Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 44


__ADS_3

tut


tut


tut


"Halo?"


"Dave, temani gue minum di tempat biasa. Sekarang."


"He? wait, loe kenapa?"


tut


tut


tut


"Sial, pake langsung di matiin lagi. Gila kali ya si Al."


-----------------"---------------


"Hei, Al. Tumben loe ngajakin kemari." kata Dave menepuk pundak Albert.


"Jangan banyak tanya, nih minum." kata Albert menyodorkan gelas berisi wine.


"Loe akhir-akhir ini sibuk banget ya. Sampe mengabaikan telepon gue." kata Albert lagi.


"Iya, gue sibuk. Loe tahu gk sekitar seminggu yang lalu itu ada kecelakaan yang cukup parah di perempatan X. Dan para korban itu di larikannya ke rumah sakit tempat kerja baru gue." kata Dave menjelaskan.


"Emm."


"Loe kenapa, deh. Jadi aneh banget." tanya Dave penasaran.

__ADS_1


"Dia pergi, dave." jawab Albert datar.


"Dia? Sena maksud loe?" tanya Dave memastikan dan dibalas anggukan oleh Albert.


"Loe yakin dia pergi? Loe udah cari dia?" tanya Dave memastikan.


"Cih. Buat apa gue cari, kalau dia pergi atas keinginannya sendiri? Bahkan dia gk peduli lagi sama anak gue." jawab Albert ketus.


"Al, emang susah ya. Kalau punya penyakit kayak loe. Loe itu terlalu suka menerka-nerka. Dengan kekuasaan dan kekayaan loe, bukan hal susah buat cari tahu dimana Sena dan meminta penjelasan. Jangan sampe pikiran loe ini bikin loe nyesel sendiri nantinya." kata Dave menasehati


Albert diam mencerna dan memikirkan kata-kata Dave.


Setelah puas melampiaskan emosinya dengan minuman keras, Albert pun kembali ke mansion keluarganya setelah mengantarkan Dave sebelumnya. Bagi Albert, satu botol wine tidak akan mampu menghilangkan kesadarannya. Sehingga dengan mudah dia pulang dan mengantar Dave yang sudah kehilangan kesadaran.


Suasana mansion begitu sepi ketika Albert sampai. Sudah pasti para penghuninya sudah terlelap mengingat sekarang jam sudah menunjukkan pukul setengah dua pagi.


Dengan perlahan, Albert membuka pintu kamar dimana putra semata wayangnya tidur.


Si penerima pertanyaan hanya diam sibuk dengan mimpinya. Albert tersenyum mengecup kening Alnorld kemudian membiarkan Alnorld tidur dengan tenang dan kembali ke kamarnya.


tut


tut


tut


"Bantu aku mencari keberadaan Sena Laurenchia. Kau harus bisa menemukannya." kata Albert kepada seseorang melalui telepon.


--------------"-------------


"Apakah aku harus mengabulkan permintaannya? Ah, dia sungguh egois sekali. Dia tidak memikirkan bagaimana perasaan keluarganya karena dia menghilang begitu saja." gumam dr.Jason.


Flashback

__ADS_1


"Namaku, Laurenchia. Kau bisa memanggilku Ren. Mengenai biaya rumah sakit, setelah sehat aku akan membayarnya. Kau tidak perlu takut kalau aku akan kabur." kata Sena.


"Tidak, bukan hanya tentang biaya yang jadi masalah disini. Tapi keadaanmu sekarang, keluargamu harus tahu dan kau pun perlu di dampingi." kata dr.Jason menjelaskan.


"Ku mohon, turuti saja permintaanku." kata Sena memohon.


---------------"-------------


Pagi ini, di meja makan begitu hening. Sejak malam lamaran yang gagal itu, anggota kekuarga Nero tidak ada yang berani menyinggung Albert.


"Daddy,"


"Ya?"


"Aku ingin kembali ke apartemen."


"Untuk apa? mommymu tidak ada disana."


"Aku hanya mau mengambil beberapa barang milikku."


"Baiklah, pulang sekolah nanti daddy akan membawamu kesana. Sekarang, habiskan sarapanmu. Daddy akan mengantarmu ke sekolah."


"Baik. Terima kasih, daddy."


"Mom, dad kemana? Kenapa tidak kelihatan?" tanya Albert pada Jesica.


"Dad mu pergi ke Jerman, menengok perusahaan yang ada disana." jawab Jesica.


"Kenapa dad tidak meminta Albert saja untuk pergi kesana. Dad sudah terlalu tua untuk melakukan perjalan dinas yang jauh seperti itu." tanya Albert.


"Dad sedang tidak berani mengganggumu." jawab Sena dengan menatap Albert lekat.


"Emm."

__ADS_1


__ADS_2