
"Maaf, anda ini siapa?"
"Selamat siang, anda ibunya Aurelie kan?"
"Iya, saya."
"Saya mamanya Antonio Lefrand. Apa anda mengenal putra saya?"
"Anda ibunya Tuan Antonio? Ya Tuhan, silakan masuk nyonya. Maaf atas ketidak sopanan saya."
"Tidak-tidak, saya yang salah karena datang tanpa di undang."
"FANO, BAWA BARANG-BARANG ITU MASUK!"
"Nyonya, apa ini semua?"
"Hanya sedikit buah tangan untuk anda dan Aurelie."
"Untuk saya dan Aurelie? Bagaimana bisa kami menerimanya Nyonya?"
"Ini bukanlah apa-apa, calon besan."
"FANO, kau pergilah kemana dulu. Jangan menunggu di depan rumah. Penampilanmu akan membuat orang yang lewat takut."
"Baik, Nyonya."
"Maaf, Nyonya. Apa maksudnya calon besan?"
Ny. Stevanie menggenggam tangan Ny. Daneila.
"Saya sangat menyukai putri anda. Dan sepertinya Antonio juga menyukainya. Jadi apa boleh saya meminta bantuan anda untuk menyatukan mereka?"
Perkataan Ny. Stevanie membuat Ny. Daneila kaget dan sontak melepaskan tangannya.
"Nyonya, ini tidak baik. Kami hanyalah orang biasa, Aurelie tidak akan pantas bersanding dengan Tuan Antonio."
"Siapa yang bilang tidak pantas? Mereka sangat serasi. Ah, anda pasti mengira keluarga kami seperti orang kaya di sinetron-sinetron ya. Tidak, kami tidak seperti itu. Tolong, percayalah pada saya."
"Tapi........."
ceklek,
"Ibu, Tuan Antonio sudah da......tang."
"Mama?????????"
"Halo, sayang? Kalian pulang bersama?"
__ADS_1
"Apa yang mama lakukan disini?"
"Mama sedang mengunjungi calon mertuamu,"
"Ah, itu saya akan menyiapkan makan malamnya. Silakan anda mengobrol dahulu. Aurelie, bantu ibu menyiapkannya ya."
"Iya, Bu." Aurelie mengikuti ibunya ke dapur dan membiarkan sepasang ibu dan anak laki-lakinya itu duduk berdua di ruang tamu.
Antonio mengambil tempat duduk di dekat mamanya dengan ekspresi yang tidak bisa diartikan.
"Kau, sejak kapan suka mengantar Aurelie pulang?"
"Aku tidak berniat mengantarnya pulang. Kau kemari atas undangan ibunya untuk makan malam. Mama sendiri, untuk apa datang kesini? Dan apa semua itu?" tanya Antonio menunjuk tumpukan barang yang di bawa oleh Ny. Stevanie.
"Mama menyiapkan semua itu untuk Aurelie dan ibunya. Mama akan membantumu mendapatkan Aurelie."
"Ya Tuhan, ma berapa kali aku harus bilang kalau aku dan Aurelie itu tidak ada hubungan apa-apa."
"Mama yang lebih memahamimu, nak. Percayakan semuanya pada mama, oke!"
Di dapur, Aurelie tampak bingung melihat gelagat sang ibu yang tampak tidak baik-baik saja. Aurelie khawatir jikalau terjadi sesuatu dengan ibunya.
"Ibu tidak apa-apa?"
"Emm, ibu baik-baik saja."
"Beliau hanya datang berkunjung. Semuanya sudah siap, tolong ajak Nyonya dan tuan Antonio kemari."
"Baik, Bu."
Aurelie kembali ke ruang tamu menghampiri Antonio dan mamanya.
"Nyonya, pak Antonio makan malam sudah siap. Mari,"
Antonio berjalan terlebih dahulu meninggalkan Ny. Stevanie. Membuat Ny. Stevanie berdecak.
"Dia itu anak yang nakal." gerutu Ny. Stevanie pada Aurelie. Aurelie hanya tersenyum melihat kelakuan kedua orang yang bertamu ke rumahnya itu.
Aurelie mempersilakan Antonio dan Ny. Stevanie untuk duduk di meja makan. Mata Antonio tampak berbinar senang menatap hidangan di depannya.
"Apa ini mie Siam?" tanya Antonio dengan tersenyum pada Ny. Daneila.
"Iya, tuan. Dan yang itu adalah popiah. Semua saya membuatnya sendiri. Semoga cocok dengan selera tuan."
"Nyonya, anda pasti begitu repot menyiapkan semua ini."
"Tidak, saya merasa senang menyiapkannya untuk tuan Antonio dan anda. Silakan di nikmati."
__ADS_1
Antonio tanpa sungkan memulai terlebih dahulu. Ia mencicipi popiah dengan tangan kosong dan memakannya dengan lahap.
"Ini enak sekali." puji Antonio.
"Makanlah yang banyak, tuan."
Setelah selesai dengan satu buah popiah, Antonio pun mulai menikmati mie Siam kesukaannya. Tidak banyak orang yang tahu bahwa seorang Antonio menyukai hidangan Melayu yang atau ini. Ia makan begitu lahap hingga membuat tiga wanita disana menatapnya dengan senang. Bagaimana tidak, sudah sangat lama sejak terakhir kali Antonio memakan hidangan ini. Semenjak ia keluar dari rumah besar dan memilih untuk hidup mandiri di apartemen, tidak ada lagi pelayan yang bisa membuat mie Siam untuknya. Hingga akhirnya, kali ini ibu Aurelie yang menyelamatkannya dari rasa rindu dengan hidangan tersebut.
Tak butuh waktu lama bagi mereka menyelesaikan makan malam. Ny. Daneila dan Aurelie segera mengangkat mangkok kotor dari atas meja namun melarang kedua tamunya untuk beranjak. Setelah membawa pergi mangkok kotor tersebut, Ny. Daneila dan Aurelie kembali dengan hidangan yang lain. Ice Kachang yang disiapkan oleh Ny. Daneila sebagai hidangan penutup.
.
.
.
.
.
.
.
Catatan seputar hidangan yang disiapkan oleh Ny. Daneila a.k.a Ibunya Aurelie.
- POPIAH
Popiah adalah lumpia khas Singapura. Berisikan sayuran, buncis, dan campuran daging cincang, popiah termasuk salah satu jajanan yang populer di Singapura serta sering disajikan sebagai hidangan santai di rumah.
- Mie Siam
Terbuat dari mi beras tipis, mie siam lebih dikenal sebagai masakan khas Melayu di Singapura. Cara memasaknya adalah dengan digoreng bersama pasta udang dan rempah-rempah, dihidangkan bersama dengan dadih kacang kering (tau kwa), telur rebus dan dipasangkan dengan aroma manis dan asam. Bersama dengan daun bawang Cina, kamu akan mendapati hidangan yang menyegarkan.
- Ice Kachang
Ini es serutnya Singapura, yang dinamai Ice Kachang. Tampilannya penuh warna, manis dan menyegarkan, es serut ini disajikan dengan aneka topping seperti jelly, kolang kaling, kacang merah dan jagung. Bisa juga di tambah ice cream biar lebih maknyus.
GIMANA, SUDAH UP 3 CHAPTER NIH. 😁
SENENG GAK? HARUS SENENG DONG.
JANGAN LUPA LIKE DI SEMUA CHAPTER YA. JANGAN CUMA DI CHAPTER TERAKHIR.
TERIMA KASIH BUAT YANG SUDAH VOTE NOVEL INI.
BYE-BYE
__ADS_1