Bos Dingin Mengejar Istri Nakal

Bos Dingin Mengejar Istri Nakal
BDMIN 64


__ADS_3

Malam hari di kamar Sena,


"Sayang, kau belum tidur?" tanya Albert mendekat.


"Aku belum mengantuk. Kemarilah, temani aku mengobrol." pinta Sena menepuk tempat kosong di sebelahnya.


"Kau ingin mengobrol soal apa?"


"Ntahlah, aku juga tidak tahu. Apakah Alnorld sudah tidur?"


"Ya, dia tidur dengan begitu pulas."


"Apakah kau menyayangi Alnorld?" tanya Sena menatap tepat ke mata Albert.


"Tentu saja, dia putraku." jawab Albert.


"Kau tidak akan pernah membuatnya kecewa, bukan?" tanya Sena lagim


"Aku akan berusaha." jawab Albert membelai pipi Sena dengan lembut.


"Aku pernah merasakan kekecewaan yang begitu dalam terhadap ayahku. Dan itu sangat menyakitkan. Aku tidak ingin putraku juga merasakan hal yang sama sepertiku." kata Sena menundukkan kepalanya.


"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi." kata Albert.


"Aku sebenarnya lelah."


"Lelah dengan apa?"


"Aku lelah dengan rasa benci yang menggerogoti hatiku." kata Sena menatap Albert kembali dengan berurai air mata.


"Maka lepaskanlah, berhentilah membenci. Maafkanlah ayahmu bila kau ingin benar-benar merasakan kebahagiaan." kata Albert.


"Tapi itu sangat sulit." kata Sena.


"Aku akan membantumu." kata Albert kemudian mengusap air mata Sena dan membawanya ke dalam pelukannya.


--------"-------

__ADS_1


Keesokan harinya seperti biasa Albert dan Alnorld menemani dan membantu Sena untuk melakukan treatment. Memang patut disyukuri, perkembangan treatment Sena mengalami kemajuan yang signifikan. Kini Sena sudah mulai bisa berdiri sendiri dan berjalan beberapa langkah tanpa bantuan apapun. Sungguh hal yang luar biasa bagi pasangan orang tua dan anak itu.


Setelah selesai dengan treatmentnya, dan mengantar kembali Sena ke kamar. Albert meminta ijin Sena untuk membawa Alnorld jalan-jalan dengan alasan agar sang putra tidak terlalu bosan karena berada di rumah sakit terus menerus. Dan kemudian Sena pun mengijinkannya.


di Mall terdekat,


"Apa yang mau kita lakukan disini, daddy?"


"Daddy akan mempertemukanmu dengan seseorang."


"Seseorang? Siapa?"


"Lihat saja nanti."


"Daddy sangat hobi membuatku penasaran." kata Alnorld membuat Albert tersenyum.


"Ayo, masuk." ajak Albert memasuki sebuah restoran.


"Paman?" sapa Albert.


"Nak, kau sudah datang? Ayo cepat duduklah."


"Tidak tidak, paman juga baru datang. Ini......" jawab Laurence kemudian menunjuk ke arah Alnorld yang sudah duduk dengan tenang di samping Albert.


"Oh iya. Son, perkenalkan dirimu pada kakek."


"Selamat sore, kakek. Namaku Alnorld Laurence Nero putranya daddy dan mommy." kata Alnorld memperkenalkan diri.


"Ya, aku tahu. Bolehkah kakek memelukmu?" tanya Laurence.


Alnorld melirik ke arah Albert meminta persetujuan kemudian Albert pun mengangguk. Alnorld pun mendekat ke arah Laurence dan memeluknya erat.


"Ya Tuhan, aku sungguh bahagia." gumam Laurence dalam hati dengan mengeratkan pelukannya pada Alnorld.


"Kakek, Alnorld sudah kehabisan nafas." kata Alnorld polos kemudian Laurence pun melepaskan pelukannya dan Alnorld kembali duduk di samping Albert.


"Pelayan," panggil Laurence.

__ADS_1


Seorang pelayanpun menghampiri meja dimana mereka duduk.


"Pesanlah, apapun yang ingin kalian makan. Alnorld, pilihlah apapun yang kau suka sayang."


"Daddy?" tanya Alnorld meminta persetujuan.


"Ya, pesanlah apapun yang kau suka. Tapi ingat, kau harus habiskan apapun yang kau pesan. Oke?"


"Oke, daddy." kata Alnorld kemudian menyebutkan beberapa hidangan pesanannya pada pelayan.


Setelah selesai menerima pesanan, si pelayan pun pergi.


"Nama kakek siapa?" tanya Alnorld.


"Nama kakek Laurence."


"Wooow, seperti nama tengahku."


"Iya. Apakah kau tahu kenapa nama tengahmu Laurence?"


"Kata mommy Laurence itu nama besar keluarganya. Sedangkan Nero nama besar keluarga daddy. Jadi mommy memberikan nama besar kedua keluarga untukku agar aku mengingat mereka." jawab Alnorld polos membuat Laurence tiba-tiba menangis mendengar jawaban Alnorld.


"Daddy?" panggil Alnorld menatap takut ke arah Albert karena tiba-tiba Laurence menangis setelah mendengar jawabannya.


"Son, kakek Laurence adalah kakekmu. Ayahnya mommy." kata Albert menjelaskan.


"Kakek Alnorld?" tanya Alnorld sedikit kaget karena selama ini sang mommy tidak pernah mengungkit apapun tentang sang kakek kecuali tentang namanya yang tersemat sebagai nama tengahnya.


"Iya." jawab Albert tersenyum.


Alnorld tiba-tiba berdiri mendekati Laurence kemudian memeluk tubuh rentanya.


"Apakah Alnorld membuat kakek menangis? Maaf."


"Tidak, sayang. Kakek menangis karena bahagia." jawab Laurence berusaha menghentikan air matanya.


"Kakek tidak rindu mommy? Nanti kita kunjungi mommy di rumah sakit ya." ajak Alnorld.

__ADS_1


"Emm, kita bicarakan itu nanti son. Pesanan kita sudah sampai. Mari makan." kata Albert mengalihkan pembicaraan Alnorld. Karena masih perlu waktu bagi Laurence dan Sena untuk bertemu. Mempertemukan Alnorld dengan Laurence adalah langkah awal untuk memperbaiki hubungan Laurence dan Sena nantinya.


__ADS_2