas kembali.
Sesampainya di Negara X pada sore harinya, mereka bergegas menuju ke mansion keluarga Nero. Laurence sendiri sudah sekitar sepuluh hari yang lalu kembali ke amerika untuk mengecek bisnisnya dan juga kontrol kesehatan.
"Selamat datang tuan dan nyonya muda."
"Terima kasih, tolong turunkan barang kami dan bawa ke kamar ya."
"Baik, tuan."
"Terima kasih, bi."
"Sudah tugas saya, nyonya."
Setelah meminta tolong maid untuk membawa barang mereka ke kamar, Albert dan Sena langsung menuju ruang keluarga.
"Kami pulang."
"Mommy!"
"Lho, mom kira kalian akan kembali besok."
"Tidak, mom. Penerbangan kami terjadwal hari ini."
"Sayang, bagaimana liburanmu?"
"Sangat menyenangkan, oma dan opa mengajakku ke banyak tempat yang indah."
"Benarkah?"
"Mommy dan daddy harus kesana dan melihat keindahannya sendiri."
"Dad dimana mom?"
"Dad mu ada di ruang bacanya."
"Kalau begitu aku akan kesana dulu." pamit Albert yang dibalas anggukan oleh Sena.
Di ruang baca Jeremy,
"Dad."
"Hei, kau sudah pulang?"
"Ya."
"Bagaimana acara honeymoonnya?"
"Sangat menyenangkan."
"Wah, sepertinya aku akan segera menambah cucu sebentar lagi."
"Hahaha."
"Kapan kau akan kembali ke QL Group? Dad sudah tua, ingin istirahat dan main dengan cucu saja."
"Besok semuanya akan aku ambil alih kembali, dad. Kebetulan, mulai besok tunangan William juga sudah mulai magang di QL Group."
"Tunangan William? Keyla Wilbert maksudmu?"
"Ya, dia secara pribadi mengajukan magang di QL Group. Jadi aku tidak bisa menolak."
"Hmm, ya sudah kalau begitu."
__ADS_1
Keesokan paginya Sena bangun lebih dahulu, ia segera membersihkan diri dan mengganti gaun tidurnya dengan baju rumahan.
"Selamat pagi." sapa Sena pada para maid di dapur.
"Selamat pagi, nyonya muda."
"Emm, pagi ini biar aku saja yang menyiapkan. sarapan. Kalian kerjakan hal lain saja."
"Baik, nyonya. Tapi apakah tidak perlu saya bantu?" tanya salah seorang maid.
"Tidak perlu, aku akan menyiapkannya sendiri." jawab Sena dengan tersenyum kemudian para maid menurut meninggalkan Sena seorang diri di dapur.
Sena dengan cekatan menyiapkan beberapa hidangan untuk sarapan. Tidak lupa pula ia menyiapkan segelas susu untuk Alnorld, kopi untuk suami dan ayah mertuanya dan jus jeruk untuk ibu mertuanya. Sena sudah sangat hafal minuman apa yang biasa di nikmati masing-masing anggota keluarga di mansion ini.
"Sena, kau menyiapkan semua ini sendiri?"
"Ah, mom sudah bangun? Iya, aku menyiapkam semua sendiri. Semoga rasanya sesuai. hehehe."
"Kenapa kau merepotkan dirimu sendiri. Kan ada maid."
"Tidak apa-apa, mom. Aku yang ingin."
"Selamat pagi." sapa Jeremy kemudian duduk di meja makan.
"Selamat pagi, mommy."
"Selamat pagi, duduklah dan segera makan sarapanmu."
"Oke, mommy."
"Selamat pagi, semuanya."
"Selamat pagi."
"Emm, sarapan kali ini rasanya berbeda."
"Bukan tidak enak. Tapi menurut dad sarapan kali ini lebih enak dari biasanya."
"Tentu saja, karena hari ini menantu kita yang memasaknya sendiri."
"Oh, benarkah kau yang memasaknya, sayang?"
"Emm, cobalah apakah enak?"
"Sangat enak."
"Sayang, kau tunggu sebentar ya. Mommy akan mengantarmu sekolah setelah mengganti baju."
"Aku saja yang mengantar Alnorld."
"Tapi nanti kau bisa telat."
"Tidak, sayang. Ini masih sangat pagi, tidak mungkin aku akan telat. Lagi pula, aku kan bosnya. Tak apalah kalau telat."
"Kau ini, tidak boleh begitu. Biar kau bosnya, kau harus memberi contoh yang baik pada bawahanmu."
"Iya iya."
Pukul delapan tepat Albert sudah berada di kantornya, QL Group setelah sebelumnya mengantarkan Alnorld sekolah terlebih dahulu.
Beberapa kali para karyawan berbisik dan bergosip tentang Albert yang datang dengan tersenyum bahkan membalas sapaan para pegawainya.
"Apakah aku salah lihat? CEO tadi tersenyum."
"Kau hanya melihatnya tersenyum kan? Aku bahkan tadi melibat CEO membalas sapaan beberapa karyawan."
__ADS_1
"Ya Tuhan, ada angin apa ini?"
"Aku jadi penasaran seperti apa istri CEO, karena menurutku perubahan sikap CEO ini pasti ada hubungannya dengan sang istri."
"Ehhem." terdengar seseorang berinterupsi membuat para karyawan yang sedang bergosip pun berhenti dan menoleh ke arah suara.
"Ayo semua kembali bekerja." tegur salah seorang manager yang ternyata memperhatikan Mereka sejak tadi.
Di dalam ruangannya, Albert tengah sibuk memeriksa beberapa dokumen yang terbengkalai selama masa cutinya.
tok
tok
tok
"Masuk!" seru Albert tanpa mengalihkan perhatiannya dari dokumen di depannya.
"Bos, ada nona Kayla di depan."
"Oh, iya. Suruh dia masuk."
"Baik, bos."
Setelah dipersiakan oleh Evan, Kayla melangkahkan kaki ke dalam ruangan Albert.
"Hallo, adik ipar. Bagaimana, sudah siap bekerja?"
"Hemm, tentu saja."
"Baiklah, sebelumnya bolehkah aku bertanya?"
"Tanya apa?"
"Selama magang ini kau akan tinggal dimana?"
"Aku, emm tinggal di apartemen yang papi siapkan untukku. Di daerah W."
"Oh, ya sudah kalau begitu. Aku hanya ingin memastikan saja. Sekarang kau bisa mulai bekerja. Nanti Evan yang akan menjelaskan tentang tugasmu disini."
"Terima kasih, k kakak ipar."
"Hahaha, kau ini. Santai saja denganku."
"Hehehe, baiklah. Kalau begitu aku permisi dulu. " pamit Keyla yabg di balas anggukan oleh Albert.
Tak terasa jam kerja pun selesai, baru saja akan bersiap untuk pulang tiba-tiba seseorang datang mengunjunginya. Membuat Albert mengurungkan kembali niat pulangnya.
"Kenapa kau kemari?" tanya Albert menatap tajam seseorang yang berdiri di depannya.
##########
Yarobun,
Gimana acara malam tahun barunya?
Author sangat berterima kasih pada kalian karena masih setia membaca, mengikuti bahkan mau menekan Like dan memberi VOTE pada author.
Author love you, all.
Happy New year!!!
Semoga apa yang di harapkan kita semua tercapai di tahun ini.
😇😇😇
__ADS_1
Sampai jumpa di chapter selanjutnya.
😘