
Aurelie berbalik pergi dan meninggalkan dua pria di depannya. Walau sedikit berat, ia tetap harus melakukannya karena itu adalah perintah dari atasannya.
Setelah pintu ruangan tertutup, Jason pun mulai membuka obrolan kembali.
"Sebenernya ada apa di antara kalian berdua? Kenapa terlihat serius sekali?"
"Bukan apa-apa." jawab Antonio dengan datar.
"Kau ini, aku sudah sangat penasaran. Ayolah, ceritakan padaku." pinta Jason dengan nada memaksa.
Antonio menatap tajam Jason kemudian menghela nafasnya dan bertanya,
"Apa dia bekerja disini?"
"Ya, sepertinya ini hari pertamanya bekerja."
"Oh, apakah kita jadi pergi?" tanya Antonio berusaha mengalihkan perhatian Jason agar tidak mempertanyakan lagi persoalan yang terjadi antara dirinya dengan Aurelie. Dan siapa kira, Jason yang memang mudah dipengaruhi begitulah aja melupakan rasa penasarannya.
"Iya, ayo pergi." jawab Jason kemudian berdiri dan berjalan mengambil dompet serta handphonenya di atas meja kerjanya.
Setelah memasukkan barangnya di saku, Jason terdiam sejenak tampak sedang berfikir. Dan sesaat kemudian ia berjalan cepat mendekati Antonio.
"Sial, kau sengaja mengalihkan pembicaraan kan?" selidik Jason dengan nada kesal.
Antonio berjalan mendahului Jason tanpa menggubris perkataan temannya itu.
Kali ini Antonio dan Jason berencana untuk mengunjungi sahabatnya yang baru kembali dari LN. Antonio berharap dengan bertemu sahabat lamanya, bisa membuat fikirannya bisa menjadi lebih fresh.
Di dalam mobil, Antonio hanya diam. Bukan karena sedang fokus menyetir, tapi karena otaknya terus berputar memikirkan ucapan Aurelie. Antonio memang sudah memperkirakan sebelumnya, tapi tentu tidak secepat ini ia bertemu lagi dengan Aurelie. Dan itu membuat Antonio sedikit tidak nyaman.
Mobil Antonio memasuki pekarangan sebuah rumah mewah. Ia memarkirkan mobilnya tepat di belakang mobil pemilik rumah tersebut.
"Sudah lama sekali aku tidak berkunjung kemari." kata Jason begitu keluar dari mobil.
"Ayo masuk." ajak Antonio.
Antonio menekan bel beberapa kali sebelum akhirnya seorang pelayan paruh baya membukakan pintu.
"Selamat sore tuan Antonio dan Tuan Jason. Tuan muda sudah menunggu di halaman belakang." kata pelayan tersebut.
__ADS_1
"Terima kasih, bi. Kalau begitu kami akan langsung kesana."
Jason berjalan terlebih dahulu dan Antonio berjalan di belakangnya. Antonio menikmati lukisan yang terpajang rapi di dinding sepanjang langkah kakinya. Ia selalu merasa takjub tiap kali berkunjung. Rumah mewah ini selalu tampak lebih berkelas di banding rumah mewah yang ia kunjungi termasuk rumah orangtuanya sendiri karena banyaknya lukisan dari para pelukis terkenal dari penjuru dunia.
Perhatian Antonio terhenti ketika kakinya sudah hampir sampai di pintu besar yang memperlihatkan hijau luas halaman rumah mewah ini.
"Sean!!!" teriak Jason yang langsung berlari dan memeluk teman lamanya itu.
"Wah, aku tidak percaya ini. Akhirnya setelah bertahun-tahun kau kembali juga. Bagaimana kabarmu?" tanya Jason semangat.
"Seperti yang kau lihat, aku sangat baik dan menjadi lebih tampan sekarang."
"Dasar ******** tampan yang menyebalkan." kata Jason meninju pelan perut Sean, mereka pun tertawa bersama.
"Toni." Sapa Sean kemudian menghampiri Antonio dan memeluknya.
"Bagaimana kabarmu?" tanya Sean.
"Baik, kau juga terlihat baik."
"Ah, ini sudah bertahun-tahun dan kau masih sekaku ini? Jason, kau tidak mengajarinya cara hidup yang baik ya?" ucap Sean meledek.
"Ayo kita kesana sebelum semua camilan habis di makan si rakus itu." ajak Sean sambil merangkul pundak Antonio. Dan Antonio hanya tersenyum simpul mendapatkan perlakuan seperti itu dari sahabatnya.
Mereka mengambil tempat duduk masing-masing dan menikmati minuman serta camilan yang sudah di sediakan oleh pelayan.
"Oh iya, bagaimana pekerjaan kalian? Apakah lancar semuanya?"
"Sialan kau. Aku kemari untuk menghilangkan stress ku. Dan kau malah mengungkit tentang pekerjaan disini." gerutu Jason frustasi.
"Dia kenapa?" tanya Sean pada Antonio.
"Dia akan dikirim ayahnya ke Jerman untuk mengurus perusahaan disana." jawab Antonio datar.
"Hah? Benarkah?" Sean terbelalak menatap Jalan tak percaya.
"Berhentilah bertanya. Pokoknya saat ini aku tidak mau membahas apapun mengenai pekerjaan. Awas saja kalau kalian mengungkitnya lagi." ucap Jason dengan wajah sebal.
"Kalau begitu, kita mau membahas apa?" tanya Sean.
__ADS_1
"Kita bahas wanita saja." jawab Jason lalu tersenyum nakal.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hallo,
Bagaimana libur lebarannya?
Author merasa lebaran kali ini tampak sangat berbeda. Selain tidak bisa mudik, Author juga merasa kalau lebaran kali ini sangat sepi.
Apakah di tempat kalian juga sama sepinya?
Ya, walaupun lebaran kali ini masih dengan hebohnya pandemi covid 19. Semoga tidak mengurangi ke rasa syukur kita. Semoga kita semua beserta keluarga sehat dan selalu dalam lindungan-Nya.
Author beserta keluarga ingin mengucapkan,
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1441H
Minal'aidzin wal faidzin
Mohon maaf lahir dan batin
🧕🏻
__ADS_1